Ketahuan?

168 3 0
                                    


14.00 wib

Waktu belajar udah selesai dan aku masih terbaring di UKS ini. Si Iwan juga belum balik, Di UKS aku cuma di temani sama Bu Guru penjaga UKS dan ada juga anak cewe itu yang sakit perut, kulihat dia udah gak sakit lagi dari tadi tapi dia masih tidur disini. Tak berapa lama Iwan datang dengan membawa tasku. Sungguh teman yang baik, "Gimana Wan? Apa ada PR?" sambil bangun dari tempat tidur. "Ya elah Rif, masih mikirin PR aja?, seharusnya aku yang nanya kamu gimana apa udah baikan?". Sambil duduk di kursi sebelah tempat tidurku. "Bukan gitu Wan, itu kan tugas kita, kan bentar lagi kan akhir semester aku takutnya ada tugas yang kelewat" jelasku.

"Ada sih Rif" jawabnya

"Tugas apa Wan?" Tanyaku.

"Tugasnya beliin aku makanan, udah laper nih"

"Yee kirain tugas apaan, kamu kan tadi udah banyak makan Bakwan sekantung lagi, masa udah laper aja?" Jelasku.

"Hehehehehehe kan tadi cuma camilan Rif, ya udah emang kamu gak mau pulang nih" Ajaknya.

Kemudian Ibu Guru penjaga UKS menghampiri kami. "Udah selesai ngobrolnya?, soalnya UKSnya mau Ibu kunci apa kalian mau tinggal disini, lagian Sinta udah pergi barusan, tinggal kalian nih" Peringatan dari Ibu Guru. "Iya Bu, ini juga udah selesai kok".

"Kamu gimana Rif, apa udah baikan?. Kayaknya kamu masih lemes gitu, nyampe rumah istirahat ya" Ibu Guru menyarankan.

"Iya Bu, ini udah mendingan kok, makasih ya Bu". Jawabku.

"Kalo mau berangkat sekolah lain kali sarapan dulu ya, biar gak ke ulang" peringatnya lagi.

"Iya Bu, Ya udah Bu kami pamit dulu". Sambil salim cium tangan padanya.

"Iya udah hati2" jawabnya.

Kami pun pergi ke parkiran sekolah, terlihat sudah mulai sepi, hanya tinggal beberapa motor disana kurasa itu anak yang sedang ikut Extrakurikuler.

"Rif kamu yakin bawa motor sendiri?" cemasnya Iwan.

"Iya yakin Wan, gak apa2 kok"? Jawabku.

"Yakin Rif?" Imbuhnya.

"Yakin Iwan" sambil meyakinkan Iwan. Setelah itu aku bersiap2 memakai helm dan mulai menyalakan motor. Setelah aku keluar dari parkiran kulihat ada seorang anak, dan sepertinya aku kenal.

Ternyata itu Febry sepertinya sedang menunggu seseorang, lalu akupun mengahampirinya. Seraya menawarkan tumpangan.

"Feb, lagi nunggu siapa?" tanyaku mengejutkannya.

"Ehhh maaf siapa ya?" sambil terheran, maklum aku tidak membuka kaca helm ku.

Akupun membuka kaca helm "Lagi nunggu siapa?" tanyaku lagi.

"Ohh Mas Arif, ini lagi nunggu yang jemput" jelasnya.

Lalu akupun menawarkan. "Ya udah sama aku aja lagian rumah kita searah, dari pada kamu nunggu lama disini".
Sejenak kulihat dia berpikir. "Iya udah deh mas, boleh". "Ya udah naik". Dia pun naik ke atas motorku, kemudian Iwan nyusul kami, "Ehhh aku duluan ya Rif" sambil melambaikan tangan.

"Yoi Wan hati2" Balas lambaian.

Lali kami pun melajukan motor untuk pulang.

Di atas motor agak lama kita gak ngobrol, lalu akupun memberanikan diri untuk membuka obrolan. "Ehh Feb, yang jemput siapa emang?" tanyaku.

"Ohh yang jemput sih Kak Dafa, tapi kayaknya dia sibuk sampe lama gitu" jawabnya.

"Ohh Kak Dafa" imbuhku. Lalu kami pun terdiam kembali.

"Mas, aku boleh pinjem buku Biologinya gak yang semester 1, LKS" tanyanya.

"Ohh ada kok, emang buat apa, kan sekarang udah semester 2?" tanyaku balik.

"Soalnya materi yang semester 1 aku kan gak tau, tadi aku mau pinjem sama temen kelupaan, jadinya mumpung ingat ini." jelasnya.

"Ohhh gitu ya udah ntar aku cari". Lalu akupun melajukan motor ke rumahku bersama Febri.

Di depan Rumah ada mama yang sedang mau keluar. "Mau kemana Ma?" sambil cium tangan. "Salam dulu Arif" jawab Mama membuatku malu di depan Febri. "Assalamualaikum ma, Mama mau kemana?" tanyaku lagi. "Mama mau ke kantor dulu sebentar soalnya ada berkas yang ketinggalan tadi. Dan ini sepupunya Dafa kan?" sambil menatap Febri, "Iya tante" sambil salim dan cium tangan. Maksunya cium tangan mertua. Astaga mertua kan belum jadi pacar. "Ohh, mau kerja kelompok sama Arif?" tanya Mama. "Gak kok tan, cuma mau pinjem buku aja" jelas Febri. "Ya udah tente pergi dulu ya, maaf gak bisa nemenin, Arif buatin minum ya, Mama mau pergi dulu" sambil pergi dengan mobilnya.

"Mama kamu wanita karier Mas" tanya febri

"Iya Feb, katanya sih buat tambah2 aja, udah di paksa buat berhenti sama Papah tapi Mama gak mau, ya udah, iya in aja sama Papah, Mama orangnya gak suka di paksa soalnya." Jelasku dengan anggukan kepala oleh Febri. Kami pun masuk ke dalam rumah dan ke dalam kamarku pastinya.

Lalu akupun melempar tas ke kasur dan terus mencari buku yang di butuhkan Febri.

"Kamar kamu luas juga ya Mas" tanyanya. Aku hanya berdeham mengiyakan sambil mencari buku.

"Mas kamu udah punya pacar?".

tanyanya tiba2 membuatku sedikit kaget.

"Gak kok, Gak ada, masih jomblo" jawabku.

"Ohhhh, masih jomblo?. Sebelumnya udah pernah pacaran gak Mas?" Tanyanya lagi.

"Pernah sih, tapi putus gara2 dia pergi tanpa sebab" jelasku.

"Mas suka cowo kan?"

Aku membelalakkan mata terkejut. "Ehhh gak ya aku masih normal" jawabku gugub mengenai pertanyaannya. Lalu dia menghampiri ku yang sedang mencari buku yang dari tadi gak aku temukan. Dia membalikkan badanku dan menatap wajahku. Kita saling menatap cukup lama.




Bersambung...

Insyaallah bakal up cepet mengejar waktu buat sekuel selanjutnya.

Vote please

Lollypop (Arif dan Febri)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang