"selanjutnya adalah permainan kedua!!!" kak andika berteriak di mikrofon. seluruh orang yang di sana berteriak gemuruh. "permainan ini mungkin sering kalian mainkan ketika kecil, apakah itu? itu adalah.. hide and seek alias petak umpet. jadi, salah satu anggota kelompok kalian yang akan mencari kalian
yang sedang bersembunyi. nanti salah satu panitia yang akan menyembunyikan anggota kelompok.tapi Yang menantangnya mencarinya harus diberi wakti selama 2 menit, nah.. paham?!"sorak kak andika. "paham!" teriak teman temanku. permainan pun dimulai, dimulai dari kelompok 1, tempat bersembunyi nya di sebuah rumah kosong. menurutku, disanalah salah satu anggota kelompok mencari anggotanya.
kami sudah menunggunya selama2 menit dan hasilnya.. "teeet" suara bel berbunyi menandakan bahwa waktunya habis. kelompok 1 berhasil menemukan 2 orang dari 2 orang. karena anggota kelompoknya terdiri dari 5 orang. dilanjutkan dengan kelompok 2. kelompok 2 tidak menemukan satu orang pun,karena orang Yang mencarinya ketakutan. "hah.. membosankan, aku ke toilet dulu ya" ucapku ke melia. akupun pergi meninggalkan melia yang sedang menonton acara tersebut. sebenarnya aku sedang tidak mau ke toilet, melainkan mencari udara segar. permainannya memang sangat membosankan,menurutku. tiba tiba aku haus, akupun segera menuju warung. aku segera menjju kulkas dan mengambil sebotol minuman. "mbak.. beli ini satu ya..berapa?" tanyaku kepada penjualnya. "telu wae(tiga aja)" ucap penjualnya. aku pun segera mengeluarkan uang didalam tas miniku. "nih mbak" tjba tiba rudi datang dan membayarkan minumanku. "" eh.. nggak perlu rudi.. aku ada kok" ucapku sambil terkejut. "hehe.. sekali sekali mau traktir kamu.. nanti kamu traktir aku ya" rudi tersenyum. aku pun tertawa, "hahahaha.. kamu bisa aja, makasih ya rud" ucapku. "gak perlu" balasnya. "selanjutnya kelompok 5! kelompok 5 untim segera ke meja panitia." eh rud.. maaf ya aku buru buru" aku segera meninggalkan rudi.
aku pun segera menuju ke meja panitia.
"huf.. huf.. (aku menghela nafas) melia,maaf telat" ucapku pada melia. "seharusnya jangan minta maaf ke aku.. ke andika, soalnya ia cemas cariin kamu" bisik melia. "dianya kemana?" tanyaku. "cariin kamu" ucap beni. "huf.. huf..(andika menghela nafas) udah ketemu?" tanya andika. febrian segera menunjuk ke arah ku. "eh.. huf.. huf (menghela nafas) loe dari mana aja sih.. udah capek gue cari" ucap andika. aku gak menjawab, lagi pula malas ngomong sama dia. "sudah sudah.. siapa yang mencari kalian?" tanya kak andika. "tuh aja.. nadia" tunjuk andika padaku. "kok aku sih, gak mau!" tolakku. "oke.. nah sekarang kalian berempat silakan kem meja sebelah..biar di antarkan sama panitia tempat kalian bersembunyi, nadia silahkan masuk ke rumah.. ingat 2 menit!" ucap kak andika. "tapikan aku gak mau!" tolakku. "dek.. sekarang masuk yuk!" ucap kak andika tidak memperdulikan pembicaraan ku. aku terpaksa memasuki rumah itu. ketika memasuki rumah itu..
pintu berdecit, dan lantai uang ku injak saat ini adalah bahan yang terbuat dari kayu yang sudah tua. perlahan lahan akupun masuk ke rumah itu, didalam rumah itu tidak seperti yang di luar. dalamnya bagus, terdapat sofa bewarna cokelat dan meja kayu berdebu. aku pun menuju ke sofa itu untuk mencari anak anak itu. "drakkk!" pintu tiba tiba tertutup. aku tiba tiba cemas detak jantungku berdebar sangat kencang. saat ku menuju sofa ternyata di balik sofa tidak terdapat teman temanku. aku segera menuju ke sebuah pintu yang berada tidak jauh dari sofa. saat ku buka ternyata sebuah kamar utama. di sana terdapat kamar tidur dan sebuah lampu tidur. aku sedikit merinding tapi aku tidak memperdulikannya aku segera menuju ke sebuah lemari kayu dan... "door!" kejut seseorang. "AAAA!!!" teriak ku sambil teejatuh. ternyata ia adalah andika. "hei kamu!aku terkejut! hah..hah..hah(menghela nafas)" teriakku. "cuma bercanda, tadi panitia suruh gue kayak gitu" ucap andika. tiba tiba nafasku sesak kepalaku sedikit pusing, tapi aku harus mencari yang lain. akupun segera meninggalkan andika. aku menuju ke pintu didepanya. ternyata itu adalah toilet yang sangat kotor! karena debunya. "dor!!!" ucap seseorang. "AA! woy! jangak kejutin aku donk!" ucapku ternyata ia adalah beni dan febrian. "wih nadia syukur loe cepet nemuin kita, kalo nggak pingsan gue!" ucap beni. nafasku semakin sesak,kepalaku semakin pusing. "bluuk!" aku terjatuh. " eh.. kamu kenapa nad?" tanya febrian. "gak papa kok" ucapku. "teeet!" bel berbunyi menandakan waktu habis. "kepada seluruh kelompok 5 untuk segera keluar" ucap seseorang di mikrofon. aku pun segera berlari keluar dan meninggalkan teman temanku,tapi kak andika menahanku. mungkin menyuruhku agar tidak bubar dulu. "wiih!! kelompok 5berhasil menemukan 3orang dari 4 orang...selamat!"ucap kak andika." udah boleh bubar kak?" tanyaku. kak andika menangguk. akj segera berlari dan menjauh dari kerumunan banyak orang."uwweeek!" aku muntah dan mengeluarkanya di semak semak. perutku mual sekali,kepalaku pusing. mungkin ini faktor terkejut. aku orang yang gampang jantungan sekali terkejut bisa kayak gini jadinya. "uwweek!" aku muntah lagi. tiba tiba ada seseorang yang memukul punggung ku berulang ulang. "ayo keluarin terus nad.. itu anginya yang keluar" ucap seseorang dibelakangku ternyata ia adalah.. rudi. "rudi! ma-maaf aku muntah.. lagi pun kamu ngapain disini? uwweeek!!" ucapku. "kok maaf? tadi aku gak sengaja. lewat trus liat kamu lagi muntah gitu" ucap rudi. muntah ituph. sudah hilang. rudi mengajaku untuk duduk di taman. "nih minum.." ucapnya. aku pun segera meminum minuman tersebut. "gleek.. gleek" minuman itupun habis. "rud.. kepalaku pusing, nafasku sesak banget" keluhku. "kamu kenapa sih? kok sampai kayak gini?" tanya rudi. "hah.. hah.. hah" napasku semakin sesak. tiba tiba mataku semakin gelap gulita dan terdengar bayang bayang suara "nad... ddia.. kkamu..kken..nna...pppa".

KAMU SEDANG MEMBACA
you and me
Romanceaku Nadia tisca ibrina biasa dipanggil Nadia, di sekolah aku benar-benar membenci pria yang bernama "Andika Tedyasyahputra". ia pria yang paling "tolol" dari yang ter-"tolol''. yang anehnya... Segala sesuatu yang kami lakukan selalu bersama. seperti...