#7

4K 126 2
                                    


Bilma lucu sekali saat mengenakan pakaian overall berwarna biru muda lengkap dengan topi nya

Muthia, Alvian dan Bilma memang mau pergi ke rumah nenek nya Bilma, ibu nya Vian karena itu bayi tampan itu berpakaian rapi sekali dan membuatnya tambah lucu saja

Mereka pergi menggunakan mobil, Muthia memangku Bilma yang tidak mau duduk dan memilih untuk berdiri dipangkuan mamanya

"Adda dadadad "

Ya Bilma sedang senang sekali mencoba kata baru yang dia bisa sambil sedikit melompat lompat dipangkuan mama nya

"Apa si bil ? Seneng ya mau kerumah nenek ? Ketemu kakak Pia dan kakak Fiza ? "

"Hemm dadad "

"Hem ? Iya ? "

"Mama "

"Yaampun bil, yang ngajak ngobrol itu papa tapi kok yang dipanggil mama " ucap Vian yang sedih karena sampai sekarang Bilma belum memanggil papa sekalipun

Mereka sampai dirumah ibu dan bapak, dan tentu saja Bilma langsung di ambil oleh omu(om muda) nya, siapa lagi kalau bukan Erfan, adiknya Vian

....

Muthia, Vian dan yang lain sedang berkumpul diruang keluarga sambil menikmati teh hangat dan camilan

Saling mengobrol dan bercanda bersama
Tapi sedari tadi ada yang berbeda nih, Erfan terus saja menempel pada Muthi yang memangku Bilma sebenarnya sih niat Erfan dekat Muthi terus karena pengen deket terus sama keponakannya yang lucu itu, Bilma

Tapi Vian malah salah arti dan cemburu, Vian menjewer telinga adik laki lakinya dan menjauhkannya dari Muthia

"Duh kak ! Sakit tau ! Ngapain sih jewer aku segala " ucapnya sambil memegangi telinganya yang memerah

"Iya nih vian, ngapain adik nya dijewer gitu sih, kasian anak ibu"

Erfan bersembunyi dipelukan ibunya sementara Vian hanya menggeleng saja "gak papa, pengen jewer aja" jawabnya

"Mas Vian tuh emang gini bu, jangan kan sama adiknya sama anak nya sendiri aja nih ya kadang suka cemburu kalo Bilma nempel mulu sama aku"

"Engga, kamu pede banget sih mut. Siapa juga yang cemburu, engga kok. Gaada yang cemburu"

"Gengsi."

"Muthi "

"Apa ?"

"Ish"

Lalu semuanya tertawa melihat Vian yang tampaknya malu, bahkan Bilma pun ikut tertawa

.
.

Mereka sudah kembali kerumah mereka sendiri

Bilma sedang memakan pisang yang sudah Muthi keruk sebelumnya
Bayi tujuh bulan itu memilih untuk makan sendiri tanpa disuapi, tangan gembul miliknya meraih sendok biru kecil dan menyendokan ke dalam mangkuk kecil berisi pisang itu
Dia mengangkat sendok nya dengan cepat dan malah membuat bubur pisangnya tumpah kemana mana

"Yaampun Bil, berantakan nak"

Bilma tak menyerah dia kembali mencoba menyendok pisang itu lagi, kali ini dia berhasil dan mencoba memasukannya kedalam mulut tapi kenyataannya malah menyendokkan ke pipinya sehingga muka nya kini penuh dengan pisang

Muthi tertawa melihat Bilma yang sepertinya kesulitan sekali saat mencoba makan, andai saja Bilma ini sudah besar Muthi pasti udah marah marah karena dia sudah membuat rumah berantakan dan kotor

"Mammamammm muuuuuu" racau Bilma yang mulai kesal karena tak berhasil juga makannya

Dan....

Akhirnya bayi tujuh bulan itu membuang sendok ditangannya dan langsung mencomot,maraup, alias menggenggam bubur pisangnya dengan tangannya langsung

Bilma memasukan tangan kanannya kedalam mangkuk dan mencomot pisangnya lalu langsung memasukannya kedalam mulut dan menelannya

Saat pisangnya berhasil masuk kemulut nya, Bilma langsung tersenyum lebar sekali pada Muthi seolah bangga karena dia berhasil makan sendiri
Muthia tersenyum pada anak nya lalu mengapresiasi dengan sebuah kecupan untuknya walau sebenernya gereget banget ini ngeliat lantai,baju,meja penuh pisang karena ulah Bilma

"Assalamulaikum "

"Wa'alaikumsalam, eh mas.. tuh sayang papa pulang nak "

"Yaampun Mut, kok berantakan gini sih ?"

"Anakmu tuh gak mau disuapi, sok mau makan sendiri and then.. ini hasilnya "

"Ohaha dasar Bilma, nambahin kerjaan mama sama bi Sumi aja nih anak papa ya ?"

"Em pappa "

"Huh ?! Mut dia udah bisa bilang papa !! Mut akhirnya muuutt"

Muthia hanya tersenyum untuk menanggapi Alvian yang terlihat kelewat bahagia saat anaknya bisa memanggil nya dengan sebutan papa karena selama ini Bilma hanya bisa bercuap mama,dadad,mamam

"Papppa papa pa "

"Apa nak ?"

"Paaaaaa"

Bilma memberikan pisang yang ada di genggaman tangannya pada papanya seolah ingin menyuapi
Vian menerima suapan dari putranya itu, Bilma terlihat sedang mengawasi papanya dia penasaran dengan ekspresi papa nya tatapan Bilma seolah bertanya "bagaimana papa, pisang nya enak gak ?" padahal kan rasa pisang mah sama aja ya hheheheh

"Eumm yummyyy bil" ucap Vian sambil memejamkan mata dan geleng geleng seolah habis makan makanan terlezat di dunia

Bilma tersenyum, lalu kembali makan sendiri dan tentu mengotori sekelilingnya

.
.

Alvian sedang bermain bersama Bilma diruang keluarga, sementara Muthia masih dibersiap dikamar, dia baru beres mandi sore barusan

Ring ring

Ponsel milik Vian ternyata ada di meja nakas dalam kamar mereka, rupanya ada yang menelpon

Muthi mengambil ponsel suaminya itu, unknown number alias nomor tidak dikenal yang menelpon. Muthi membawa ponsel Vian dan memberikannya pada Vian

"Mas ada yang telpon "

"Siapa ?"

"Tidak tahu,"

Vian menerima telponnya dan meminta Muthi untuk menggantikannya menjaga Bilma yang sedang duduk di sofa sambil mengacak acak mainan nya

"Halo, Assalamualaikum?"

" ........ "

Entah apa jawaban dari sebrang telepon sana, entah siapa pula yang menelpon hingga membuat Vian tiba tiba menjauh dari Muthi begitu mendengar jawaban dari seseorang dibalik telepon dan memilih untuk menerima teleponnya di teras

Tidak sampai lima menit, Alvian sudah kembali lagi keruang keluarga sambungan teleponnya juga sudah dimatikan

"Siapa mas ?"

"Hem ? Bukan siapa-siapa. Salah sambung sayang "

"Oya ? tapi kenapa harus menjauh dariku ?"

"Menjauh ? Tidak, aku tadi terbawa langkah kakiku saja, tidak sadar sayang"

Sebenarnya, Muthia masih terasa mengganjal dengan jawaban Vian, tapi yaudah lah toh hanya salah sambung, Muthi juga gak mau nantinya malah seudzon sama suami sendiri

Bersambung

The Perfect FamilyTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang