History

30 11 5
                                        

Setelah menunggu lama, akhirnya yang di tunggu-tunggu pun turun dari kayangan, eh maksudnya dari kamarnya.

Manda turun dari pijakan pijakan tangga tersebut dan menghampiri Dio yang sudah menunggunya dilantai bawah.

Dio menatap Manda dari kejauhan yang akan menghampiri dirinya, takjub itulah yang bisa Dio katakan sekarang mengenai penampilan Manda, membuat Dio tidak mengedipkan matanya beberapa menit.

Menurut Dio hari ini Manda cantik pake sekali dengan memakai baju samaan dengan dirinya yaitu kemeja kotak-kotak, hanya saja beda modelnya dan Manda menggunakan celana levis kulot yang menambah kesan hits dan sempurna. Rambut Manda ia ikat kuda dan memponikan sisanya.

"Maaf nunggu lama ya?" ucap Manda

Diopun sadar kembali ke dunianya, dan melihat Manda yang sudah berada dihadapannya.

"Gak papa, udah biasa kok gue nungguin lo yang lama ini," ucap Dio mengacak poni Manda

"Lo mah, gue udah rapi, lo berantakin poninya."

"Abisnya lo cantik banget, Man. Sampe terpesona gue liatnya."

"Emang gue cantik."

Bukannya blushing kaya cewe cewe lainnya, Manda malah makin percaya diri, Dio hanya memutar bola matanya malas dengan kepercayaan diri Manda

"Jangan cantik cantik Man, nanti banyak yang suka lagi, selain gue."

Manda tertawa sejenak mencerna perkataan Dio.

"Apaan si Yo, lebay banget si."

"Yaudah, cuss kita berangkat tar keburu sore."

"Bentar pamit dulu sama mamah."

Manda menghampiri Lianna yang sedang berada di dapur itu.

"Eh anak mama udah bangun?" ucap Lianna melihat Manda yang berjalan kearahnya

"Udah ma, Manda izin mau pergi sama Dio ya."

Dio pun ikut menghampiri Manda untuk meminta izin Lianna.

"Iya tante, izin mau nyulik Manda tante," ucap Dio dengan cengiran khasnya.

"Masa mau culik bilang-bilang dulu sih nak Dio." Lianna juga ikut terkekeh dengan kelakuan Dio itu.

"Hehe gak papa tante, biar berkah."

"Yaudah mama izinin, tapi jangan sampe malem ya pulangnya."

"Siap 45 tante."

Manda dan Dio pun meninggalkan Lianna setelah mendapatkan izin pergi.

Manda masuk ke mobilnya Dio yang pintu penumpangnya dibuka kan secara eksklusif oleh Dio untuk Manda.

Alayers batin Manda

Sesudah membuka kan pintu penumpang untuk Manda, Dio mengelilingi mobil depan dan masuk ke dalam mobilnya.

Di dalam perjalanan, mereka tidak ada yang mengobrol semuanya sibuk dengan urusannya masing-masing, Manda yang sibuk dengan ponselnya dan Dio yang fokus menatap jalanan didepannya.

"Diem diem bae nih."

Akhirnya Dio memecahkan keheningan antara dirinya dan Manda.

Manda hanya berdehem tanpa melihat kearah Dio dan masih fokus ke ponselnya itu.

"Lagi apa si Man, so sibuk gitu?"

"Gak lagi apa-apa kok."

Akhirnya Manda pun bersuara,dan menyimpan ponselnya ke dalam slingbag berbentuk bunga daisy itu.

StarlightTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang