[6]

119 4 0
                                        

Layaknya petir yang mengiringi hujan, gemuruhnya menelan sunyi.
Layaknya hujan yang datang sendiri,
Sunyinya menerkam mati.
Sudut-sudut mengerikan berteriak. Berontak.
Seharusnya aku tidak ditepikan..
Seharusnya aku mencipta eksistensi..
Mencaci Tuhan, membenci semesta adalah hal sederhana.
Se-sederhana menangis disudut malam yang kelam,
Menunggu pagi menjemput,
Menuju mati tak berkesudahan berikutnya.

Enigma RasaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang