Chapter 9

0 2 0
                                    

Kuhela napas sebelum akhirnya membuka pintu asrama Super Girls.
Asrama ini memang tidak sebesar milik Perfect Ten, mungkin karena jumlah membernya tidak terlalu banyak. Berbeda dengan milik Perfect Ten yang merupakan sebuah rumah dengan taman di belakangnya, sedangkan asrama Super Girls berada di apartemen star city lantai 12 yang terletak di kawasan Gwangjin. Apartemen dengan ukuran luas, dilengkapi 4 kamar tidur, 2 kamar mandi, dan ruangan khusus untuk Tv & Dapur.

Aku kembali teringat akan hari pertamaku menginjakkan kaki ke asrama ini kemarin. Tidak ada yang mau menerimaku di kamar mereka, kecuali Moon Jieun. Dia memang member yang kulihat sebagai sosok lembut yang tidak banyak berpengaruh.
Selain jieun, semua member kompak bersikap seolah aku tidak terlihat. Mereka. Berbagi cerita-cerita seru dan tertawa tanpa memedulikan keberadaanku di sekitar mereka. Hanya 1 menit aku bertahan di ruang Tv, duduk bersama mereka, mendengar setiap cerita, lalu pamit kembali ke kamar.

Pintu terbuka dan keadaan asrama kosong, sepertinya mereka belum kembali. Ku dengar dari manager kim, mereka sedang syuting Talk Show.

Ponselku berbunyi, menandakan sebuah pesan singkat diterima.


'Sudah tiba di asrama? Apa mereka memperlakukanmu dengan baik?'

Aku tersenyum sejenak membaca pesan singkat dari Jongwoon. Baru saja berpisah, rindu kembali merayapiku. karena ada jadwal tampil malam ini, pesta penyambutanku tadi tidak berlangsung lama. Jongwoon berjanji untuk mengirimiku pesan singkat ketika ia telah tiba di studio tempat mereka akan syuting, dan ia pun menepatinya.

'Sudah. Mereka sangat baik denganku^^ oppa, semangat!'

Aku tidak berniat untuk membohonginya. Tapi juga tidak ingin dia terlalu mengkhawatirkanku. Selama ini hubungan Perfect Ten dengan Super Girls juga sangat baik dan aku pun tidak ingin merusaknya. Kurasa aku masih bisa menanganinya.

"Hyuna, bertahanlah! Ini hanya awal dari perjuanganmu! Suatu saat mereka pasti akan menerimamu!" seruku sambil merentangkan kedua tangan tinggi-tinggi, berusaha menyemangati diri.

Aku tidak pernah berpikir bahwa Direktur akan menempatkanku sebagai member tambahan dalam girlband populer seperti Super Girls. Tentu saja hal ini menjadi tekanan tersendiri bagiku. Bagaimana tidak, debut sebagai solois atau girlband baru tentu lebih mudah, karena hanya perlu melakukan promosi dari awal debut itu sendiri. Tapi, bagaimana jika harus debut sebagai member tambahan?

Para member saja menolakku. Bagaimana aku harus mengadapi para fans Super Girls yang dikenal dengan nama SGs? Belum lagi para anti-fans!
Perasaan ini seperti seorang murid pindahan di sekolah baru. Seperti saat pertama kali bertemu Perfect Ten. Sama seperti pertama kali menginjakkan kaki di kelas training SIV ENTERTAINMENT. Yah, segalanya memang perlu proses perkenalan. Wajar saja mereka menolakku. Bukankah ketika awal bertemu Perfect Ten, mereka juga tidak serta merta menerimaku? Tapi aku berhasil membuktikan bahwa mereka kini bahkan menyayangiku sebagai keluarga besar Perfect Ten. Dan aku yakin, dengan berjalannya waktu dan niatku untuk mendekati mereka, member Super Girls pasti akan dapat menerimaku juga.

Yah, aku harus optimis!

Kini, tidak ada lagi Jongwoon yang akan selalu ada di sisiku memberikan sihir menenangkan jika aku terjatuh. Aku hanya perlu menguatkan diri dan bergantung pada niat besar untuk meraih impianku.
Tiba-tiba saja sebuah ide melintas dipikiranku, kenapa tidak kucoba jurusku dalam menarik perhatian Perfect Ten? Aku mengangguk setuju dengan pemikiran sendiri, dengan langkah ringan, aku pun berjalan menuju dapur untuk mengecek stok di kulkas.


Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: May 29, 2018 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

SUPER GIRLS [REVISI]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang