Layaknya petir yang mengiringi hujan, gemuruhnya menelan sunyi.
Layaknya hujan yang datang sendiri,
Sunyinya menerkam mati.
Sudut-sudut mengerikan berteriak. Berontak.
Seharusnya aku tidak ditepikan..
Seharusnya aku mencipta eksistensi..
Mencaci Tuhan, membenci semesta adalah hal sederhana.
Se-sederhana menangis disudut malam yang kelam,
Menunggu pagi menjemput,
Menuju mati tak berkesudahan berikutnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Enigma Rasa
PoesíaBiarkan aku menulismu Biarkan aku melukismu dalam bait kata Biarkan aku mengenangmu untuk waktu yang panjang Karena aku tidak tahu kapan kamu akan menghilang
