Luka itu terjadi ketika mengetahui bahwa kenyataan tak seindah yang kita pikirkan
Luka itu seperti kopi tanpa gula
Terlihat manis tapi mengecewakan.**
Hari ini adalah hari terakhir ospek di kampus.
Semua mahasiswa baru bersiap siap menuju lapangan depan.
Shasa yang mengenakan pakaian berwarna putih dan rok hitam terlihat manis berbaris dipaling depan.
Tampak di sebelah kanan Shasa ada Ara dan sebelah kiri Shasa ada Anggi .Salah satu panitia ospek menunjuk salah satu mahasiswa baru untuk maju ke depan Agar menceritakan pengalaman ospek.
Namun, anak tersebut malu untuk maju. Dan akhirnya ditunjuklah Shasa untuk maju.
"Aduh gimana nih." Kata Shasa
" Ayo Sha kamu pasti bisa ." Kata Ara
" Ayo.. ayo.. ayo .. ayo .. " kata semua mahasiswa lainNamun, bukannya maju Shasa justru terdiam. Tijar yg berada di kejauhan pun langsung menghampiri dan memberikan semangat untuk Shasa. Dan akhirnya Shasa pun maju
**
" Hallo perkenalkan nama saya Shasa saya dari fakultas seni tari , pengalaman ospek saya yaitu saya pernah terlambat datang ospek dihari pertama dan itu rasanya malu banget karena disuruh kak Ella untuk tanda tangan ke Kaka ketua ospek yang baru saya kenal dan itu menjadi pengalaman saya agar kedepannya tidak terlambat lagi............." Kata Shasa panjang
Semua orang pun tertawa dan memberikan tepuk tangan atas keberanian Shasa menyampaikan
Lalu ia kembali kebarisan sambil menunduk malu
Semua mahasiswa pun gembira karena masa ospek telah selesai
**
" Raaa huaaahuaa tadi aku malu diliatin kak Tijar gara-gara diem gamau maju. Gimana nih kepikiran terus " kata Shasa
" Emang kenapa??? Gapapa kali Ra , malu ya diliatin orang yang disukain?" Kata Ara
" Sukain? Mana ada-,- orang baru kenal juga , tapi serius deh Ra aku tuh kaya pernah tau ka Tijar itu siapa." Kata Shasa
" Hayoloh kalian ngomongin apa, yuk pulang . " Kata Tijar
" Aduh kak Tijar bahaya kalo tau." Kata Shasa bisik bisik ke Ara
" Hayo hayooo apaan lagi tuh." Tanya Tijar
" Gak ada apa-apa kok kak." Jawab Ara dan Shasa kompak
" Ka, ga ajak Shasa pulang bareng??"
" Ini mau ajak, ayo Sha "
" Ngaco deh , nanti pacar nya marah loh . " Jawab Shasa
"Pacar? Hahahaha aku gapunya " jawab Tijar dalam hati
" Oh iya udah aku duluan ya, kalian hati- hati dijalan ku duluan ya." Kata Tijar
~~~~~~~~~
" Tuh kan bener Ra dia punya pacar " kata Shasa" Iyakan pacar kak Dinda kalo gak salah sih " kata Ara
" Ah masa iya , kak Dinda itu yang cantik bukan sii . " Tanya Shasa
" Iya haha ." Jawab Ara
Muka Shasa emang terlihat biasa saja tapi mungkin hatinya sangat cemburu dan sangat sakit walaupun baru saja kenal
**
20.00 Shasa masih memikirkan Tijar . Dia belum bisa menerima kenyataan bahwa Tijar memiliki pacar
Padahal dalam ucap Shasa dia tak menyukai Tijar.Sakit rasanya melihat orang yang ingin kita ketahui sudah memiliki pacar
**
Pukul 23.15 Tiba-tiba handphone Shasa berbunyi . Shasa yang sedang tertidur pun terbangun
Ternyata telephon itu hanya misscall dari seseorang tanpa nama. Shasa pun berfikir bahwa itu hanyalah orang iseng saja . Kemudian ia melanjutkan untuk tidur kembali.tidak lama handphone Shasa berbunyi lagi kali ini tidak misscall lalu Shasa angkat namun dia hanya terdiam. Karena tidak ada yang mau berbicara terlebih dahulu akhirnya Shasa pun menutup telpon itu kemudian memberikan pesan.Maaf ini siapa? Jangan mengganggu waktu tidurku, aku sudah lelah
5menit kemudian ada pesan masuk di hp Shasa.
Aku adalah penggemar berat mu, aku adalah masalalu yang akan menjadi masa depanmu. Aku menyayangimu love you hehe
Karena sudah mengantuk Shasa pun merasa bodoamat dan melanjutkan tidur. Sebelum tidur dia menuliskan Diary
"Dear diary, hari ini 14 Mei aku merasakan luka yang begitu dalam. Aku sudah bingung melihat Tijar seperti sosok dimasalahku dan hatiku lumayan sakit begitu tau kak Tijar punya pacar. Ditambah lagi ada yg SMS tidak jelas membuatku pusing ."
🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸Makasih udah baca jangan lupa divote , Share , Komen agar author bisa berkarya lebih leluasa lagi, Tunggu next part yaa . 🦄
Tygoogle.-Na

KAMU SEDANG MEMBACA
Believe Or Hurt
RomanceAku pernah terluka karenanya , tapi aku selalu ingin bersamanya . Inikah cinta? Atau hanya sekedar patah hati yang ingin aku lewatkan, mungkin juga karena keadaan yang memaksaku untuk mencintai seseorang . Aku rindu itu.