23

122 20 0
                                    

"Aku memiliki dua tiket untuk melihat festival kembang api malam ini. Apakah Hiroki mau ikut?"


"Tentu saja."


Festival kembang api malam ini. Aku melihat Aime menggunakan yukata. Dia terlihat lebih cantik. Rambutnya tergulung rapi dan menyisakan poni depan yang lucu. Ribuan kembang api mulai meluncur. Malam ini pemandanganya sangat indah.


"Uhuk."


Tiba-tiba aku terbatuk. Aku menutup mulutku menggunakan kedua tanganku dan sesuatu yang pekat mengalir di telapak tanganku. Darah yang cukup banyak bersimpah ditelapak tanganku.  Tolonglah Tuhan. Aku tidak ingin penyakitku kambuh disini. Bagaimana ini? Aku tidak membawa obat-obatan yang mampu menghentikan rasa sakit ini. Aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan. Aku kembali menutup mulut dan hidungku dengan tanganku. Lalu megusapnya.


"Hiroki, ada apa?"


Aku memalingkan wajahku dari Aime.


"Aime, aku ingin makan permen kapas. Bisakah kau pergi membelikanya untukku?"


"Baiklah, tunggu disini. Aku akan membelinya."


Maafkan aku Aime, aku harus pergi. Kau tidak boleh melihatku seperti ini. Aku harus meninggalkan festival ini lalu kembali ke rumah sakit. Rasanya sekujur tubuhku dipenuhi rasa nyeri dan darah yang keluar dari hidungku semakin susah dihentikan. Aku harap aku masih memiliki kekuatan untuk sampai dengan selamat menuju rumah sakit.


***

The Story is My LifeTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang