04. Hyunjin

2.1K 304 6
                                        





Hari ini, Ryujin berniat memotong poninya. Dia sering terganggu dengan poninya yang mulai panjang.

Seperti saat sekarang ini, lagi-lagi Ryujin mengikat ulang rambutnya demi fokus ke bola basket yang saat ini ada tangan lawannya.

Ryujin memekik frustasi namun kencang, bola itu berhasil masuk tepat sasaran ke ring basket.

Semua yang ada di lapangan pun memekik dan memuji kelihaian Hyunjin yang bahkan mencetak 3 point.

"Woi, balik-balik sini, break dulu." Teriak pelatih Ryujin dari ujung lapangan.

Ryujin tentu saja langsung berlari kearah pelatihnya.

"Gue mau ngasih tau, buat turnament besok bakal ada nama-nama yang dikeluarin dari tim sebelumnya. Karena tadi gue liat banyak dari kalian yang turun performanya. Gue bakal ngasih tau nama-namanya yang turun ke turnament kali ini. Ntar malem." Kata Coach Jaehyun.

Ryujin menghela nafas sesaat setelah Kak Jaehyun—nama panggilan pelatihnya— meninggalkan lapangan.

"Semoga kak jae bisa maklum sama gue yg ga fokus gara-gara poni." Kata Ryujin dalam hati.

Ia pun berjalan menuju tasnya. Meneguk sebotol air putih lalu memasukkannya ke dalam tas.

Kali Ini Hyunjin berjalan kearahnya. Ryujin tidak salah lihat kan?

Hyunjin duduk disebelah Ryujin dan mulai mengajaknya berbicara, "Ryujin, semoga lo kepilih ya." Katanya.

Ryujin menaikkan alisnya, bingung. Sepertinya Hyunjin berniat pamer, "iya semoga aja." Kata Ryujin akhirnya.

Hyunjin lalu dipanggil oleh temannya, Chaeyoung.

"Mereka berdua cantik banget ya, Jin. Gila udah jago basket cantik pula." Desis Haechan disebelah Ryujin.

Ryujin hanya tersenyum tipis. "Berisik lo. chan."

"Yeh, cemburu ya lu."

"Ga lah. Gila kali??"

"Cemburu kan lu?"

"Cemburu apaan bodor."

"Cemburu sama Hyunjin. Kan kemaren si dower ngaterin Hyunjin." Kata Haechan. Tersenyum seperti manusia penggoda.

"Dih ngga lah, yang cemburu mah Heejin kali." Kata Ryujin.

"Gausah boong jin, keliatan dari muka lu." Kata Haechan. Ryujin lengsung menggeleng dan melenggang pergi meninggalkan Haechan.









"Maaf ya lama, Woo. Tadi ngobrol dulu sama haechan."

"Iya gapapa, nih pake helmnya." Sunwoo mengacak rambut Ryujin.

Membuat Ryujin langsung mendelik kesal,
"Anterin aku potong poni dulu yuk Woo!!!"

"Oke, princess."

Point +HyunjinTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang