6

2.1K 234 24
                                        

Tiga bulan sudah terlewatkan semenjak pernikahan tak diinginkan sehun dan suho dilaksanakan.

Dan ini sama sekali tidak ada kemajuan, semua terasa monoton.

Seperti, suho akan bangun pagi kemudian menyiapkan sarapan lalu pergi kekampus.

Jangan tanya siapa yang menyiapkan baju sehun untuk bekerja, tentu saja kekasih cantiknya, padahal suho ingin sekali menyiapkan pakaian suaminya tersebut, tapi dia harus menelan pahitnya kenyataan bahwa suaminya tidak akan mengizinkan dia melakukan hal itu.

Ah, aku baru ingat satu hal.

Tugas suho bukan hanya menyiapkan makanan, dia juga bertugas membersihkan sisa percintaan antara suami nya dengan kekasihnya.

Lucu sekali menggambarkan posisi lelaki imut itu.

*****

Tepat pukul 22.49, suho keluar dari kamarnya tujuannya saat ini dapur, tenggorokannya terasa benar benar kering saat ini.

Ketika dia sampai dibawah, dia sedikit terkejut melihat lampu dapur menyala, seingatnya dia tidak lupa mematikan lampu itu sebelum tidur tadi.

Dan ketika dia sampai, suho melihat sosok suaminya membelakanginya sambil mengeluarkan air dari dalam kulkas.

Ketika sehun berbalik, matanya tidak sengaja menatap mata suho, mata yang memancarkan ketakutan.

Suho segera mengalihkan tatapan nya dengan menunduk.

"K-kau b-belum tidur sehun shi?" kata suho tergagap.

"Aku haus. Dan aku terbangun" jawab sehun dengan kata kata dinginnya.

Suho segera melangkahkan kaki mungilnya untuk mengambil gelas.

Ah~ padahal dia berharap sehun akan bertanya kenapa dia belum tidur untuk sekedar basa basi, tapi dia baru ingat hubungannya dengan lelaki itu tidaklah baik bahkan hanya untuk sekedar basa basi. Dia hanya menertawakan dirinya dalam hati.

"Ada yang ingin kubicarakan".

Suho sedikit tersentak karna sehun yang berbicara tiba tiba, lalu kemudian dia meminum air yang ada di genggamannya dengan cepat.

"Duduklah".

Suho tidak berani mengeluarkan suara, dia hanya mengikuti semua perintah sehun.

"Ibu menyuruh ku untuk membawamu berbulan madu".

Ucapan sehun sukses membuat wajah suho yang tadinya menunduk kini terangkat dengan raut muka terkejut.

"Aku hanya akan membawamu ke jeju, dan tentu saja luhan ikut" Sambung sehun.

Suho yang tadinya menampilkan raut terkejut, dengan cepat merubahnya menjadi raut sendu.

"Kurasa kita tidak perlu melakukannya".

Ucapan suho sukses membuat langkah sehun yang hendak beranjak tadi terhenti.

Sehun mengangkat sebelah alisnya, seolah bertanya maksud perkataan suho.

"M-maksud ku, kau bisa pergi bersama luhan berdua tanpa harus membawa ku, aku akan berkata pada ibu bahwa aku ikut" ucap suho sambil menunduk kembali.

"Apa kau yakin?"

Suho hanya mengangguk sebagai jawabannya.

"Baguslah" ucap sehun dan ingin melanjutkan jalannya, tapi dia tiba tiba berhenti karena mendengar perkataan suho.

"Sehun shi..."

Sehun hanya berbalik menoleh tidak menjawab.

"Bagaimana jika aku berkata bahwa aku mencintai mu?".

Sehun mematung, dia benar benar terkejut, tapi dia berhasil menutupi raut terkejutnya dengan baik.

Dia kemudian terkekeh.

"Sudah kukatakan jangan menganggap pernikahan ini dengan serius" kata sehun sambil berlalu meninggalkan suho.

Perkataan sehun sukses membuat dada suho terasa sakit, kenapa rasanya seperti di tusuk ribuan jarum?

kemudian dia tersenyum.

Tersenyum miris.

"Ini sakit" kata suho lirih kemudian memukul-mukul dadanya.

*****

Sehun pov

'Apa-apaan jantung sialan ini, kenapa dia berdetak cepat ketika suho berkata mencintaiku tadi? Aissh" gumamku ketika berjalan menuju kekamar ku.

Aku terkejut ketika suho menyatakan perasaannya tadi, apa dia serius? Jujur aku sedikit senang dengan pengakuan cintanya. Tapi ada apa dengan ku?

Sehun pov end


Tbc

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Tbc

Tie The Knot (END) Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang