NIEL bersandar pada Bugatti Chiron hitamnya, menghembuskan asap rokok perlahan sambil memerhati Arcova City dari lereng bukit.
Kilauan neon bangunan pencakar langit memantul pada wajahnya, bercampur dengan bunyi jauh kelab malam dan siren... simfoni biasa sebuah kota yang tidak pernah tidur.
Tetapi malam ini, Arcova bernafas lain macam.
Ada sesuatu dalam udara.
Sesuatu gelap.
Telinga Niel menangkap bunyi ngauman enjin superbike yang memecah senyap malam itu. Bunyi itu semakin mendekat... garang, ganas, terkenal.
Sebuah Ducati Panigale hitam muncul dari selekoh dan berhenti tepat di hadapan Bugatti Niel.
Penunggangnya membuka helmet.
Rambut panjang terurai.
Mata biru kelabu gelap menikam.
Astra Petrov
Niel mencampakkan puntung rokok ke tanah, memijaknya sebelum melangkah mendekati wanita itu.
Mata mereka bertembung... dua ais kutub yang tak pernah serasi.
"Make sure you have a solid fucking reason why you want to meet me, DeLuca," ujar Astra dingin sambil turun dari motosikalnya. Dia meletakkan helmet di tempat duduk dan membetulkan rambut panjangnya.
Niel tidak membuang masa. "Did Sokolov tell you what her deal with Hans is?"
Astra terhenti.
Reaksi kecil... tetapi cukup untuk seorang Niel baca.
Niel menyandar santai pada pintu keretanya. "Looks like Sokolov didn't tell anyone yet."
Astra memutarkan bola matanya tajam.
"If you want to provoke me... tonight is not the right time, DeLuca."
"They're preparing for a wedding," jawab Niel tanpa lapisan.
Astra kaku.
Telinganya berdesing.
Clara?
Hans?
Wedding?
"What?" Astra terus menghampiri Niel dan menarik kolar jaket kulit lelaki itu kasar.
"Woah... easy, Petrov," Niel menepis tangan Astra dari tubuhnya.
Astra menarik nafas, menolak rambutnya ke belakang. "You better clearly fucking explain to me."
"The crate swap happened because Clara agreed to marry Hans." Niel membetulkan bajunya. "Hans took her as collateral from the start. And she accepted."
Astra terpinga-pinga. "This must be a joke."
Niel menyilangkan tangan ke dada. "Hans never jokes... you know it, Petrov."
Astra memandang kota Arcova yang berkelip di bawah bukit. Angin malam membawa aura bahaya.
Tidak.
Tidak mungkin Clara memilih jalan gila itu.
Tidak mungkin dia sanggup mengambil risiko sebesar itu.
Niel menyambung, suaranya rendah tetapi jelas, "The underworld is about to collide. With Clara and Hans' marriage... a union forms. A new alliance. And a door for even more enemies."
Dia memandang belakang Astra yang membatu. "The power they're about to hold... might change the entire Arcova underworld."
Astra menoleh, suaranya meninggi. "And you didn't even bother to stop your friend?"
YOU ARE READING
Bloody Love, Mafia
ActionWhen two giants of the underworld collide, the world trembles. A single mistake could ignite a war. Or maybe... it wasn't a mistake at all. Maybe someone wanted this. Maybe someone wanted her. Her. Clara Agnia Sokolov. In the bloodstained empire of...
