part 2

1.4K 142 4
                                        

Aku tak menghirau kan perkataan yoongi,karna tanpa di sadari sudah mau sore aku pun mandi dan bersiap untuk latihan wawancara besok,padahal aku baru latihan tapi diriku ini sangat gugup entah kenapa rasanya gugup,tapi aku tidak boleh menyerah jika ingin diterima,karna ku dengar ST park,sekarang perusahaan yang sedang maju

Tak terasa aku latihan begitu keras dan lama,sampai seorang pelayan ada yang memanggilku untuk makan malam,akupun langsung turun menuju ruang makan dan disana sudah ada ayah,kakak dan ibu tiri ku

"Hai selamat malam sayang"sapa ayahku

"Malam ayah"sapaku balik

"Ayo kemari dan makan kakak dan ibumu sudah menunggu"ajak ayahku

Ayahku adalah seorang yang baik hati,begitupun mendiang ibuku,hanya saja ayahku lebih keras kepala.jujur saja aku belum bisa menerima kehadiran ibu baruku padahal sudah berpuluh-puluh tahun lamanya,aku hanya menerima yoongi,karna dia telah banyak menolongku

"Baik ayah"jawabku dengan nada lembut

"Ahh tidak apa-apa kami belum lapar benarkan yoongi"ucap si ular itu

"Maaf tapi aku tidak mau munafik,aku sudah lapar sedari tadi"-savage-

"Yak yoongi"bentak si ular

"Why?aku hanya berkata jujur"ucapnya menegaskan

Rasanya aku ingin sekali tertawa karena sikap yoongi,bagiku ini adalah hal yang lucu

"Ah,maaf atas sikap yoongi"ucap si ular kepada ayahku

"Tidak apa-apa,mungkin itu efek lapar,sudah ayo kita makan"ucap ayahku
"Jennie kau harus banyak makan agar kau tidak kurus ya"lanjut ayahku dan menyuruhku

"Nee appa"ucapku pelan

Setelah selesai makan aku langsung ke kamar,merebahkan diriku di kasur dan memainkan ponselku dan memandang foto-foto orang yang sangat berharga bagiku,siapa lagi jika bukan ibuku,sesungguhnya aku tidak tahu kemana ibuku sebenarnya,ada yang bilang ibuku pergi karna ayahku selingkuh,dan ada yang bilang,ibuku mati saat kecelakaan,akupun mendengarnya dari para pelayan aku tidak tahu mana yang benar,tapi jika saja ibuku masih hidup,aku mempunyai keinginan untuk bertemu dengannya walau hanya sekali dan jika ibuku bisa mendengarkan kata hatiku kini aku akan mengucapkan "ibu aku merindukanmu"

Sudah lama ku pandangi foto ibuku dan Tak terasa air mata jatuh kepipiku,akupun langsung menghapusnya,dan karna aku mengantuk akupun langsung bergegas tidur

Author pov

Jennie mengantuk dan tertidur,ia lupa tidak mematikan hapenya

Cklek....suara pintu terbuka

Kini orang yang membuka pintu sedang berdiri di depan pintu memandangin wajah damai milik jennie yang tengah tertidur
Dan berjalan mendekati ranjang milik jennie

--

"Selamat tidur sayangku"ucapnya menarik selimut kearahku dan mengecup keningku sekilas

Pria itu melihat ke arah ponsel jennie yang masih saja menyala,dan mengambilnya

Saat pria itu melihatnya terpampang jelas foto orang yang sangat ia rindukan,ia sayangin bahkan ia cintai

"Kau masih belum bisa melupakannya ya jennie,maafkan appamu ini tidak bisa memberitahukan kemana ibumu sebenarnya,jika sudah tepat waktunya aku akan memberitahukannya padamu"ucapnya dan berjalan meninggalkan kamar jennie dan saat di pintu ia mengucapkan

"Maaf,dan have a nice dream my baby"

Ayahnya jennie memang masih melihat dan menganggap jennie adalah bayi yang baru lahir kemarin

Love ScenarioTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang