4. Dasar Laki-laki Aneh

616 157 136
                                        

Keberanian lo buat rasa ini ada.

-Rizky Pramayudha-

***

Spontan Lina langsung memutar badannya sembilan puluh derajat menghadap Rizky. "You're crazy !!" ucap Lina langsung melepaskan tangannya dari gengggaman tangan Rizky.

Lina langsung menghampiri Sabil, Karin, dan Winda yang baru saja kembali dengan tangannya yang di penuhi dengan makanan. Kemudian Lina menarik ketiga sahabatnya untuk keluar dari kantin.

"Tapi Lin makanannya?." ucap Winda yang masih kebingungan ketika tangannya di tarik oleh Lina.

"Udah makanannya nanti kita makan di kelas aja." ucap Lina sambil terus menarik tangan ketiga sahabatnya.

Baru saja Lina hendak melangkahkan kakinya. Lagi-lagi Rizky menahan bahu Lina. " Mau kemana lo? gue belum selesai ngomong." ucap Rizky pada Lina ketika Lina hendak melangkahkan kakinya keluar kantin.

Lina berdecak sebal. Lagi-lagi langkahnya harus terhenti oleh Rizky. Lina berbalik menghadap Rizky sambil mengepalkan tangannya untuk menahan emosinya. "Mau lo apa sih? Lo bilang lo belum selesai ngomongkan? gue n.g.g.a.k. p.e.d.u.l.i." ucap Lina sengaja menekankan kata nggak peduli. Kemudian Lina berjalan keluar kantin, tanpa memperdulikan tatapan dari orang-orang yang berada di kantin yang menatapnya dengan tatapan tidak suka dan ada juga yang menatapnya dengan tatapan kagum.

"Gila anjiirrr..! Pertama kali nih dalam sejarah seorang Rizky Pramayudha di tentang kayak tadi." ucap Rafa heboh.

"Lebay lo somplak" ejek Fadli. "Masih mending Rizky cuma di tentang doang, daripada lo ditolak mentah-mentah sama si Linda."

"Eh gue masih mending berani ngungkapin, nah lo cuma berani mencintai dalam diam." balas Rafa , tak terima.

"Mencintai dalam diam? Siapa?" tanya Rizky dan Andra bersamaan.

"Itu si-." baru saja Rafa ingin melanjutkan ucapannya, tapi Fadli langsung menghadiahi Rafa dengan pelototannya. Membuat Rafa langsung menghentikan ucapannya.

"Itu? Itu maksud lo siapa?" tanya Rizky curiga.

"Itu iya itu si Karin ya si karin maksud gue." Jawan Rafa terbata-bata.

"Apa? Karin? Nggak salah lo suka sama si nenek lampir." ucap Rizky terbahak begitu juga dengan Andra.

Teteeettttt

"Udah bel tuh, masuk aja yuk." ucap Fadli mengalihkan pembicaraan.

"Masuk? tumbenan lo mau masuk pelajaran pak Satriawan" timpal Andra.

"Paham lah bro." kekeh Rizky menepuk bahu Andra.

Kemudian mereka berempat berjalan menuju kelas melewati koridor sekolah. Kebetulan kelas mereka memang terletak di lantai dua.

***

"Siang anak-anak." ucap Pak Satriawan Guru Sejarah dari depan pintu kelas sambil berjalan menuju tempat duduknya.

"Siang Paaakkk." ucap anak-anak XII IPA II malas.

Entah kenapa, setiap pelajaran sejarah Rizky dan teman-teman satu kelasnya selalu merasakan kantuk luar biasa. Apalagi ditambah dengan cara gurunya menjelaskan teramat sangat membosankan.

"Hoooaaammm, Fadli izin keluar yuk" ajak Rafa seperti biasa. Dua sejoli ini selalu izin keluar kelas setiap waktu pelajaran sejarah akan di mulai.

"Nggak ah Raf." tolak mentah Fadli.

Complicated LOVEWhere stories live. Discover now