SUASANA di pejabat Pakhan Sokolov Bratva itu dingin, berat dan menyesakkan. Udara di ruang itu seolah-olah membeku, diselimuti aroma cerut mahal yang membakar perlahan di atas meja kayu oak gelap.
Aleksandr Sokolov, lelaki yang menjadi legenda dalam dunia mafia Rusia, duduk di kerusinya... tegak, berkuasa, dan menakutkan.
Mata kelabunya yang tajam menatap tiga figura berpakaian serba hitam yang berdiri di hadapan meja, barisannya lurus seperti askar menunggu hukuman.
Lirikan matanya akhirnya berhenti pada sepasang mata biru... Clara Agnia Sokolov, darah dagingnya sendiri.
Pandangan antara dua generasi itu bertembung... dingin, keras, dan penuh sejarah.
"Anything you want to report to me, Sokolov?" Nada suara Aleksandr datar, namun cukup untuk membuat Pavel dan Astra menegakkan badan lebih tegak.
Clara berdiri tanpa berganjak. Kedua tangannya di belakang tubuhnya menggenggam erat, buku jarinya memutih. Nafasnya dikawal, wajahnya tanpa emosi.
"Or maybe... there's something I'm supposed to know?" sambung Aleksandr, nada suaranya kini berubah... lebih tajam, lebih mencabar.
Dia tahu anak perempuannya ini... manipulator, cerdas, dan penuh strategi. Tapi tidak ada tipu daya yang boleh menembusi nalurinya.
Kerana Clara adalah darahnya.
Setiap reaksi kecil anak itu, setiap nafas yang berubah, dia mampu baca.
Aleksandr menyandar perlahan ke kerusi empuknya, memalingkan pandangan ke arah dua orang lagi yang berdiri di sisi Clara.
"Pav. Petrov. You two are dismissed." Nada suaranya tidak tinggi, tapi cukup untuk membuatkan kedua-duanya bergerak tanpa bertanya.
Pavel menelan liur.
Astra hanya mengangkat kening sekilas ke arah Clara sebelum kedua-duanya keluar dari bilik itu. Pintu kayu tebal itu tertutup rapat dengan bunyi klik yang bergema... menandakan tiada jalan keluar lagi.
Kini hanya tinggal ayah dan anak.
Keheningan meresap ke dinding. Jam antik berdetik perlahan, seperti menghitung masa sebelum badai melanda.
Aleksandr membuka fail di atas mejanya, jari-jarinya meneliti helaian sebelum suaranya kedengaran dingin, tanpa intonasi.
"You lost our shipments. Three... under your supervision. Two disappeared without a trace, and one... is now in Valdez's hand." Dia mengangkat wajah, menatap terus ke mata Clara. "Correct me if I'm wrong, daughter."
Clara membalas pandangan itu, suaranya rendah namun tegas.
"Yes, it's true. But something is off. Someone must..."
"Since when do you make excuses, Sokolov?" potong Aleksandr, nada suaranya tajam memotong udara.
Tangannya berhenti menyelak fail. Pandangannya membunuh.
Clara terdiam. Rahangnya mengetat, matanya sedikit mengecil. Dia tidak akan menunjukkan kelemahan. Tidak di hadapan lelaki itu.
"I will solve it," katanya akhirnya, dingin dan penuh tekad.
Aleksandr tersenyum sinis, senyum yang lebih menyeramkan daripada marah.
"Will?"
Dia menyandarkan tubuhnya ke belakang. "And what if you can't? You know how much we lost because of your late delivery? Because of your... mistake?"
Suasana dalam bilik itu berubah tegang.
Dua generasi Sokolov bertembung... dua aura dominan yang bila berselisih, dunia bawah tanah tahu akan ada darah yang tumpah.
YOU ARE READING
Bloody Love, Mafia
ActionWhen two giants of the underworld collide, the world trembles. A single mistake could ignite a war. Or maybe... it wasn't a mistake at all. Maybe someone wanted this. Maybe someone wanted her. Her. Clara Agnia Sokolov. In the bloodstained empire of...
