Kelas Sebelah

688 16 0
                                    

   "Rif, abis ini temenin aku ya". Tegur teman sebangku ku, "Anterin kemana Wan?", Namanya Iwan, Umur 18 tahun, lebih tua 2 bulan dari aku, "Ke perpus ngembaliin buku". Aku yang fokus sama pelajaran, aku cuma mengangguk aja."Ngangguk aja Rif?". "Iya iwan, aku lagi fokus sama pelajaran nih". Sambil menoleh ke arahnya. "Heheheheeh... Iya maaf".

  "KRIINNNNGGGGGGGGGGGGG...." Bunyi bel tanda istirahat berbunyi."Ok anak2, jam istirahat udah berbunyi, kita lanjut besok lagi, dan jangan lupa PRnya di kerjakan",Ibu guru menyudahi pelajaran."Ehhh wan emang kamu pinjem buku apa sih kemaren?", aku bertanya pada Iwan yang sibuk merapikan buku2nya. "Buku novel Rif, emang kenapa?" dia berbalik nanya. "Gak apa2 sih Wan, cuma emang apa harus sama aku ke Perpusnya?".
"Ehheheeh aku cuma butuh kamu buat nemenin aku di Perpus aja Rif". Aku mengernyitkan dahi, sambil menatap Iwan. "Pasti mau liat adik kelas yang cakep2 nih anak"  Batinku.

  *****

Aku baru sadar, tumben banget Perpus rame hari , tapi mendominasi Adik2 kelas. Agak sedikit malu juga sih, "Wan hari ini banyak juga ya, yang keperpus?", aku berbisik sama Iwan, "Hehehehehe aku ngajak kamu tuh biar kamu lihat ini Rif", sialan si Iwan, benar dugaan ku tadi, pasti ada maksut yang terselubung, "Dasar kamu Wan" sambil masang muka kesel padanya, Si Iwan ini emang hobi banget liatin siswa2 cantik ntah itu dari adek kelas, temen sekelas, atau kakak kelas, semua dia sukai, emang dasarnya dia play boy. Tapi meskipun dia play boy, dia punya wajah yang ganteng, manis, maskulin, cowo cool. Tapi dia belum pernah aku liat bahwa dia pacaran, tapi dia sedang ngejar satu cewek, tepatnya kakak kelasnya, Oh iya kita masih kelas 2 SMA, tepatnya di SMAN 1 TONGAS, "Hehehehehe..." dia ketawa nyengir,

Saat aku sedang asik2ny baca novel, konsentrasiku di buyarkan sama anak cowok, belum pernah aku lihat dia, "Wan, kamu kenal gak sama anak itu", sambil sedikit menunjuk ke arahnya, "Gak Rif emang kenapa?", Iwan heran, "Enggak sih cuma aku gk pernah liat sebelumnya, apa dia anak baru ya?", aku bertanya sama Iwan lagi, "Ohh iya aku baru inget kalo dia anak baru Rif, dari kelas sebelah", pantesan dari kemaren aku emang belum lihat dia sebelumnya,"Dari sekolah mana dia Wan, tau gak?"

"Gak tau Rif, tapi katanya sih dari SMK, gak tau tuh dari SMK mana", sambil pura2 baca buku padahal dia ngliatin cewek2

Sambil melihat dari kejauhan anak itu, dia terlihat manis, putih kulitnya, dan pakaiannya rapi, meskipun punyaku juga rapi tapi lebih rapi punya dia, aku perhatiin dengan seksama tubuh dia, kayaknya dia lebih pendek dari aku, pipinya mulus tidak nampak noda sedikitpun padanya, banyak temen2 yang cakep sih, tapi entah kenapa cuma dia yang beda dari yang lain. Mungkin karena dia merasa bahwa aku sedang memperhatikannya, dia pun melirik ke arahku, dan akupun cepet2 buang muka, agar dia tidak mengetahui kalo aku sedang memperhatikannya.

"Wan, kamu tau nama dia siapa?" aku bertanya sama Iwan, tapi tidak digubrisnya, "Wann..." sambil aku melambaikan tanganku di depan mukanya. Dia pun tersadar "Ehhhj iya Rif kenapa?", sambil sedikit kaget," Kamu di tanya dari tadi, malah bengong"

"Iya mau tanya apa Arif cakep" sambil menggodaku

"Gak usah gitu, aku tanya kamu tau gak sama anak itu?"

"Owwhhhhh itu... Gak tau, emang kenapa pengen tau tentang dia, jangan2 kamu suka lagi sama dia?",

Sambil menepuk punggung Iwan "Ngaco kamu, aku masih normal kali, aku pengen tau emang salah?"

"Ya gak sih Rif, kenapa gak tanya langsung aja,sekalian kenalan gitu" sambil kedip2 matanya

"OOOGAHHHH!!"

*****
Kringggggggggg Kringggggggg!!
Bel tanda masuk kelas udah berbunyi, "Rif ayo udah masuk nih" sambil menarik lenganku, "bentar2, ini mau ngerapihin buku2 dulu"

"Jangan lama2 Rif, keburu ntar guru masuk kelas", sambil dia menarik2 lenganku lagi, "Iya ini udah selesai, ayo dahh".
Kita pun pergi ke kelas.

"Ehhhhh Rif, kita mampir dulu ke toilet ya, mau buang air dulu bentar"

"Iya tapi jangan lama2 keburu telat"

Akupun menunggu dia yang sedang buang air di depan toilet, tak selang berapa lama anak baru itu melintas, "Permisi mas" dia sambil senyum lewat di depanku, senyumannya begitu manis, "Ehhh kamu sini". Aku memanggilnya sebelum dia jauh, "Iya mas ada apa ya?" dia menuju ke arahku, dia dari deket terlihat begitu manis. "Kamu anak baru ya, boleh kenalan?",

"Iya mas gak apa2"

"Nama kamu siapa?" Aku bertanya sambil menjulurkan tangan

"Saya Febri Aringga"

"Namaku Arif Syatriya, dari kelas XI  IPA 3" sambil senyum khasku

"Salam kenal mas, saya dari XI IPA 1" Kitapun saling bersalaman.

"Iya sama2, ya udah lanjutin, ntar kamu telat lagi" sambil senyum padanya

"Mas sendiri ngapain di sini?

"Lagi nunggu teman, ke toilet" sambil menunjuk ke arah toilet,

"Ohhh ya udah mas, saya duluan ya", dia pergi ke kelasnya.
Tak selang berapa lama Iwan selesai, "Lama banget ke toiletnya, ngapain aja sih?",

"Udah2 kita pergi aja, kita udah telat" sambil meninggalkan aku di belakang. Lalu kitapun pergi ke kelas.

Bersambung...

Lollypop (Arif dan Febri)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang