5

318 29 19
                                    


Chaerin p.o.v

Terkadang aku berharap, perasaanku itu hanyalah sebuah mimpi. Yang ketika kau terbangun, hal itu akan lenyap. Tapi, ketika aku melihatnya, aku selalu tersadar, perasaanku itu nyata dan ada. Hanya saja, aku tak bisa mengungkapkannya padanya secara gamblang. Sering kali aku berucap pada Oppa di komen pada updatenya di Instagram atau twitternya bahwa aku mencintainya. Tentu saja dengan embel embel brobro.

it's just like sebuah penyamaran..

Dimana rasaku bisa tersampaikan meski tak bisa sepenuhnya..

Setidaknya, Aku bisa menyampaikannya..

Sering kali kami satu sama lain berucap kata 'Saranghae or i love you'.

Dan ketika itu terjadi aku akan merasa senang sekaligus sedih.

Aku senang karena dia mengatakan hal itu padaku.

Tapi aku sedih ketika aku menyadari, bahwa aku tidaklah lebih dari seorang adik.

Jika boleh jujur, aku memang orang yg sering melakukan skinship dengan orang lain, karena itulah diriku. Tapi, hal itu menguntungkanku.

Kalian tau kenapa?

Karena aku bisa memeluk oppa tanpa harus menggunakan alibi apapun.

Aku bisa memeluknya senyaman mungkin. Dan oppa bahkan tak pernah menolak ataupun mengeluh karena hal itu.

Aku masih ingat dengan jelas saat aku di wawancara dulu di sebuah acara, seperti apa tipe lelaki idealku?

Aku menjawab, lelaki idealku adalah orang yg tau bagaimana cara berpakaian.

Aku menjawab hal itu karena dulu aku mengagumi oppa. Jingyo oppa selalu terlihat stylist dalam mengenakan apapun.

Dia lelaki yg rapi, yg perfeksionis, dia selalu memerhatikan hal kecil dan itu membuatku mengaguminya.

Dia pintar, seorang yg genius dan juga kreatif.

Dia seorang yg sangat baik.

Dia selalu membantuku dalam hal apapun.

Mengulurkan tangannya ketika aku jatuh.

Dan memelukku ketika aku rapuh.

Karena itulah aku tak sungkan menangis dalam pelukan Jingyo oppa ketika aku pertama kali memenangkan MUTIZEN.

Aku sungguh nyaman dalam pelukannya.

Rasanya itu seperti tempat untukku pulang.

Rasanya seperti pelukan itu adalah satu satunya tempat ternyamanku untuk bersandar.

Kau tau? Appa YG selalu mengatakan bahwa aku adalah seorang yg jelek atau ugly.

Tapi, Jingyo oppa tak pernah menatapku seperti itu. Dia bilang aku cantik, dan aku pernah melihat sebuah video dimana oppa berkata "Bukankah Chaerin-ah sosok perempuan sempurna?" sembari menunjuk fotoku.

Dan aku ingat betul dia berkata itu saat sedang photoshoot.

Dan saat aku sedang asyik ngobrol dengan Bom unnie dan yg lainnya dia malah mengambil potret diriku dengan kamera miliknya.

Waktu itu aku mungkin kesal, tapi semakin lama, aku terbiasa dan malah berpose saat dia mengambil potret diriku.

Alasannya adalah, aku berharap setiap fotoku yg dia ambil, Foto foto itu akan mengingatkannya padaku, dan membuatnya tersenyum saat melihatnya.

Di tambah lagi, Oppa begitu sibuk mengurus lagu lagu miliknya.

Oppa sungguh aktif dalam membuat lagu, mengikuti acara, dan juga melakukan banyak hal lainnya.

Sehingga waktu kami untuk keluar bersama tak bisa sesering dulu.

Jujur aku merindukannya. Aku merindukan saat saat bersamanya. Aku merindukan pelukannya.

Hari ini ada Seoul Fashion week, dan aku serta oppa di undang dalam acara itu.

Aku memilih dress hitam untuk hari ini. Aku menatap diriku di cermin, Yup, semuanya sudah terlihat bagus. Aku menggerai rambutku, dan aku tersenyum senang saat teringat bahwa oppa juga akan menghadiri fashion show kali ini. Aku pun bergegas keluar dari rumah dan menaiki mobilku.

Yep, aku mengendarai mobilku sendiri.

👑👑👑👑👑

"Chae.." Aku menoleh dan melihat oppa yg tersenyum sembari menghampiriku, sungguh kebetulan karena kami datang pada jam yg sama meski tidak janjian terlebih dahulu.

"Oppa.. Kau datang?"

"Arasseo.. kenapa kau tak menghubungiku, huh?"

"Mwo?"

"Kau ini.. seharusnya kau menghubungiku kalau kau datang hari ini.."

"Eoh.. wae? Kenapa aku harus menghubungi oppa?" Jika boleh jujur, aku senang karena oppa menungguku untuk menghubunginya.

"Biar bisa berangkat bareng.."

"cieee.. pengen berangkat bareng aku.. wkwk"

"Heleh.. udah ah ayo masuk.."

"haha.. ne.."

Kami berjalan beriringan memasuki tempat dimana fashion show diadakan, kami pun sempat berfoto beberapa kali di depan, dan sepanjang acara, aku duduk di sebelah oppa.

Xin yg duduk di samping oppa pun mengajak kami foto bersama. Aku dengan senang mengiyakan ajakannya. Lalu aku menyandar pada bahu oppa. Bahu yg paling mampu membuat diriku nyaman. Bahu dari pria yg ku cintai.

Dan kamipun foto bertiga dengan aku bersandar pada oppa. Ya, acara kali ini menyenangkan. Sungguh. Aku senang bisa menghabiskan waktu bersama oppa.

"Sebenarnya aku ingin mengajakmu makan malam Chae.."

"nde?"

"Tapi setelah ini aku harus ke weekly idol.."

"Eoh.. Jadi oppa pengen dinner bareng aku?"

"Besok kau luang?"

"Arasseoo.. wae oppa?"

"Ayo kita jalan bersama.." Aku tersenyum.

"Arasseoyo.. Kapan kita terakhir kali jalan bersama?"

"Eummmb.. kapan kapan.. wkwkwk oppa tak ingat.." Aku tertawa.

Jingyo oppa menatapku dan aku balas menatapnya, kami bertatapan seperti biasa, tanpa perlu berkata dan kami pun tertawa bersama. Selalu seperti itu.

Faith And Peace (completed)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang