Pagi ini Bella datang ke rumah Nata karena mereka janjian pergi ke salah satu pusat belanja di Jakarta yaitu mall. Tapi sedari tadi Bella menelpon Nata namun tidak di angkat juga dengan pemiliknya. Bella sudah mulai gerah menunggu Nata yang tidak mengangkat telponnya, sehingga dia melajukan mobilnya ke rumah Nata. Salah satu alasan Bella pergi dengan Nata juga karena Bella ingin menceritakan kejadian kemarin kepada Nata.
"assalamu'alaikum tante" sapa Bella ke bunda Nata setelah dia masuk ke rumah Nata.
"eh wa'alaikumsalam sayang" jawab bunda Nata.
"Natanya mana tante? dari tadi aku telponin gk di angkat-angkat" jelas Bella.
"kayaknya Nata di kamar, dari tadi juga belum keluar-keluar. Mungkin masih tidur, tante gk bangunin karna dia juga lagi halangan"
"oalah yaudah tante aku bangunin ya" izin Bella.
"iya sok atuh dibangunin, kalau dia gamau bangun juga siram pake air" saran bunda Nata.
"astaga tante hahaha ntar kasurnya basah"
"hahaha ya suruh Nata beresin"
"yaudah tan makasi sarannya" kata Bella masih dengan sisa ketawanya berjalan ke arah kamar Nata.
Bella sampai di depan pintu kamar Nata lalu membukannya, disana dia sudah melihat seorang gadis tertidur pulas dengan badan yang berputar 180 derajat dari posisi aslinya. Rambutnya juga berantakan dan muka yang hmm tidak bisa di kondisikan lagi.
'oke gue kerjain lo mampus aja, siapa suruh disuruh tidur cepetan malah nonton drakor 1 season udah tau mau pergi' batin Bella dengan senyum smirk miliknya.
Bella mengambil hp di dalam tas nya lalu memfoto nya. Tidak lupa dia memasukan ke instastory miliknya dengan caption 'wew cantik-cantik tukang molor' Bella juga menge-tag intagram Nata.
Setelah melakukan rencananya dengan baik, Bella menepuk-nepuk pipi Nata.
"Natt..Nata..Nataaa..Natashaaaaaaaaa...Natasha reywisss" berbagai macam Bella memanggil Nata hingga nama panjangnya disebut.
Tapi Nata tak kunjung bangun juga, dan ide jail terbesit lagi di kepala Bella.
"WOY KEBO! BANGUN NAPA!!" teriaknya keras, keras sekali dan itu persis di telinga Nata.
Lalu Nata terbangun dan langsung berdiri sambil memegangi telingannya yang kesakitan diteriaki
Bella.
"kampret lo Bell! sakit tau!" marah Nata dengan mata yang masih sedikit terpejam.
"kalau mau marah, matanya dibuka dulu neng" sahut Bella sedikit tertawa.
"Bell!!!"
"lagian elo dibangunin gk bangun-bangun kan kita mau pergi" jelas Bella.
"oh iya gue lupa hehe, yaudah deh ntar gue beliin starbucks yang elo pengen dari kemarin"
"seriusss??" tanya Bella.
"hooh beb"
"good kalo gitu sering-sering aja lo begini, biar semua yang gue mau terkabulin" kata Bella yang langsung di lemparin bantal oleh Nata persis di depan muka nya.
"enak aja lo bayi kecoa!"
"wlee biarin! udah ah ayo cepet siap-siap!!"
"iya bawel udah ah sana keluar!" perintah Nata.
"okee" jawab Bella seraya keluar dari kamar Nata.
Akhirnya setelah 20 menitan Bella menunggu Nata keluar dari kamarnya. Dia berjalan kearah Bella dengan membawa sepatu yang akan digunakannya sekarang.
KAMU SEDANG MEMBACA
Hello You
Ficção AdolescenteKepercayaan, kepercayaanlah yang menjadi salah satu kunci dalam sebuah hubungan. Copyright©2018-All Rights Reserved by noriy_
