Part 8

2.2K 352 46
                                        

“Kau tau Dan? Aku kalau jadi Ong Seongwoo pun tidak akan ingin menerima mu lagi.” Ujar pria tinggi bernama Hyunbin pada pria bersurai ash-gray di sebelahnya, yang sedang berada di ruang belajar di lantai dua perpustakaan kampus.

Pria yang yang bernama lengkap Kang Daniel itu mendengus mendengar ucapan temannya itu. Walaupun apa yang diucapkan pria bermarga Kwon itu ada benarnya.

“Kau dulu brengsek. Tidur dengan perempuan mana pun, mabuk-mabukkan, jarang masuk kelas, jarang belajar dan selalu menyuruh Seongwoo-mu itu mengerjakan tugas mu.” Hyunbin mengucapkan semua itu dengan tenang sambil membalik halaman buku nya. Namun ucapan Hyunbin itu membuat Daniel menghentikan pergerakan jari-jarinya di atas keyboard laptop-nya.

“Terlebih lagi kau menggagahinya dengan paksa, lalu bertingkah seolah tak bersalah dan kembali bermain dengan  jalang-jalang mu. Kau benar-benar telah menyakiti hati seseorang. Double brengsek.”

Daniel menekan pelan pangkal hidungnya saat mendengar ucapan Hyunbin. Sungguh ia sangat ingin membunuh dirinya yang di masa lalu itu. Double brengsek ia rasa memang tepat ditujukan padanya.

“Dan sekarang apa? Kau ingin dia kembali ke pelukan mu? Hah!”

“Aku tau aku memang brengsek di masa lalu, tapi tidak ada salahnya untuk berusaha membawanya kembali ke dalam pelukan ku sekarang kan?”

“Ong Seongwoo itu menurut ku cukup indah sekarang. Dan sangat mungkin bahwa ia telah menjadi milik orang lain.” Hyunbin menutup bukunya kemudian mengalihkan fokusnya pada Daniel, tanda bahwa ia serius dengan apa yang telah ia katakan.

“Aku tahu. Aku tidak akan memaksa nya untuk kembali pada ku. Aku hanya ingin menunjukkan padanya, bahwa aku hanyalah seorang pria di masa lalu nya yang telah berubah dan sangat mencintainya.” Daniel mengucapkan nya dengan tulus, membuat Hyunbin menarik ujung bibirnya membentuk senyuman.

Keputusan Seongwoo meninggalkan Daniel merupakan keputusan yang tepat. Hal itu membuat Daniel banyak berubah, ia tidak pernah lagi tidur dengan perempuan manapun, tidak pernah minum-minum dan mulai serius pada pendidikannya.

Hyunbin tidak menyangka,ditinggalkan oleh seseorang yang dicintai benar-benar bisa mendera seseorang sampai seperti itu.

.

.

.

Seongwoo baru saja memasuki ruang kuliah nya dan sepasang netranya menangkap seseorang yang sedang melambai padanya, itu Ha Sungwoon.

“Seseorang memberikan mu ini.” Baru saja Seongwoo menduduki kursi di sebelah Seongwoon, pria dengan wajah bak porselen itu menyodorkannya sekotak susu coklat padanya.

“Siapa?” Seongwoo mengernyit bingung, sungguh ia tidak dapat menebak siapa pemberi susu kotak ini.

“Seseorang.” Jawab Sungwoon santai seraya memainkan handphone-nya.

“Seseorang siapa? Namanya?” Seongwoo mulai kesal karena Sungwoon sepertinya tahu siapa pemberi susu kotak ini, namun ia berlagak tidak tahu.

“Seseorang yang tidak ingin disebut namanya.” Sungwoon mengerlingkan matanya lucu pada Seongwoo, membuat Seongwoo benar-benar kesal. Beruntung Prof. Namjoon baru saja memasuki ruangan, membuat Seongwoo mengurungkan niatnya untuk mencekik Sungwoon.

Back To Me [OngNiel] [Uncontinued]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang