03

273 25 5
                                    

Seperti hari kemarin, aku memutuskan untuk tidak pergi keluar kelas saat jam istirahat berlangsung. Aku masih mengingat wajah gadis itu, senyumnya, gigi kelincinya, mata bulatnya dan lesung pipinya menjadi satu komposisi yang patut membuatnya disebut gadis yang cantik pada siapapun yang memandangnya. Diam-diam aku mulai memikirkanya, lalu terbesit dipikiranku untuk menggambar wajahnya menggunakan pensil yang saat ini sedang kupegang.


"Aku membawakan ini untukmu."


Tiba-tiba suara gadis itu terdengar lagi sesaat setelah aku menyelesaikan gambarku. Dia meletakkan bekal yang dia bawa diatas mejaku.


"Selama ini aku tidak pernah melihatmu makan di kantin ataupun membawa bekal ke sekolah. Maka dari itu aku bermaksud membawakan bekal ini untukmu."


Aku masih terdiam. Kemudian gadis itu pergi meninggalkan kelas.


Masih seperti saat pertama kali kita bertemu, aku hanya berani menatapnya ketika dia sudah berlalu. Namun tiba-tiba gadis itu menghentikan langkahnya tanpa menatapku lalu berkata,


"Hiroki, gambar yang kau buat diatas meja itu sangat bagus. Aku menyukainya."



***

The Story is My LifeTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang