Votenya please,
MakasihSejak mengetahui kehamilan Muthia, mama dan ibu sering sekali kerumah Muthi tiap sore menunggu anak dan menantunya pulang kerja
Seperti sore ini Muthi dibanjiri oleh perhatian mama dan ibu nya
"Sayang, kamu tuh kalo kerja jangan capek capek ya.. sini mama pijitin "
"Iya nak, luruskan kakimu, biar ibu yang pijit "
"Ma,bu.. Muthi gak pegel kok jadi gausah dipijitin yaa. Kalo mau mama sama ibu aja yang Muthi pijit hem ?"
"Loh kok kamu yang mijit ? Gak usah"
"Oh iya nak gimana kehamilanmu ? Mual gak ? Pusing ?"
"Engga bu, alhamdulillah semuanya biasa saja"
"Bagus deh, mual muntah saat hamil itu gak enak banget rasanya"
Muthi hanya tersenyum untuk menanggapi
Malam harinya setelah makan malam Vian mengantar mama dan ibu kerumah mereka masing masing sementara Muthia dirumah bersama bi SumiSaat Alvian kembali, dan bertanya pada bi Sumi dimana Muthi ternyata Muthia sudah tiduran saja dikamar
Vian menghampirinya dan mengelus rambut sepunggung istrinya itu"Gimana kerjaan kamu hari ini mut ?"
"Em, sama saja. Tapi aku jadi males banget buat ngurusin kerjaan deh"
"Kenapa ?"
"Gak tau, rasa nya males banget"
"Bawaan baby kali ya ?"
"Masa sih ? Masa anakku pemalas ?"
"Haha ya gak gitu juga sayang"
"Ah sudahlah, kita tidur aja yuk"
Mereka pun mulai terlelap dalam pelukan malam yang dingin dan sunyi
Akhirnya Muthia memutuskan untuk Resign setelah kini kandungannya berusia 6 bulan, karena jujur saja Muthi sudah tidak sanggup lagi untuk bekerja tidak ada gairah sama sekali untuk bekerja, memang kehamilannya ini tidak ada mual sama sekali tapi justru rasa malas nya itu loh konsisten banget dari awal kehamilan sampai sekarang
Muthi dengan perut besarnya, menyambut Vian yang siang ini baru saja pulang dari tempat kerjanya. Seperti biasa Vian mencium kening Muthi lalu mencium calon bayi mereka melalui perut istrinya
Setelah santap siang mereka memilih untuk memberi makan ikan koi mereka di kolam belakang rumah"Kamu aja deh mas yang kasih makan. Aku males "
Muthi memberi makanan ikan itu pada Vian dan dia malah duduk di kursi yang disediakan disana
Vian ikut duduk bersama Muthi setelah beres memberi makan ikan tentunya"Sayang, kata orang sih ya kalo pas hamil males tuh berarti nanti anaknya laki laki mut "
"Masa ? Engga kali. Bisa aja perempuan "
"Orang orang bilangnya gitu mut, amin dong Mut aku kan pengen punya anak laki laki, kalo kamu maunya laki laki atau perempuan mut ?"
"Aku sih apa aja, tapi kalo bisa perempuan"
"Yah itu mah namanya kamu mau anak perempuan"
"Ya gitu deh "
"Kenapa mau perempuan? "
"Biar aku bisa dandanin dia nanti, aku mau rambutnya nanti aku kuncir yang lucu lucu gitu"
"Kalo lahirnya laki laki ?"
"Yaudah anak laki laki juga gapapa, kita buat rambutnya tetep panjang aja ya biar bisa aku kuncir juga "
"Haha pemaksaan"

KAMU SEDANG MEMBACA
The Perfect Family
General FictionKeluarga Impian ! keseruan sebuah keluarga kecil yang mungkin menjadi impian setiap keluarga lainnya ?