Hard for me

5K 280 24
                                        

Pasang mulmednya donk..
Happy reading chingu

Rose bangun di pagi yang cerah ini. Rose beranjak dari kasur dan pergi ke kamar mandi.

"Jimin~sshii?"ucap Rose mengetuk pintu kamar Jimin.

Mungkin masih tidur.. kemarinkan Jimin mabuk -batin Rose.

Rose berjalan menuju dapur. Membuat sarapan untuknya dan Jimin.

Gubrak..

Suara pintu kamar terbanting. Dan yang membantingnya adalah Jimin.

"Waeyo?? Apa harus pintu itu dibanting eoh?!" Ucap Rose setengah berteriak karena kaget.

Jimin hanya berlalu melewati Rose yang kaget. Jimin pergi kekamar mandi, setelah siap Jimin pergi ke dapur.

"Cha..kajja makan"ajak Rose pada Jimin.

"Ani aku akan makan di sekolah bersama Seulgi saja.."ucap Jimin meninggalkan Rose di dapur.

Rose menahan rasa geramnya. Tapi apa jika ia marah semua akan baik baik saja?? Tentu tidak.

Rose meletakkan sarapannya ke dalam kotak makan. Setelah siap Rose menyusul Jimin yang ada di garasi.

"Jimin~sshii.. apa kita bisa berangkat bersama??"tanya Rose. Sebenarnya Jimin tak suka jika Rose ikut tapi.. supaya orang tua mereka tidak ragu.

"Huft.. naiklah" ucap Jimin datar.
Rose merasa senang dan dengan segera duduk di kursi sebelah pengemudi.

Di perjalanan semua terasa sunyi tak ada satupun yang ingin membuka percakapan mau pun mendengarkan percakapan.
Setelah beberapa menit mobil tersebut berhenti di sebuah tempat. Tempat yang Rose tidak ketahui tempat siapa itu yang pasti itu rumah.

Jimin tiba tiba mengambil ponselnya dan menelpon seseorang.

"Pagiii changi.. cepat keluar aku sudah menunggu mu"

'Ne..tunggu 10 menit lagi ne..saranghae changi'

"Ne..nado"

Tutz

Jimin memutus kontaknya.

"Bisakah kau pindah?? Seulgi akan duduk disana kau duduk di belakang saja"husir Jimin pada Rose.

"Oh..nne"ucap Rose segera turun dari kursi depan ke kursi belakang.

"Annyeong changi...... dan Rose?"ucap Seulgi bingung karena ada Rose yang ikut.

"Anyeong changi.."balas Jimin sambil meraih tangan Seulgi.

Chuuu

Jimin mengecup punggung tangan Seulgi. Rose sekali lagi melihat adegan yang memanaskan hatinya. Ia hanya bisa terdiam membeku akan apa yang dilakukan namjanya pada yeoja lain.

Ulangin mulmednya lagi donk..biar gak sunyi:) ulangi setiap udah habis lagunya ya..♥

Jimin dan Seulgi selalu bercanda dan tertawa sepanjang perjalanan. Sedangkan Rose.. yeoja itu menyendiri di kursi belakang. Rose merasa seperti orang ketiga antara sepasang kekasih.

"Jimin~aahh kau tampan sekali hari ini"ucap Seulgi mencubit pipi chubby Jimin.

"Kau juga cantik changi"goda Jimin pada Seulgi bukan Rose.

Its hard for me...

"Ooh.. aku sampai lupa ada Rose"ucap Seulgi menengok ke arah Rose.

"Ani..jangan pikirkan aku...lanjutkan candaan kalian tadi, oh iya! Jimin~sshhi bisakah kau hentikan mobilmu.. aku ingin naik taksi saja"pinta Rose

"Kau yakin Rose??"tanya Seulgi.

"Ne"ucap Rose berusaha mengulas senyum di wajahnya.

"Ne..arraseo"ucap Jimin santai walau dalam hatinya Jimin merasa marah akan perbuatan Rose.

Jimin menepikan mobilnya di pinggir dekat sebuah halte. Rose turun dari mobil Jimin. Jimin segera pergi setelah Rose turun.

Saat lampu merah Jimin melihat Rose yang menangis di halte dekat sana lewat spion mobilnya. Kebetulan halte itu dekat dengan lampu merah.

Hati Jimin goyah melihatseorang yeoja menangis. Ingin Jimin hampiri Rose namun ia kurungkan niatnya saat melihat seorang namja datang dan memeluk Rose.

Akh!! Kenapa sakit sekali rasanya eoh?! Kenapa aku tiba tiba lesu. -batin Jimin saat melihat adegan Rose dan namja itu.

"Jimin~sshhii... waeyo??lampunya sudah hijau"ucap Seulgi memecah lamunan Jimin.

"Ah..ani nan gwechanayo"ucap Jimin melajukan mobilnya.

Rose pov
Aku turun dari mobil Jimin setelah apa yang kulihat tadi. Itu sangat menyakitkan.
Setelah Jimin dan Seulgi pergi meninggalkan ku di halte tersebut. Air mata yang sudah ke bendung dari tadi akhirnya pecah seketika.

Apa salah ku eoh?!

Kenapa aku harus merasakan ini semua??

Apa aku harus batalkan semuanya??

Hiks..

It's hard for me..

Aku terisak sambil memikirkan semua yang baru saja terlintas dipikiranku. Tiba tiba..

Greep

Ada seseorang yang memelukku dan itu adalah Jungkook. Namja yang selalu ada disampingku saat aku sedih.

"Tenanglah Rosie..kuatkan dirimu"ucap Jungkook

"Ah..gomawo jungkook~aahh hiks"ucapku

"Kajja ke kampus bersama sama"ajak Jungkook.

"Ne.."ucapku

Di kampus

Aku sampai dikampus bersama Jungkook. Aku langsung menuju kekelas,aku tidak menghiraukan panggilan dari Jimin saat aku melewati kelasnnya.

"ROSE!!" Teriak Jimin padaku tapi aku tidak hiraukan.
Tiba tiba Jimin menarikku ke rooftop kampus.

"Wae?"tanyaku datar saat di rooftop. Untuk apa aku baik padanya kalau ia membuatku menangis terus.

"Apa yang kau lakukan dengan lelaki itu hah?"ucap Jimin.

"Nugu?"tanyaku datar

"Apa kau mulai berani denganku eoh??"bentaknya mencengram lengan atas ku.

"Untuk apa aku takut! Jika kau tidak takut bermesraan didepanku!! Bahkan dwngan yeoja lain..aku tidak kuat walau hanya baru 2 hari tapi.."ucapanku terpotong karena Jimin memelukku.

'Mianhae..aku cemburu'ucap ku dalam hati




...


To be continue

Guys lagu nya bagus gak itu author yang nyanyi loh!:)
Gak. Itu OST lagu rich man poor woman
Ituloh drama yg di peranib Suho Exo.
Nonton kuy. Dijamin suka..:);)oke dont forget comment and vote chingu

《JiRose》Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang