part 12

208 31 5
                                        

Chen POV
ku memasuki kantin yang masih sepi ..dan sahabatku sedang larut dalam pikirannya sendiri.
"darimana saja kau? seminggu gak masuk kuliah" tanya ku dan jawaban nya membuat ku cukup terkejut.
"ke Paris bertemu Eva" ucapnya masih tanpa expresi.
aku diam ..ku tak berani bertanya lebih jauh apalagi ini tentang Eva. cinta yang harus di lepaskan karena ayahnya.
"sudah ada yg menjaganya dan dia terlihat bahagia" lanjut Kai sambil tersenyum tapi aku tau senyum itu adalah senyum orang yang terluka dan berusaha menguatkan dirinya sendiri.
"kau mencoba terlihat kuat dihadapan ku?" tanyaku menatapnya dengan kesal.
"apa aku terlihat kuat?aku hanya mencoba terlihat baik baik saja."
"caramu terlihat baik baik saja membuatku ingin menghajarmu..lebih baik ku melihatmu menangis dibandingkan memberikan senyuman seperti itu padaku." ucapku dan meninggalkan Kai.
.
author POV
Kai akhirnya memilih jalan keluar kampus..dia berjalan tanpa melihat kanan kiri ..
*suara mobil menabrak dan orang berteriak.
"do.. do...bangun do" Kai berusaha membangun lelaki yang tak sadarkan di hadapannya sedang yang lain berusaha menelpon ambulan.
.
"maaf...do maaf" hanya kalimat itu yang terus kai ucapkan.
"kakak gpp?" do terbangun dan dia tanyakan keadaan kai.
"kamu seharusnya tak menolongku seharusnya kau membiarkan ku tertabrak" ucap Kai sambil melepaskan tangannya dari tangan do.
"kalau pun tadi yang akan tertabrak bukan kakak ...aku akan tetap menolong orang itu karena setiap orang punya kesempatan untuk terus bertahan hidup ... menyelesaikan masalahnya dan bahagia" ucap do sambil tersenyum menatap Kai.
"aku telah melukaimu dan kau masih mau tersenyum untukku" ucap Kai dalam hatinya sambil menatap lelaki yang sedang berbaring dan sedang berusaha menggerakkan kakinya.
"kak kok kakiku susah di gerakan?" pertanyaan do berhasil Kai tersadar dari lamunannya.
"kakimu terluka aku akan menemanimu selama pengobatan untuk pemulihan kakimu" ucapan kai membuat do tersenyum. dia sedang terluka tapi dia bahagia karena ini bisa menjadikan alasannya untuk selalu bersama lelaki yang disukainya yaitu Kai.
*suara pukulan terdengar cukup keras.
"kau memang ingin dipukul hah?" ucap Chen setelah memukul Kak di pipinya.
"tenang sayang" ucap Xiumin menenangkan tunangannya yang berisi amarah. Dia tak tau harus mengekpresikan perasaannya seperti apa melihat sahabatnya yang seperti ini setelah bertemu Eva. dan sekarang sahabatnya ini malah melukai sahabat tunangannya (Xiumin).
"kau harus menjaga Do terus" menatap kesal ke arah sahabat nya itu.
"aku memang akan menjaganya" ucap Kai Duduk dikursi samping tempat tidur do.
"do cepat sembuh ya..aku harus pergi dulu ...nanti aku kembali lagi..kai tolong temani dia" ucap Xiumin sambil bergantian memandang dua lelaki yang sedang dalam ruangan itu.
"dan kau ikut denganku" ucap Xiumin menatap tajam tunangan nya dan menariknya keluar dari ruang rawat do.
"istirahat lah..aku akan tetap disini" ucap kai sambil memandang layar handphone nya.
"baiklah..terima kasih" ucap do tersenyum kecil dan memejamkan matanya.
"meski pikiranmu tak disini paling tidak aku masih bisa melihat dirimu disini untukku" lanjut do dalam hatinya.
***
"kak kenapa sebenarnya?" sudah lama sejak terakhir Xiumin memanggilnya "kak" ..ini artinya pembicaraan sangat serius sedang terjadi.
"aku hanya ingin dia sadar.. melihatnya seperti itu hanya membuatku semakin sedih melihatnya .."
"dia sudah besar sayang ...dia tau bagaimana cara untuk menyelesaikan masalah hatinya..dia harus menjaga Do sekarang. .ku yakin dia tak akan melakukan hal bodoh" ucap Xiumin untuk menenangkan Chen sampai mengelus lembut rambut lelaki tercintanya itu.
"kita pulang sekarang?" lanjutnya sambil menatap dalam ke arah mata Chen.
"baiklah tapi " ucapnya sambil mengetukkan jarinya ke arah bibirnya.
"udah..ayo pulang" ucap Xiumin sambil menarik tangan Chen meninggalkan rumah sakit setelah sekilas mencium pipi lelakinya.
walau hanya ciuman di pipi tapi Chen tak dapat menutupi rasa bahagianya sehingga dia tersenyum sangat lebar.

He is Mine series 2Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang