#19 : A Piece of Memory

1.6K 145 25
                                        

❤❤❤

" Naruto-kun..." panggil lembut seorang wanita paruh baya yang tak jelas gambaran wajahnya mencari keberadaan bocah pirang yang sedang bersembunyi darinya. " Awas yaa, Jika Naruto-kun tertangkap.Obaa-san akan menggelitik Naruto-kun sampai Naruto-kun tidak bisa berhenti tertawa.." tambahnya sambil berjinjit mencoba mencari keberadaan bocah yang sedang bermain petak umpat dengan nya.

Sementara di bawah Meja, Naruto mendekap bibirnya agar suara kikikan nya tak terdengar dan ia tak ditemukan. Namun selang beberapa saat wajah seorang wanita tiba-tiba berada di hadpan nya sontak hal itu membuatnya terkejut " Ketemu !!! "teriak wanita itu senang sambil mencoba meraih Naruto dan langsung menggelitik Naruto.

"A-ampun... Hihihi... hentikan ...." Ucap Naruto sambil menggeliat mencoba melepaskan diri. " Ampun.. hihi... Kaa-san ampun..." tambahnya sambil terus menggelitik.

"Ora ? kau memanggilku dengan sebutan Kaa-san lagi ? " Ucapnya di buat terkesan marah, namun jauh di lubuk hatinya Wanita paruh baya itu senang saat Naruto menganggapnya sebagai ibunya. " Minato-sama pasti akan marah jika mendengar hal ini,Panggil aku Obaa-san." Titahnya sambil mencubit gemas idung mancung Naruto.

" Ibuku memang ada dua !!" Serunya Naruto saat ia berhasil melepaskan diri." Kaa-chan dan Obaa-san, kalian Ibu Naru... wleeee" tambahnya sambil menjulurkan lidah dan berlari.

Seakan berteleportasi, Naruto yang sebelumnya masih sulit mengucapkan beberapa kata dan memahami sesuatu. Tiba-tiba merasa jika waktunya tertarik oleh sebuah dimensi yang menunjukan ingatan nya beberapa tahun setelah ingatan sebelumnya terputar secara tiba-tiba.

Naruto bersembunyi di balik pintu kamar milik kedua orangtuanya, ia cukup mengenal jelas sosok pria pirang berfisik hampir sama dengan nya, namun sosok wanita yang sedang berdebat dengan ayahnya itu seakan buram dan tak memiliki wajah.

Naruto Pov.

Aku tak bisa melihat wajah wanita yang bersama dengan ayahku, namun aku bisa meyakini diriku sendiri bahwa wanita yang berada di hadapan ayah itu merupakan Ibuku. Terlihat jelas jika pundak nya bergetar, sementara ayah beberapa kali menarik nafas kasar dan mengusap wajahnya. Satu hal yang tak sempat ku pikirkan saat itu, mengapa mereka bertengkar ? apa yang mereka pertengkarkan ? dan saat itu aku hanya bisa menonton seakan aku sedang menyaksikan acara film yang pernah ku tonton.

" aku sudah memberikan semua hal yang kau inginkan, aku berpura-pura tuli saat Ibumu mencaciku, aku berpura-pura buta saat Ibumu menyudutkanmu untuk bersama wanita lain hingga akhirnya aku harus melihat pria yang sangat kucintai mengucap janji dihadapan tuhan dengan wanita lain. Tapi kumohon, jangan bawa-bawa Naruto kedalam penderitaan yang terbentuk karena keserakahan ibumu. Dia belum cukup umur untuk memimpin perusahaan, bocah 9 tahun tahu apa tentang hal seperti itu.. " Teriak wanita yang berhadapan dengan ayah.

" Aku sudah mencoba berbicara pada Ibu ! tapi dia bersikukuh untuk mebawa Naruto dengan nya, ia ingin Naruto mempelajari perusahaan sejak dini agar dia terbiasa. Kaa-chan tidak akan membiarkan Shizune merebut Perusahaan dan menjadikan anaknya Kakashi sebagai penerus Namikaze Corp, Kaa-san ingin darah dagingku yang menjadi penerus perusahaan ini..."

" Itulah sebabnya ! karena keserakahan Ibumu ! jika seperti itu seharusnya dia menjodohkanmu dengan wanita single yang tak harus membawa anak dari pernikahan sebelumnya ! jika bukan hanya sekedar ingin mengusirku keluar, seharusnya Ibumu memikirkan matang-matang sebelum ia menerima tawaran pernikahan dan kerjasama bisnis itu ! Naruto tidak harus menderita seperti ini.. dia masih kecil.. aku ingin dia hidup bebas, menikmati masa kanak-kanak nya... jika Aku harus pergi sesuai dengan keinginan ibumu, akan ku lakukan. Aku akan pergi dari sisimu dan Naruto, tapi aku mohon jangan buat Anakku harus menderita seperti itu..hiks..aku mohon Minato, aku memohon kepadamu, bukan sebagai wanita yang kau sayangi dan menyayangimu, bukan sebagai Istrimu, bukan pula sebagai nyonya Namikaze. Tapi sebagai Kushina Uzumaki yang merupakan seorang Ibu, seorang Ibu sepertiku memohon kepadamu, biarkan Naruto bebas..." lancang wanita dihadapan ayah yang berani memotong ucapan ayahku hingga akhirnya bersujud di bawah kakinya.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Jun 04, 2020 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

A Song For YouCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang