penghianatan

311 24 5
                                    

"kagura bangun woi!!! "

"ugh...... Aku masih ngatuk"

"baiklah kalau kamu mau tidur lebih lama aku akan tinggalkan kamu "

"eh..... Kejam aku kan hanya mau tidur 5 menit lagi" sambil mengucek gucek matanya kagura berdiri dari tempat tidur nya.

"sana mandi "

"iya iya sensei"

Gintama hanya bisa menbuang nafas panjang.

"gadis itu "

"sensei aku lupa sabun" ucap kagura sambil keluar dari kamar mandi

"woi kau gila yah kagura kau tidak memakai apapun"

Kagura lalu melihat tubuhnya dan

"kyaaaaaaaaaaa"

"jangan lihat!!! " tteriak kagura sambil melemparkan semua barang ke arah gintama

"woi ini rumahku"teriak gin sambil menebas semua barang yang datang kearahnya

1 jam kemudian

"dasar jadi berantahkan, inilah yang tidak aku sukai dari wanita "

"habis sensei sendiri yang tidak siapkan sabun"

"itu semua gara-gara kamu juga yang tidak memakai handuk!! "

"cepat mandi dan aku akan menbawamu ke rumahmu"

Mendengar ucapan gintama kagura langsung saja memakai bajunya

"AYO!!! " teriak kagura sambil menbanting pintu

"gila nie cewek,bisa bisa rumahku hancur"

Kagura langsung saja memasuki mobil

Gintama hanya bisa geleng -geleng kepala

Akhirnya mereka berangkat

.
.
,
,
,

"gadis itu tak akan kumaafkan, aku akan cek kerumah nya pasti dia ingin pulang, kalau sudah disana bakal banyak masalah"

"hei sougo kau mau kemana? " ucap hijikata yang mengikuti sougo dari belakang

"kau kenapa ada disini!!! "

"aku baru saja selesai patroli, kupikir kr rumahmu"

Sougo cuma meperlihatakan wajah datar

"aku pijam motormu" ucap sougo sambil mendorong hijikata.

"anjirrr lu mau bunuh gua, apa gak lihat ini jalanan"

"biarkan saja "

"aku pergi dulu ada urusan lain yang harus aku selesaikan"
Sougo langsung meluncur dengan kecepatan gila

"woi!!!!  Itu motor gua!!!" teriak hijikata yang tidak akan pernah didengar sougo

"anak itu"

Dikediaman yato

Kagura mengetuk pintu besar itu

"permisi ada orang "

"kagura percuma kita sudah 1 jam di tempat ini"

"kalau begitu "

Blakkkk.... Pintu besar itu terbuka setelah apa yang dilakukan kagura ya dia menghancurkannya

Tetapi didepan pintu kami melihat banyak sekali mafia yang sudah megarahkan pistol kearah kami

"hei kagura lebih baik kita lari saja"

"tidak mau ,aku ingin bertemu ayah"

"maaf saja tuan tidak ingin bertemu dengan siapapun termasuk anda"

"kalian tidak punya hak untuk melarangku, aku putri dari keluarga ini"

"perintah tetap perintah "

"apaanya perintah, kagura memaksa untuk melawan semua mafia tersebut"

"hei kagura kau gila yah"

Kagura tidak mengubis perkataan gintama dan melawan semua mafia itu

Karna tidak ingin hanya melihat gintama akhirnya menbantu kagura

"gadis ini sungguh gila, dia tidak takut mati" pikir gintama

Setelah beberapa saat

Mafia-mafia tersebut di tumbangkan

"huh...... Melelahkan juga"

"kau gila ya kagura "

"kenapa? "

"masih bilang kenapa,kau sudah menbunuh banyak pegawal dari rumahmu sendiri"

"pok.... Pok.... "

"wah lihat Ada penberontak disini" ucap seseorang sambil bertepuk tangan

"kakak"

"kau Harus mematuhi apa Yang ayah Sudah lakukan"

"aku tidak terima hal ini"

"apa hak mu"

Kagura mendengar ucapan kakanya hanya bisa diam

"tentu saja aku punya hak" teriaknya

"kalau begitu perlihatkan dirimu seperti apa didepanku "

"kalau kau bisa melewatiku, kau aku akui sebagai hak untuk keluarga yato"

"cih"

"akan aku landenin dirimu kaka berengsek"

Gintama tidak percaya jika akan ada pertumpahan darah antar saudara

"aku harus bagaimana???, @@@/6$5'"

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Aug 13, 2018 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Love in a letterTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang