6. Khawatir

695 120 116
                                        

Aku tak pernah berniat serius dengan wanita manapun. Aku hanya befrikir untuk bermain-main saja. Semua berubah setelah kau datang. Awalnya aku hanya berniat untuk menjadikanmu target ku yang selanjutnya. Namun, target ku  menjadi orang yang tak inginku sakiti seperti targt-target sebelumnya. Sekarang aku hanya berfikir untuk menjaga dan melindunginya.
-Rizky Pramayudha-

***
“Karin udah karin!” ucap Lina menengahi Karin dan Angel. Berbeda dengan Winda dan Sabil yang diam mematung tidak berani ikut menengahi. Kemudian dengan sengaja Angel mendorong Lina. Mengakibatkan tubuh Lina terhempas ke tembok untuk kedua kalinya.

LINAAAAAA..

Sontak Karin, Winda, dan Salsabila berteriak memanggil nama Lina yang di dorong oleh Angel dengan sengaja. Tidak terbaca. Karin sama sekali tidak tau kalo Angel akan senekat itu. Hanya karena Rizky.

Kepala Lina terbentur membuat shock orang-orang yang menonton kejadian tersebut. Tanpa disadari, dengan sigap sebuah tangan menangkup tubuh Lina dari arah belakang yang hampir terjatuh. Lina pingsan. Karin berlari menghampiri Lina yang tidak sadarkan diri. Di susul Salsabila dan yang lainnya mengerumuni Lina.

Melihat Lina tidak sadarkan diri. Laki-laki itu langsung membawa Lina menuju UKS. Karin, Salsabila, Winda dan siswa-siswi lainnya mengikuti dari belakang penasaran dengan keadaan Lina. Sesampainya di UKS laki-laki itu langsung memanggil petugas PMR di sana. Lalu membaringkan Lina di salah satu kasur kabin. Petugas PMR meminta semua orang untuk keluar dari kabin Lina. Kecuali Karin, Salsabila, dan Winda. Semua orang pun mengangguk. Kemudian keluar dari kabin, membiarkan gadis itu berbaring dengan dijaga oleh ketiga temannya.

“Reza” panggil Winda yang melihat Reza berjalan menuju pintu keluar. Reza pun menoleh kearah Winda. “Thanks ya udah tolong Lina.” ucap Winda tulus. Tidak lupa dengan senyumannya.

“Iya sama-sama” jawab Reza dengan senyum manisnya. Kemudian langsung pergi meninggalkan Winda.

Ya laki-laki yang menolong Lina adalah Reza. Reza Dirgantara. Anak XII IPS I, cowok yang terkenal pintar dan tak kalah tampan dengan Rizky.

“Gimana? Lina nggak apa-apa kan Bu?” tanya mereka bertiga cemas, menatap petugas UKS yang menangani Lina.

“Kalian tenang aja, dia baik-baik saja tidak ada yang perlu di khawatirkan.” ucap Bu Susi ramah setelah memeriksa keadaan Lina. Mendengar ucapan Bu Susi, mereka bertiga akhirnya bisa mengela nafas lega.

“Lina, lo nggak apa-apa kan?” tanya Karin memeriksa tubuh Lina sambil memastikan ada yang terluka atau tidak.

“Astaga Karin, Lina lagi pingsan mana bisa jawab pertanyaan lo” sahut Salsabila.

“Ya siapa tau kan Lina dengar suara gue, terus Lina bangun deh” jawab Karin dengan watadosnya¹.

“Yang ada nih ya,  Lina nggak akan bangun gara-gara dengar suara lo”

“Apa hubungannya sama suara gue? Lagian kan gue bilang siapa tau Sal.sa.bi.la”

”Serah lo dah!” kesal Salsabila. Ia malas meladeni Karin yang keras kepala.

Winda yang mendengar perdebatan Karin dan Salsabila hanya bisa menggelengkan kepala melihat kelakuan kedua sahabatnya. Yang satunya keras kepala kadang juga tiba-tiba berubah menjadi polos banget. Sementara yang satu lemotnya ketulungan tapi ter-kadang sifatnya berubah sosok yang dewasa.

“Kalian masih mau ribut?” tanya Winda. Tidak berupaya menengahi sama sekali. Ia kemudian berjalan menuju pintu keluar.

“Mau kemana Win? Lina lagi sakit juga, lo bukan jaga Lina malah mau pergi aja” ucap Salsabila.

Complicated LOVEWhere stories live. Discover now