Shani terbangun dari tidurnya.Nafasnya sangat memburu dan keringat terus mengalir dari pelipisnya.
"Mamaa.."lirih Shani.Dia pun beranjak dari tempat tidurnya menuju balkon kamar.Hawa dingin mulai menusuk hingga ke tulang,Shani melihat bintang-bintang yg terlihat lebih bersinar diwaktu dini hari seperti ini.Pikirannya terus berkelana kemana-mana mengabaikan rasa dingin yg semakin menusuk.
"Shani kangen mama"kata Shani berbisik dengan dirinya sendiri,semakin mencengkram pada pembatas balkon kamarnya.Matanya terus menerawang bintang-bintang yg tengah bersinar itu.Dia merasa sendiri.Dirinya merasa rapuh tanpa ada seorang ibu disampingnya.
Tanpa sadar airmata mengalir dari matanya,tapi langsung dihapus Shani dengan kasar.
-----------
Shani mengerjapkan matanya perlahan,sinar mentari mulai masuk melewati celah-celah gorden kamar Shani.
Shani bangun dari tidurnya dan mengecek ponselnya,ntah kenapa setelah melihat ponselnya membuat Shani terlihat bergegas pergi ke kamar mandi.
POV Shani
Aku langsung bergegas keluar kamar setelah mandi dan berpakaian tentunya.Ntah kenapa aku pengen ketemu Gracia cewek yg bawel banget menurutku,tapi aku suka.
Aku segera menuruni tangga rumah dengan tergesa-gesa biar cepat juga ketemu Gracia.
"Shanii"
Seketika aku menghentikan langkahku ketika melewati ruang tengah.Aku sampai lupa masih punya seorang Ayah.
"Kenapa"
"Papa mau bicara sama kamu"
Apa yg harus dibicarain lagi,semua udah beda dari keluarga ini.Ntah disebut apa keluargaku ini.
"Nggak ada yg harus dibicarakan lagi"Ucapku terus melangkah keluar,tanpa menghiraukan Papa yg tengah memanggilku,aku udah nggak peduli
********
Shani menatap seseorang yg tengah asyik bercanda,rahangnya mengeras seperti menahan emosi,tangannya mencekram stir mobil begitu erat.Ntah kenapa pemandangan didepannya membuat dirinya mendidih.Setelahnya Shani keluar dari mobilnya dan menghampiri seseorang yg tengah bercanda itu.
"Ekhmm"dehem Shani ketika berada didekat orang itu.
"Loh Shan,kok loe bisa disini"tanya Frans bingung,pasalnya seorang Shani yg terkesan cuek bisa menghampiri mereka berdua.
"Gue jemput loe"Shani hanya menatap Frans sekilas,kemudian dia langsung menarik tangan Gracia.Tapi langsung ditahan oleh Frans.
"Loe apa-apaan,gue yg jemput dia duluan"kata Frans menarik tangan Gracia.
"Sakitttt tau"ucap Gre menarik tangannya dari Shani dan Frans.
"Gue jemput loe duluan Gre"Frans menarik tangan Gracia menuju mobilnya,Gracia hanya pasrah saja dan tetap mengikuti Frans.Gracia menatap Shani yg tengah menatapnya dengan tatapan yg sulit diartikan.Kemudian Shani masuk ke dalam mobilnya.
"Gre loe jangan dekat-dekat dengan Shani"ucap Frans ketika mereka sudah didalam mobil,Gracia yg mendengar itu langsung menoleh.
"Loh emang kenapa?? Kak Shani baik kok"kata Gracia merasa bingung.
Frans menghela nafasnya,"Dia bukan orang yg baik"
Gracia memejamkan matanya sebentar."Loe nggak bisa mencap seseorang itu baik atau nggak,emang loe sudah sepenuhnya baik"
"Gre..."
"Mending loe jemput Anin aja"ucap Gracia langsung turun dari mobil Frans.Frans hanya mengusap mukanya kasar
"Arghhhh!!"Teriak Frans memukul stir mobilnya.
-------------------
Shani langsung menghampiri Gracia,karna dirinya belum beranjak dari tempatnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
With Love
FanfictionAku mencintaimu tp aku bukan orang yg baik-Shani Gk peduli apa kata orang aku tetap mencintaimu-Gracia
