7.Usaha Zio

53 8 1
                                    

Halo....
Aku balik lagi nih guys. Ada yang masih inget ceritanya?
Apa udah lupa?
Sedih banget deh kalau kalian udah lupa sama babang Zio 😢

Sorry ya guys aku baru bisa update soalnya kemarin lagi fokus fokusnya belajar. Ya meskipun belum UN tapi aku sepetin update
Btw gimana menurut kalian castnya Airin.
Cantik?
Silahkan komen
Happy reading👀✌

Pekerjaan yang harus Zio jalani saat ini gampang gampang susah. Gampang jika dikerjakan oleh cowok macam Zio tapi,,,, lain cerita kalau yang ngerjain cowok jadi jadian kayak......
(udah deh lupain)

Total 4 jam sehari Zio harus mengangkat karung karung berisi beras itu kedalam pick up, ia hanya diberi istirahat sekitar 15 menit untuk makan siang.

"Tangan gue kasar banget dah bener bener kayak tukang bangunan"

Ucap Zio yang keheranan pada dirinya sendiri tapi Zio merasa tidak ada masalah dengan tangan kasar. Bukannya ini malah menunjukkan bahwa dia adalah pria tangguh. Ya ngak? (yang setuju angkat tangan tinggi tinggi. Kalau enggak,,,,,,,,,,,,,,,,juga ngak papa)

Pulang kerja rasa lelah Zio terobati oleh senyum hangat papanya.
Yang pasti terjadi setiap hari saat Zio pulang kerja adalah papanya akan tersenyum padanya dan menanyakan bagaimana pekerjaannya hari ini. Itu sudah pasti.

"gimana yo kerja kamu hari ini? Lancar?"
Benar saja
"Lancar pah, apa sih yang ngak bisa Zio kerjain ya ngak?"
Sombong Zio sambil menaikkan alisnya satu persatu bergantian.

"sombong kamu. Papa dulu pas muda jauh lebih hebat dari kamu. Dulu papa harus menghidupi kelima adik papa sendirian tanpa orang tua karena nenek dan kakek kamu sudah meninggal sejak papa masih SMA dulu. Mereka meninggal karena kecelakaan"

"hmmm"
Jawab Zio malas. Bukannya Zio tidak menghargai cerita papanya atau dia tidak kagum. Bukan. Hanya saja
Zio sudah benar benar bosan dengan cerita yang diceritakan ayahnya itu. Bagaimana tidak, seingat Zio papanya telah menceritakan ceritanya itu sebanyak 5 kali. Entah jika lebih.

Setelah membersihkan diri, Zio memilih bersantai di depan tv sambil menonton acara yang ya..... sama sekali bukan seleranya. Yang ada di tv hanyalah sinetron, dan acara aneh yang menunjukkan orang lari lari mengejar kekasihnya, diikuti oleh 2 orang, satu cewek dan satu lagi cowok yang Zio simpulkan mereka adalah pembawa acara itu.
Sungguh tidak befaedah.

Zio pikir,, lama lama melihat acara semacam itu hanya akan membuat matanya perih. Jika dikatakan tv adalah sumber hiburan, maka apakah melihat masalah orang termasuk hiburan?
Sudahlah Zio putuskan untuk mematikan tv saja dan rencana selanjutnya adalah tidur sampai.............sampai papanya membangunkannya. Tapi belum sempat Zio menutup matanya tiba tiba ponselnya berbunyi.

"yo lo kemana aja woy? Ngak pernah nongol di tempat nongkrong"

Tanpa mengucap salam, orang diseberang sana lansung berteriak memanggil nama Zio seperti orang kesetanan. Siapa lagi orang itu kalau bukan Ronald teman nongkrongnya.

"sorry nal, sekarang gue udah ngak bisa nongkrong lagi. Bilang juga ke temen temen supaya mereka ngak ngarepin gue"

Bukannya Zio merasa penting atau apa, tapi teman teman Zio pasti mencari cari Zio saat ini. Jika tidak ada Zio, siapa yang akan mentraktir mereka?

"kok gitu yo napa?"

"gini nal sekarang kondisi gue udah berubah 180 derajat. Bokap gue bangkrut dan sekarang gue udah ngak punya apa apa. Rumah aja sekarang nih gue ngontrak"

AirinTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang