5

34 5 1
                                        

"Udah pada kumpulkan" ucapku sambil memeriksa teman-temanku satu per satu.

"Udah, kamunya saja yang lambat" ucap Agatha sangat ketus. Aku membalasnya dengan senyuman.
Tidak apa-apa aku sudah terbiasa dengannya.

"Baiklah, kita langsung berangkat" ucapku memimpin anggota OSIS yang lain untuk memasuki mobil yang sudah dipesan online.

Sekitar 20 menit perjalanan. Kami sampai di Rumah Sakit Kartika dimana tempat Baron dirawat. Kamar 202 itu kamar Baron.

"Farah" ucap Agatha kaget. Semua yang ada disana kaget karena keberadaan Farah yang tiba-tiba.
Dia hanya tersenyum sinis menatapku dan Agatha dengan nyalang. Sambil mengelus rambut Baron yang sedang tertidur.

"Ngapain kamu disini" ucap Agatha dengan nada tidak suka. Jelas saja siapa yang tidak suka saat pacarnya didekati orang lain.

"Kenapa memangnya, ada masalah" ucapnya dengan alis terangkat. Merasa tertantang atas uacapan Agatha.

"sudah-sudah, di sinikan kita mau jenguk Baron" ucapku melerai mereka. Tidak enak karena Baron sedang tidur.

"Apaan sih kamu"ucapnya sinis dengan menampilkan tatapan tidak suka. Aku membalasnya dengan senyuman yang tak kalah lebar.

Kelopak mata Baron perlahan terbuka, karena mendengar suara bising di ruangannya.

"Baron,kamu sudah bangun"ucap Agtha senang sambil mendekati kasur Baron, yang ditanya hanya diam.

Matanya menatap sekeliling. Sampai mataku dan matanya saling bertatapan. Aku tersenyum tipis.

"Pergi kamu!!" ucapnya histeris saat menatapku.

Semuanya keheranan dengan sikap Baron yang seperti itu. Ada apa dengan Baron. Aku mengerutkan dahi.

"Baron,kamu kena--" ucapanku terpotong karena teriakkannya.

"Pergi kamuu!"teriaknya histeris sambil melemparkan bantal ke arahku dengan brutal.

"Kamu dengarkan, sekarang kamu pergi" ucap Farah dengan nada kelewat sinis.

Aku menunduk lalu bejalan ke luar. Aku terkekeh pelan.

Tujuanku sekarang adalah menunggu lalu pulang.

***
Aku pulang dengan senang karena sepulang dari rumah sakit. Aku melakukan hal menyenangkan untuk melepas penat.

"Siapa lagi" ucap ibu tiba-tiba. Aku tidak mengerti apa yang ibu bicarakan jadi aku memilih menunduk.

"Sama persis dengannya" gumam ibu lagi. Aku sungguh tidak mengerti.

"Masuk" ucap ibu menyuruhku masuk ke dalam rumah. Aku langsung melesat masuk menuju kamar.

"Apa maksud ucapan ibu, apa ibu membicarakan ayah" gumamku.

Dari kecil aku tidak pernah tahu bagaimana rupa ayahku. Karena selama ini aku selalu dengan ibu. Sebaiknya aku tidur karena harus sekolah.

****
Di sisi lain.

"Ahhhhh,tolong-tolong" Teriak seorang ibu paruh baya meminta tolong, karena melihat tangan yang menyembul penuh luka dari dalam tong.

"Ada apa Bu" katanya panik saat mendengar suara minta tolong.

"Itu dibalik tong itu ada mayat, tolong Pa" ucapnya sambil menunjuk ke arah tong berwarna biru.

warga semua berhamburan untuk melihat mayat tersebut.
"Telephone ambulan cepat" ucap warga.

Dark FlowerTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang