Jungkook sadar jika yang mengangkat telfonnya itu bukan gadis yang ia fikirkan saat ini. Kim Nayoung.
Perlahan barang berbentuk persegi pipih itu turun dari area telinganya, seakan tidak bisa berkata apapun air matanya mulai memenuhi pelupuk mata pria itu.
Kakinya melemas saat menginjak gas mobilnya, tubuhnya mengisyaratkan untuk menghentikan mobil itu.
Tapi hatinya mengisyaratkan lain.
Yang pria itu fikirkan saat ini dia hanya ingin melihat gadisnya, meskipun hanya berwujud sebuah abu.
__
Pria dengan setelan baju panggungnya tengah berlari kedalam sebuah rumah duka. Berat, mungkin itu yang dia rasakan saat ini.
Jeon Jungkook berlari putus asa tanpa menyadari pakaian yang ia kenakan saat ini.
Sudut matanya melihat banyak orang yang memakai pakaian hitam. Seorang wanita paruh baya terlihat duduk ditepi ruangan. Ditemani satu lembar tissue untuk menyeka air matanya. Wanita itu merupakan bibi dari Kim Nayoung, wanita yang merawatnya setelah kedua orang tuanya meninggal.
Sebuah foto besar bergambar wajah gadis itu tersenyum lebar. Dikelilingi oleh bunga bunga berwarna warni dan beberapa dupa yang menyala di depannya.
Pria itu terlihat berdiri dihadapan foto kekasihnya itu dan memberikan penghormatan terakhirnya. Sedikit lama.
Terlihat juga member groupnya dan manager mereka telah sampai di tempat itu. Berpakaian selayaknya saat menghadiri pemakaman.
Melihat magnae mereka yang sangat terpukul itu, membuat mereka menghampiri Jungkook perlahan. Bersama memberikan penghormatan terakhir mereka dan menenangkan Jungkook.
Hatinya merasa sakit saat melihat foto Nayoung terpajang dihadapannya. Sebuah situasi yang tidak pernah terfikir olehnya sama sekali.
Jungkook kemudian berdiri dan berjalan ketepi untuk duduk dan menyandarkan punggungnya didinding.
Mengambil secarik kertas yang ia kantongi sejak tadi.
Sebuah surat dari kado yang Nayoung berikan saat berkunjung ke agensinya waktu itu.
Dibukanya perlahan lipatan kertas itu.
HappyBirthdayJeonJungkook,, Uri Jungkook~ie sudah semakin dewasa sekarang.
Kautauakusangatbanggapadamu. Kau sudah mewujudkan mimpimu untukmenjadi penyanyi terkenalsepertisekarang, kaubekerjakerasberlatihsepanjangmalamuntukmemberikanpenampilanyangluarbiasa. Noonasangat sangat banggapadamuJeonJungkook.
Katakanpadakujikaadakalimatyangtidakkausukai. Aku akan memperbaikinya untukmu.
Saranghae,, JeonJungkook.
3 minggu kemudian,,,
“Jungkook~a kajja” panggil Park Jimin.
Jungkook segera berlari kecil keluar ruangannya. Tas punggungnya berisi penuh barang-barang yang akan ia butuhkan.
Ya, hari ini mereka akan memulai tour Jepang mereka.
Bertemu dengan fans Jepang yang sudah menunggu kedatangan mereka sejak lama.
Jungkook terlihat tersenyum saat melihat sepatu yang ia kenakan,sepasang sepatu timberland berwarna coklat pemberian Kim Nayoung yang terlihat sangat cocok dengan outfit yang ia kenakan.