With love

1.3K 131 5
                                        

Shani membawa Gracia ke taman belakang kampus yg terlihat sepi.
Hanya ada keheningan diantara mereka berdua,Gre tidak berani memulai percakapanya hanya melihat punggung Shani dari belakang

"Mana hp loe?"Tanya Shani tanpa menoleh sedikitpun

"Eh"kaget Gre belum bisa mencerna ucapan Shani

"Mana hp loe"kata Shani untuk kedua kalinya tetap dengan posisi yg sama

"I-iya"
Gre pun menyerahkan handphonenya kepada Shani.Ntah apa yg dilakukan gadis itu dengan handphonenya karna dia pun tidak tau.
Shani pun berbalik dan hanya melirik sekilas kearah Gre.

"Mana hp gue"kata Gre menengadahkan tangannya kearah Shani seperti anak kecil yg meminta uang jajan.Shani berjalan melewati Gre yg sedang menghentak2an kakinya sebal

"Nyebelin bangett,,pengenn gue jadiin sate tuh org"batin Gre dengan tangan seperti ingin mengunyel-unyel sesuatu.

"Nanti pulang gue balikin"Shani pun terus berjalan tanpa merasah bersalah
****
Sepenjang dosen menjelaskan materi Gre sama sekali tidak mendengarkan.
"Woyy!!"teriak seseorang didekat kuping Gracia

"Aninnnn!!"Teriak Gre rasanya telinganya mau pecah akibat Anin

"Hahahaha muka loe"tawa Anin pecah setelah mengerjai Gracia

"Bisa-bisa budeg gue lama-lama temenan sama loe"
"Nin yg lain mana"lanjutnya melihat ruang kelasnya tidak ada mahasiswa/i kecuali dirinya dan Anin.

"Kelas udah bubar 10 menit yg lalu kali,,loe gk diapa-apain sama kak Shani-kan tadi ?"tanya Anin bertubi2,sedangkan Gre hanya menghela nafasnya

"Gk sih,tp hp gue yg disita,loe sih hp gue deh buat ganti rugi"kata Gre sambil menopang dagunya dengan tangan

"Kak Shani itu memposana sih ya,tp gosipnya sih dia itu nakal Gre,suka mainin perasaan orang yg suka sama dia gitu,banyakk deh lagi Gre"cerita Anin.

"Tp kenapa gue berpikir kak Shani itu baik"batin Gre

"Udah yuk,udah gk ada kelas mending loe ikut gue liat anak-anak futsal cewek main"

Mereka berduapun keluar sambil bercanda bersama
"Itu Frans"tunjuk Gre

"Dia kayak berantem sama kak Shani deh"kata Anin melihat mereka seperti berdebat,tiba2 Shani melangkah menuju mereka dengan tanpa senyuman

"Nih hp loe"Shani menyerahkan handphone Gracia,tp Gre hanya terpaku ditempat sambil menatap Shani

"Gre"bisik Anin menyenggol lengan Gre

"Eh iya"setelah tersadar Gre mengambil handphonenya dari tangan Shani.
"Angkat kalo gue telfon loe"setelah berkata seperti itu Shani pun berlalu dari hadapan mereka.

"Gue ngerasa disekitar kita kyak gak ada udara deh nin,habisnya tegang banget"kata Gre bernafas lega setelah Shani berlalu.Frans langsung menghampirinya

"Gre ingat jgn berurusan sama orang kayak Shani"peringat Frans

"Iya Gre"Anin ikut menimpali ucapan Frans itu

"Iya gue gk bakalan deket2 sama dia kok"
"Nin gue pulang aja ya capek,lo sma Frans aja"lanjut Gre

"Biar gue anterin"

"Gk usah Frans"Kata Gre berlalu dari hadapan mereka berdua
*****
Gracia duduk melamun sambil menunggu taksi dihalte,sambil melihat mobil dan motor yg berlalu lalang yg tak pernah berhenti pikirnya.
karna saking asyiknya melamun dia tak menyadari ada yg duduk disampingnya

"Jgn ngelamun"
Gracia pun menoleh dan mendapati seniornya yg tengah menatap lurus kedepan dengan tampang datarnya itu

"Kak Shani kok disini?"Tanya Gracia pasalnya dirinya tadi sendirian duduk disini.

"Nggk blh"

"Idih serem banget sih,jadi merinding deh"batin Gre mengusap-usap tengkuknya.Shani yg melihat hanya menaikkan satu alisnya

"Kenapa loe"

"Kok loe serem banget sih kak,bikin gue takut tau"kata Gracia dengan polosnya.Shani yg mendengar hanya menggelengkan kepalanya tidak habis pikir apa yg dipikiran gadis disampingnya

"Loe pikir gue setan"kata Shani menatap Gre dengan tatapan seperti ingin menelan hidup-hidup

"Hehehe"Gracia hanya tersenyum lebar melihat Shani seperti itu
"Bukan gue yg bilang loh kak,kak Shani sendiri yg bilang"lanjutnya tanpa merasa bersalah sama sekali

"Loeee!!"kata Shani geram sambil menunjuk muka Gracia,setelahnya dia menghela nafas susah ngomong dengan orang aneh pikirnya.Shani hanya memperhatikan Gracia yg sedang menunduk tangannya terulur untuk menyentuh dagu Gracia agar menatapnya

"Eh"Kagetnya langsung menepis tangan Shani dari dagunya

"S-s-orry"kata Gracia gugup ketika Shani hanya diam sambil menatapnya

"Gue antar loe"setelah mengucapkan seperti itu Shani berdiri,Gracia masih saja duduk dengan gelisah sambil menggigit kukunya mungkin gugup.

"Gue gk suka penolakan"kata Shani langsung menarik tangan Gracia menuju mobilnya yg tak jauh dari halte itu.

"Aduhh kok gue gugup ya"batin Gre melihat tangannya yg ditarik oleh Shani.








*****

With LoveTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang