#3 : Angel without wings

1.6K 121 2
                                        

" woy ! Hinata. apa yang kau lakukan disana ? Tsunade-san tidak akan bisa mendengarmu jika kau tidak masuk dan menemuinya, dia sedang berada di belakang dan..."

ucapan Naruto terhenti saat melihat wajah sembab Hinata, baju kumel dan kaki yang Hinata yang berdarah tanpa alas kaki.

" Apa yang terjadi ?!" teriaknya panik dan menghambur keluar dari kamarnya untuk menemui Hinata.

Naruto bergerak secepat yang dia bisa, sebelum menemui dan memastikan keadaan Hinata, Naruto mampir ke dapur untuk mencari Tsunade.

" Tsunade-san, Ada Hinata di depan. Dan melihat penampilanya, sepertinya sesuatu telah terjadi." Ucap Naruto saat mendapati Tsunade dan beberapa pembantu yang lain yang sedang asyik memotong sayur-sayuran.

Tanpa memperdulikan yang lain Tsunade pergi menghambur meninggalkan pekerjaanya dan Naruto mengekor di belakangnya.

"Hinata !" seru Tsunade saat melihat Hinata yang jongkok sambil memeluk tubuhnya yang penuh dengan luka." Astaga ! Apa yang terjadi padamu ? Kemana alas kakimu ?"

"Tsu-tsunade-sama, Cepat. Kita Harus cepat... Hana ! Ibunya memakan tumbuhan berduri, sepertinya dia berencana untuk bunuh diri ! Ayo, kumohon selamatkan dia " Ucap Hinata panik sambil menarik-narik tangan Tsunade agar cepat pergi bersamanya untuk mengecek kondisi ibu dari anak kecil yang sudah di anggapnya adik.

" tunggu, Kau harus tenang. Kita harus mencari Kazao untuk mengemudikan mobil, kita harus membawanya ke klinik, dan kita pasti akan membutuhkan kendaraan."

"K-kalau begitu.. A-aku akan mencarinya."

Sebuah lengan kokoh menghentikan langkah Hinata, Naruto menahan Hinata hendak mengucapkan sesuatu.

"Ku-kumohon Naruto-sama, jangan sekarang. Aku harus mencari Kazao dulu, Hana sedang menunggu kita!!"

" jangan panik dulu Hinata, kau tidak perlu mencari supir yang bisa mengemudikan mobil itu. Aku yang akan mengemudikan ya." Ucap Naruto sambil menatap Tsunade, mengisyaratkan jika dia mampu mengemudikan mobil dan meminta kunci mobilnya.

" kita tidak punya banyak waktu, Ayo.." ucap Tsunade sambil melempar kuncinya pada Naruto.

Hinata mengikuti Tsunade, mereka duduk di belakang, dan Naruto di biarkan duduk sendiri di depan sepert supir.

Mereka sampai di gubuk kecil, dimana Hana sedang mendekap tubuh ibunya Sayori.

Tsunade berlari mengambil alih tubuh wanita paruh baya yang sedang terus memuntahkan darah segar dari mulutnya. Tsunade memeriksa denyut nadi dan beberapa langkah pertolongan pertama.

Hinata langsung memeluk Gadis kecil yang sedari tadi menangis, pelukan Hinata mengerat saat tangisan Hana semakin menjadi, mencoba menenangkan gadis kecil itu.

Naruto menatap iba pada Hana dan terbesit rasa kagum melihat Hinata sangat mencurahkan rasa sayangnya pada orang lain.

" Ini buruk. Naruto-san bisa tolong bantu aku mengangkat tubuh wanita ini ? Kita harus cepat-cepat membawanya ke klinik desa yang berada cukup jauh dari sini." Pinta Tsunade setelah melihat kondisi mengenaskan warga yang selalu ia tolong.

"Serahkan padaku." jawab Naruto

Naruto menggendong tubuh lemah Sayori sambil di ikuti Tsunade, Hinata dan Hana yang di gendong Hinata.

Selama perjalanan tidak ada orang yang mau membahas tentang apapun, Tsunade hanya berbicara sebagai petunjuk arah ke tempat yang akan mereka kunjungi.

Setengah jam perjalanan waktu yang di perlukan oleh mereka untuk sampai di klinik satu-satunya di desa ini.

Tubuh ringkih Sayori langsung di pindahkan ke ruang tindakan dengan beberapa dokter dan Tsunade pun ikut serta dalam melakukan tindakan menyelamatkan nyawa Sayori, hingga hanya tersisa Naruto, Hinata, dan Hana yang masih berada dalam gendongan Hinata

A Song For YouTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang