Tasya melirik jam di dinding. Sudah jam 12 malam lewat. Sudah terlalu malam juga.
“Lebih baik, kusudahi dulu saja perkerjaanku.” Gumam Tasya. Tasya mematikan laptopnya. Mengemasi semua barang yang berserakan di mejanya dan bergegas pulang.
Tangga sangat gelap. Aneh juga jika ia menaiki lift sendirian. Tasya menunggu agak lama di samping pintu lift.
“Loh, mba Tasya kok belum pulang?” Office Boy, Mas Aan menyapanya.
“Saya takut naik lift sendiri. Mas Aan bisa nemenin saya?” Tanya Tasya.
“Ohh, boleh. Ayo. Saya juga mau ke lantai dasar kok”. Keduanya memasuki lift. Tasya menekan tombol lantai bawah.
Entah mengapa, bulu kuduk Tasya tiba tiba meremang. Tasya berusaha tak menatap pantulan cermin di depannya.
Mas Aan mengejutkannya. “Kenapa, mba? Kok dingin gitu?” Tanyanya.
“Cuma kedinginan, Mas.”
Dan, keduanya diam lagi. Angin pelan berhembus. Meniup tengkuk Tasya.
“Kenapa perasaanku tak enak begini?”.
Tiba tiba lampu lift mati. Lift berhenti di tengah jalan.
“Astaghfirullah. Tolong! Tolong! Siapapun bantu kami!” Tasya berteriak sebisanya. Mas Aan menatapnya aneh. Tangannya mencengkeram leher Tasya.
“A-akh.. k-kenap-kenapa? Le-lepasin!” Tasya mulai kehabisa oksigen. Lehernya terasa terbakar. Tasya berontak, mencoba melepaskan cengkraman keras di lehernya. Semua kembali terang.
“Kami menemukan mayat Bu Tasya di dalam lift dan tanpa kepala. Mayat itu seperti tewas tanpa sebab yang jelas. Coba perhatikan rekaman cctv ini,”
Di monitor, terlihat jika Tasya tak mati dibunuh Aan. Tasya mengambil pisau lipat di tasnya. Dengan gila dia menggorok lehernya sendiri.
Tapi, anehnya, kenapa kepala Tasya hilang?
Dan bukannya Tasya ada bersama Aan?
“Coba kita tanyakan sama office boy 3 yang baru itu. Siapa namanya? Ehm, Risko, Aldo, sama Dito.”
Polisi dengan kedua rekannya menghampiri ketiga ob baru tersebut.
“Apa kalian membunuhnya?” Tanya polisi itu.
“Aku tak tahu apa apa tentang pembunuhan ini. Aku pulang jam 16.07 kemarin.” Jawab Risko.
“Kasihan sekali Bu Tasya mati mengenaskan. Aku tak melakukannya juga.” Sela Aldo.
“Aku juga tak tahu apa apa. Aku bahkan kemarin mengambil cuti.” Dito juga ikut menjawab.
Begitu tahu siapa pelakunya, polisi langsung menangkap salah satu dari mereka.
Siapakah pelakunya???
KAMU SEDANG MEMBACA
Creepy Stories
Mystery / ThrillerSHORT STORY ABOUT HORROR, THRILLER, AND RIDDLE I HOPE U LIKE WITH MY STORY :) # 2 Horror # 2 Creepystory # 3 Creepystory
