"Aku menaruh mu terlalu dalam dihati, sehingga untuk menghapusmu, aku seperti menyakiti diri sendiri"
***
Malam
Risa dan keluarga nya sedang menonton televisi bersama. Sesekali mereka tertawa karna adegan di tv atau kak Fajar yang sering membuat kelucuan.
"De Dirga kok jarang kesini?" Tanya kak Fajar.
"Gatau," jawab Risa.
"Kenapa, lagi ada masalah?" Tanya kak Fajar dengan nada penasaran.
"Kak udah deh gak usah ngomongin orang yang gak penting," ucap Risa kesal.
"Udah. De kamu tidur besok sekolah," ucap ayah.
"Iya de, ayo bunda antar," ucap bunda menambahi.
Risa hanya mengangguk dan pergi bersama bunda menuju kamar.
Ayah menatap kepergian anak gadisnya tersebut, ia menarik nafas perlahan lalu menatap Fajar.
"Resiko apa yang akan kamu ambil?" Tanya ayah.
"Aku berharap tak akan mengambilnya," ucap Fajar.
"Sekarang bagaimana?" Tanya ayah kembali.
"Aku akan menunggu pernyataan Dirga," jawab Fajar tenang.
"Baiklah," ucap ayah lalu meninggalkan Fajar yang sedang duduk sendirian.
^-^-^
Sekolah
Pagi ini kelas Risa sedang berolahraga, Risa dan teman temannya menikmati pembelajaran ini. Sekarang mereka sedang duduk menunggu giliran main basket.
"Enak banget yah jam olahraga pagi-pagi gini," ucap Zyfa.
"Enak dari mana, masih ngantuk gini udah disuruh lari," jawab Rifa.
"Bagus dong biar badan sehat," ucap Zyfa tak mau kalah. Memang mereka berdua selalu seperti ini, berbeda pendapat. Tapi justru ini yang membuat Risa dan semuanya semakin dekat.
"Eh udah dong, masih pagi udah ribut aja," ucap Risa.
"Rifa tuh," jawab Zyfa.
"Dih kok nyalahin gue," ucap Rifa.
"Udah," Risya angkat bicara.
Semuanya terdiam. Yah, semua tau bagaimana Risya marah, kalau kata pepatah jangan pernah mengganggu macan yang sedang tidur.
Begitulah Risya sangat dingin.
Bel istirahat telah berbunyi, Risa dan temannya segera menuju kantin. Risa bertemu Dirga dan temannya beserta wanita waktu itu.
"Eh Dirgarong, lo jangan sok jadi jagoan deh, kalau makan aja masih minta orang tua," ucap Rifa dengan wajah songong.
Dirga menatap Rifa sekilas, lalu menatap Risa dalam. Risa diam.
Tak ada satu kata pun yang keluar dari mulut Dirga, ia langsung pergi bersama temannya dan satu perempuan itu meninggalkan Risa dan teman-temannya yang heran akan sikap Dirga.
KAMU SEDANG MEMBACA
MY DEAR
Teen Fiction[Complete] (Revisi) Jatuh cinta pada kakak kelas bukan lah satu hal yang mudah untuk di hadapi. Risa Syaqiansyah Rusdiantoro, kelas VII A di SMPN PELITA BANGSA. Tiba - tiba mendadak terkenal di sekolah karna berpacaran dengan Dirga Mahesa Wijaya ka...
