16. Pasti

4K 280 9
                                        


"AYA SAYANGKU~ KELUARLAH KEMARI~
ADA SAYANGMU MENANTIKAN DIRIMU~!"

Jimin teriak-teriak gak jelas di depan pagar rumah Aya.

Aya ngebuka jendela kamarnya "BERISIK ANJAI! APAAN?!" Teriak Aya. "Ih... kasar banget. Akutuh kangen beb... Malah dikasarin. Belum nikah aja udah kasar. Apalagi besok nikah.. Huhuhuhu..." Kata Jimin.

Aya cuma masang muka flat. "Apa sih.." Kata Aya. "Jalan-jalan kuy. Aku mau ngomongin sesuatu." Kata Jimin sambil senyum manis. "Mager." Kata Aya. "Sini aku gendong." Kata Jimin. "Gamau. Tinggal ngomong disini aja gimana sih? Atau vidcall aja nanti. Masih pake seragam tuh. Besok masih dipake kan? HEH BESOK PILKETOS! PULANG DULU SANA GANTI BAJU! MANDI SEKALIAN!" Kata Aya.  "Nggak. Kita ngomong di luar. Sekarang." Kata Jimin yang mukanya mulai berubah jadi serius.

Takut muka Jimin jadi makin serem, Aya nurut dah tuh. Jimin pun ninggalin motornya di depan rumah Aya dan mereka berdua jalan-jalan muterin komplek perumahan Aya.

♡♡♡

Mereka jalan bersebelahan sambil gandengan. Eh ada warung. Berenti sebentar beli minum habis itu lanjut jalan. "Mau ngomong apa, Mas?" Tanya Aya.

Jimin diem sambil natap lurus ke depan. "Mas? Woy.." Gumam Aya sambil nyenggol lengan Jimin. Jimin nengok. Dia cuma senyum.

"Apa sih Yawla... Akutuh bukan cewek peka mas.. :')" Gumam Aya. "Hahah.. Iya iya. Cari tempat duduk yok." Kata Jimin. Aya ngangguk. Habis itu, mereka jalan ke taman bermain anak dan akhirnya duduk di ayunan.

Aya liatin Jimin terus sedangkan Jimin malah asik ngayunin ayunan yang dia duduki. "Woy! Katanya mau ngomong! Aku pulang lho nih!" Teriak Aya. "Hahahahah... Kamu donk yang ngomong.." Kata Jimin sambil masih ngayunin ayunannya. "Lah.. Kok saya, Pak? Yang tadi katanya mau ngomong siapa ya? Kan saya udah bilang saya bukan cewek peka, Pak." Kata Aya.

"Gak mau ah... Nanti aja. Aku masih mau sama kamu. Kangen...  Tadi aku gak nganterin sih... Jadi pulang sendiri deh kamu, Yank~" Kata Jimin. "Ehh... tadi gak pulang sendiri ya? Hmm... Dianter kan yak?" Kata Jimin sambil berhentiin ayunannya.

DEG

"K... Kok tau?" Tanya Aya. "Mampuss.. Jangan marah plisss.." Batin Aya. "Ohhh... Tadi ada yang liat terus bilang ke aku. Hehehe. Kok gak ngabarin aku kalo udah sampe rumah?" Kata Jimin sambil berdiri habis itu deketin Aya. "Ohh... Anu... Takutnya kamu masih sibuk di sekolah, Mas. Takut ganggu." Kata Aya.

"Lahh kan ngechat aja gapapa. Nanti juga aku baca." Kata Jimin sambil megangin tali ayunan Aya. "Hmm.. Iya... Besok lagi aku kabarin." Gumam Aya. Jimin senyum.

"Dianter siapa tadi?" Kata Jimin. "Ohhh... Itu temen SMP aku. Gak sengaja ketemu di halte. Yaudah dianterin." Kata Aya. "Oooh... Kata Seulgi anak cowok." Kata Jimin. "Iya..." Kata Aya. "Ganteng?" Tanya Jimin.  "Aduh.. pertanyaan apa ini?!" Batin Aya. "Uhmmm.. Iya.." Kata Aya. "Kamu pernah suka?" Tanya Jimin.

DEG!

"Wadddooooo.... JUJUR APA BOONG NIH?!" Batin Aya. "Uhmmm...." Gumam Aya lama. "Pasti jawabannya iya." Kata Jimin. Aya garuk kepalanya habis itu ngangguk pelan. Jimin hembusin nafasnya.

Habis itu, dia jongkok di depan Aya. "Kamu sayang aku kan?" Jimin senyum sambil megangin tangan Aya.

DEG!

Tangan Aya jadi dingin karena gugup. Tapi tangan Jimin anget banget. Aya ngangguk sambil senyum. "Jangan suka sama yang lain ya? Inget janji kita lhoo.." Kata Jimin kaya anak kecil. Aya ketawa kecil. "Hihihi... Iya iya..."  Kata Aya.

"Satu lagi.."

Jimin berdiri dan habis itu,

Chuup~

Salah Pegang [Park Jimin] [COMPLETE]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang