BLM 10

13.6K 700 13
                                        

"LOOK, Clara... even my Glock cannot fit on my waist. Argh!"

Astra merungut sambil menarik-narik sisi gaun couture yang melekap ketat pada tubuhnya. Pistol itu diangkat tinggi ke udara dengan ekspresi wajah yang penuh derita.

Clara yang memandu Revuelto itu dengan kelajuan stabil di jalan raya Arcova langsung tidak menoleh.

"If it doesn't fit, just leave it," jawab Clara, malas mahu melayan.

Astra mendengus keras, lalu menghempaskan Glock tersebut ke dalam dashboard kereta dengan bunyi dentuman kecil.

"Remind me next time... not a single fucking tight mini dress. My body is having an allergic reaction to all this fabric," rungut Astra sambil menarik rambutnya ke belakang telinga, wajahnya jelas tidak selesa.

Dia menyemak sesuatu dalam telefonnya.

"I skimmed through the guest list... what the hell... police commissioner, maritime head, diplomats, and that bunch of CEOs that also double job as mafia leaders." Astra mendecit, tidak suka.

"So... what you gonna show up as? Clara Evans or Clara Sokolov?" soal Astra, memandang Clara dari sisi.

"It's a legal event. So, you know the answer, Petrov," balas Clara dingin.

Astra merenung gaun sendiri dengan kebencian mendalam.

"This is why I never attend legal events. Dress code makes woman look like a damn escort. And just watch... every man will look at us like trophies with legs. It's disgusting."

Clara hanya diam.

Dia membiarkan Astra melepaskan semua rasa tidak puas hati supaya nanti, di venue, dia tak perlu mendengar bebelan itu lagi.

Kereta masuk ke kawasan vineyard luas dengan lorong batu marmar yang membawa terus ke sebuah manor mewah gaya Renaissance Eropah. Pancuran air empat tingkat berdiri megah dengan patung dewa-dewi Arcova Republic.

Clara menghentikan kereta di pintu masuk utama. Pengawal membuka pintu, dan Clara keluar dengan elegan... gaun hitamnya, silhouette terukir cantik pada tubuhnya, disusuli aura dingin yang mencekik.

Astra pula keluar sambil mengumpat halus.

"Damn this dress..." gumamnya sambil membetulkan tumit Louboutin.

"Come on, Astra," tegur Clara dari atas anak tangga.

"Shut up, Clara," balas Astra geram tanpa segan.

Astra mengangkat sedikit belahan gaunnya, memijak anak tangga. Baru beberapa langkah...

Skrttt...

Tumitnya tersangkut pada kain gaun sendiri.

"Ahhh...!"

Tubuhnya hilang imbangan dan jatuh ke belakang.

Tetapi sebelum sempat dia bergolek jatuh mencium marmar mahal itu, satu tangan besar melingkari pinggangnya... menarik tubuhnya rapat, menghentikan kejatuhan itu.

Jari Astra spontan mencengkam bahu lelaki yang menangkapnya.

Mata mereka bertembung tepat.

Mata kelabu bertemu mata biru-kelabu.

Sejenak dunia berhenti.

"...Petrov?" Niel bersuara perlahan, kelopak matanya bergetar sedikit... antara terkejut dan tidak percaya.

"...DeLuca?" Astra membalas, wajah terkejutnya berubah menjadi kehancuran maruah dalam masa satu saat.

Dua insan yang paling suka bertikam lidah dalam dunia gelap Arcova... kini berada dalam posisi paling intim, paling canggung, dan paling memalukan... sekali gus.

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Nov 15, 2025 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

Bloody Love, MafiaStories to obsess over. Discover now