langit

339 14 0
                                        

"Jendela-jendela menutup,
Pentas senja berakhir."

Namun,

"Mengapa aku masih di sini?"

Mengapa?

"Mengapa Aku tak bisa meninggalkan tempatku bersimpuh?"

Apa?

"Apa yang kutunggu."

Langit membisikku. Pelan. Seperti hembus angin musim semi.

"Pulanglah. Tak perlu lagi menanti. Payungku tak akan cukup menghiburmu di sini. Pulanglah dan temukan apa yang membuatmu tersenyum."

Langit membisikku lagi,

"Aku bisa melakukan banyak hal indah untukmu. Pelangi. Hujan. Awan. Semua mampu kulakukan. Namun, aku tahu, tak akan cukup menghapus gelisahmu. Tak akan mampu menghapus resahmu. Maka pulanglah. Temukan rumahmu. Dia tidak di sini."

Enigma RasaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang