Pernah nggak sih kalian merasa kesal, marah, jengkel, bahkan berpikir ingin menghilang dari sana saat itu juga? Merasa dia sok tahu, merasa ia sok kenal, merasa ia perduli dengan keadaan kalian, merasa ia paling mengerti kalian? Kadang, memang orang tak selalu tahu apa tentang kehidupan kita. Jika memang ada, mungkin orang tersebut merasa kurang hebat dari kita? Atau memang ia memiliki kekaguman terhadap diri kalian yang ia tidak punya. Namun yang dirasa Tania berbeda, ia memang mengenal orang tersebut sejak masa SMP nya, ia tahu sifat buruknya, ia sempat mencintainya. Dan ia datang tiba-tiba dihadapannya dengan wajah tak bersalahnya, dan mencari masalah jika itu berhubungan dengan Tania. Seperti sekarang ini.
"GUE PACARNYA! LO MAU APA?!" teriak Fajar dengan seseorang yang sok tahu, yang memang mengenal Tania lebih dari ia mengenal laki-laki tersebut.
Yap. Sekarang Tania sedang berada di area parkir sekolahnya yang luas, pagi-pagi sekali Tania bela-belain buat cepat sampai sekolah, namun yang ia dapat pertama kali didepan matanya saat memasuki motor matic nya di lapangan parkir sekolah adalah dua sosok laki-laki yang ia kenal. Yang satu ia kenal sebagai biang onar, yang satu nya ia mengenalnya sebagai laki-laki paling egois yang pernah ia temui. Siapa lagi kalau bukan Fajar si biang onar. Dan satunya lagi kalian bisa langsung baca aja kelanjutan ceritanya ya.
"Gue mau, Riris balik sama gue." dengan santainya laki-laki tersebut menjawab pertanyaan Fajar yang terkenal too bad.
Fajar memberi senyum smirk nya kepada lawannya.
"Heh? Riris Lo bilang? Nama kesayangan tuh?" ejek Fajar dengan dibarengi tawa yang meledak. Sedangkan ditempat tak jauh dari mereka yang sedang beradu mulut, Tania menegang dan bergetar kala mengingat panggilannya yang berbeda dari seorang yang pernah ia sanjungi dan sayangi—dulu.
"Kalau gue gak mau?" tantang Fajar sambil berjalan mendekat ke arah lawannya yang lebih tinggi itu.
"Gue gak mau ambil resiko kalau tangan mulus gue kena muka Lo yang buruk, dan akan semakin buruk itu." terdengar kekehan kecil setelah mengucapkan kata yang mampu memancing emosi dari diri Fajar.
"Oh ya jelas terbalik lah! Yang ada siap-siap aja Lo yang biru kena tangan gue." selagi mereka berbincang—bersaut lidah dan bibir pedasnya— Tania geleng-geleng kepala dan berbalik meninggalkan area parkir untuk menuju kelasnya.
"Mudah-mudahan aja mereka gak beneran adu jotos." gumam Tania saat berjalan menuju kelasnya. Ia memang tak peduli, namun kalau dibiarkan sampai ia lihat mereka benar berkelahi pasti alasannya akan dia yang terseret ke dalam ruang guru.
Karena, Fajar adalah spesies langka yang bisa melebihi emak rempong yang memiliki kebawelan paling tinggi, yap walaupun laki-laki Fajar tetap lah Fajar, ia akan mengatakan sesuai fakta alias jujur dan sangat tidak terduga.
Maka dari itu, Tania tidak ingin dekat dengannya yang dapat merugikan bagi dirinya sendiri. Ia akan terus menghindar sampai dia lelah sendiri, mungkin.
_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_
Bel istirahat sudah berdering dari 10 menit yang lalu, dan sudah dari 10 menit juga Tania berada di ruang yang penuh akan buku tebal dan berbagai macam ukuran. Dimana lagi jika bukan di perpustakaan. Aroma khas dari lembaran buku menjadi favorit baru bagi Tania.
"Akhir-akhir ini Lo sering ke tempat sepi kek gini sih? Mojok pula." ucap Dila teman sebangkunya Tania tiba-tiba muncul dibelakangnya dan menarik kursi disebelah Tania untuk duduk disana.
"Hmm" saut Tania malas.
"Baca apa sih? Kek nya seru banget." tanya Dila penasaran.
"Buku."

KAMU SEDANG MEMBACA
BULLSHIT
RomanceSelama dua tahun Tania menderita karena harus menunggu sang kekasih kembali, namun nyatanya Tania harus mengubur dalam-dalam kepercayaannya itu. Cinta lama yang datang kembali membuat Ristania merasakan sakit yang sama saat dirinya ditinggal pergi...