***
"Perhatian semuanya murid-murid"ucap guru di atas podium itu.
Suara riuh mulai terdengar. Mereka yang bertanya-tanya ada apa mereka dikumpulkan di aula.
"Tenang semuanya, saya akan memberi pengumuman penting"ucapnya lagi.
"Baru saja,kemarin malam ditemukan mayat didaerah parakan, dan mayat itu merupakan salah satu siswa SMA Ini. Namanya Farah Asifa dari kelas 11 IPA"ucapnya.
Semua orang dibuat kaget atas ucapannya.
Bagaimana bisa. Baru saja kemarin aku dan Farah bertemu di rumah sakit. Dan esoknya ia dinyatakan meninggal.
"Oleh karena itu,mari kita doakan agar diterima disisinya dan kelurganya diberi ketabahan. Dan untuk kalian semua harus berhati-hati karena akhir-akhir ini banyak sekali pembunuhan dan penculikan jaga diri kalian baik-baik" ucapnya.
"katanya,pembunuhannya Farah sadis banget, ada luka tusukan di bagian leher, beberapa giginya patah,kakinya patah.
Tega banget ya yang membunuhnya"ucap salah seorang di pinggirku.Sangat kejam!.
"Tapi,sampai sekarang pembunuhnya belum ditemukan. Jangan-jangan pembunuhnya ada di sekitar kita lagi,ih serem"ucapnya lagi sambil menengok ke kanan dan ke kiri.
"Untuk hari ini sekolah diliburkan,kalian bisa langsung pulang"ucap guru didepan.
Sorak riuh terdengar kali ini lebih ramai dari yang tadi.
Aku berjalan gontai memasuki kelas, untuk mengambil tas. Dan teringat bahwa hari ini ada rapat OSIS. Aku tidak bisa menuruti kemauan ibu untuk meninggalkan OSIS.
Hari ini aku tidak bersemangat.Aku membuka
pintu ruang OSIS dengan pelan. Di sana belum ada siapa-siapa.
Aku memutuskan untuk tidur sambil menunggu yang laing datang.
***
Pukul 06:59
Rapat baru saja selesai.Semuanya sudah pulang.Yang tersisa hanya aku dan agtha.
"Kamu belum pulang"ucapku kepada Agtha.Dengan senyum ramah.
"Gak usah tiba-tiba pengen akrab. Aku tahu semua kebusukan kamu"ucap Agtha ketus. Sambil merapihkan kertas-kertas di meja.
"oh ya" ucapku masih dengan senyuman yang sama.
"kebusukan yang mana, yang kamu tahu Agtha"ucapku lagi sambil berjalan pelan mendekatinya.
"Aku tahu kamu yang mencelakakan Baron kan.Baron yang bilang langsung sama aku."ucapnya lantang dengan wajah angkuh.
"oh,harusnya aku langsung membunuhnya saja waktu itu,sayang sekali dia selamat"ucapku santai. Matanya terbelalak saat mendengar ucapanku.
"Jadi benar kamu yang melakukannya"ucapnya dengan nada memelan. Dari raut wajahnya ia terlihat sangat ketakutan.Aku menganguk semangat.
"lalu Farah" ucapnya lagi dengan suara bergetar. Kakinya melangkah mundur dengan pelan.
"Em itu aku juga. Karena dia menyukai orang yang aku sukai yaitu Baron dan juga dia berteman karena terpaksa dan memanfaatkan aku.Jadi menurutmu harus diapakan orang yang seperti itu"ucapku sambil terus tersenyum.
Bagaimana aku masih ramahkan?.
"Orang-orang yang diculik dan dibunuh juga itu karena kamu"ucapnya dengan pandangan was-was.
"Iya Agtha, semua yang kamu ucapkan benar,itu semua aku yang melakukannya"ucapku dengan semangat.
"tapi kenapa?" lirihnya.kakinya sudah tidak bias melangkah mundur.
"karena untukku itu adalah hal meyenangkan,kamu tidak pernah merasakan perasaan bahagia saat tanganmu mengoyak tubuh orang lain" bisiku tepat di sebelah kanan telinganya.
"kamu gila, Kasih"teriaknya histeris. Dia sangat ketakutan.
"Hahahahahahahahahahah! " tawaku terdengar keras di depan wajahnya.
"Kamu takut?. Bukannya kamu sendiri yang bilang aku menjijikan hm.."ucapku sambil mengusap pisau yang selalu ku bawa untuk membunuh orang.
"M.. mau apa kamu"ucapnya gugup. Matanya terarah ke pisau yang ku pegang.
"Hanya ingin bersenang-senang.Tenang ini tidak akan terasa sakit, sekaligus balasan untuk kamu yang selalu bertingkah arogan dihadapanku"ucapku dengan tenang.
Jleb ! jleb jleb!
Tusukan demi tusukan aku masukan ke dalam perutnya.Dia terlihat kesakitan. Aku mulai menyukai ekspersi kesakitannya.
