part 3

406 37 7
                                        


Part 3

Suzy- I love you Boy

"Keluar dari rumahku sekarang!" ucap lelaki yang baru saja masuk dalam rumah luhan dengan menatap tajam lelaki dihadapannya.

"luhan masuk kamar!" lanjut lelaki itu. Dia tak berkata keras tapi terdengar sangat tegas dan marah. Siapa yang tak marah? Orang yang pernah melukai luhan dan bisa disebut menghancurkan hatinya muncul dihadapannya dan bersama luhan di rumahnya.

"pak..saya.." ucap sehun hendak membela diri tapi luhan memegang lengannya dan membuatnya menengok.

"pergilah..ku mohon" ucap luhan tanpa menatap sehun. Mendengar ucapan luhan dia berpamitan dan meninggalkan rumah itu. Saat dia berjalan menuju mobil dari kaca rumah itu terlihat luhan sedang memeluk lelaki yang baru saja mengusirnya.

"siapa dia sebenernya luhan? Apakah dia ayah dari baeki ? tapi kenapa aku merasa baeki adalah anakku. Aku ingin kau bersamaku lu..hanya bersamaku." Ucapnya berbisik pada diri sendiri dan memutuskan melajukan mobilnya.

***

Ditempat lain seorang lelaki sedang mengikuti lelaki imut kesayangannya. Dia mengikuti langkah yang di lakukan lelaki imut dihadapannya dengan sangat pelan hingga lelaki imut itu berhenti melangkah.

"kenapa kau mengikutiku?" tanya lelaki imut itu tanpa berbalik.

"karna aku sedang ingin menjagamu dari belakang..mengikuti setiap jejak yang kau buat" jawab lelaki itu sambil memeluknya dari belakang.

"aku ingin kau disamping.." ucapan lelaki imut itu terhenti karna dia diputar dan ciuman sekilas mendarat dibibirnya.

*cup

"cheni" ucap lelaki imut itu.

"apa?hmm?" tanya lelaki itu sambil menggesek hidung mereka satu sama lain.

"aku menjadi tidak konser belajar karna tadi meninggalkanmu dengan sehun" ucap chen sambil melepaskan pelukannya.

"dia hanya menanyakan tentang luhan, aku ingin luhan bisa bersama sehun..ku rasa mereka sebenarnya saling mencintai" ucap xiumin dan kembali berjalan.

"tapi sehun harus benar-benar membuktikannya. ..karna luhan itu bukan hanya milik luhan tapi orang disekitarnya juga..luhan mungkin bisa memaafkan tapi dia? Kau tau jelas gimana dia meski dia orang yang baik" ucap chen sambil menggenggam tangan lelaki imut disampingnya yang amat dia cintainya.

"huft" terdengar xiumin membuang nafasnya dengan kasar.

"min..sayang..gimana kesana yuk? Ku dengar coklat hangat di caffe itu enak. Malam ini terasa terlalu dingin setelah hujan tadi" ucap chen sambil menunjuk caffe di hadapan mereka dan menarik xiumin masuk bersamanya.

Saat mereka memasuki caffe ada beberapa pasang mata yang melihat dengan terpesona karna mereka terlihat sangat cocok tapi ada juga yang memandang dengan tatapan ketidak sukaan seakan mereka menjijikan.

Setelah mereka memesan mereka memilih meja didekat jendela agar bisa melihat pemandangan diluar.

"min"

"iya cheni" jawab xiumin masih menduduk.

"pandang aku" ucap cheni pelan dan hangat sehingga membuat xiumin menatapnya.

"hanya pandang aku dan dengar ucapanku, kau tak perlu memperdulikan orang lain karna di tempat ini yang sangat amat sangat mencintaimu hanya aku" lanjut cheni sambil menatap dalam ke mata xiumin. Dia ingin xiumin merasa dia adalah orang special miliknya dan tak akan ada yang bisa menyakiti lelaki imut dihadapnya.

"aku juga sangat amat mencintaimu cheni" ucap xiumin pelan dengan pipi yang memerah karna ucapan cheni baru saja.

"permisi ini minuman dan kuenya..silahkan dinikmati" ucap seorang pelayan mengantarkan pesanan mereka.

"kenapa cheni minum kopi? Katanya mau coba hangat" ucap xiumin sambil memajukan bibirnya merasa di tipu oleh cheni.

"karna kopi ini sudah cukup terasa manis saat aku meminumnya sambil memandangmu" ucap Chen setelah meminum sedikit kopinya.

"minumlah hangatkan tubuhmu atau kita perlu melakukan kegiatan lain biar hangat?" tanya chen dengan nada menggoda.

"tidak..ini sudah cukup menghangatkanku" ucap xiumin tersenyum mengejek.

"makasih ya cheni..cheni udah seperti coklat hangat ini yang selalu memberikan ketenangan untuk min" lanjut xiumin sambil menatap coklat hangatnya.

"aku akan terus berusaha membahagiakanmu min untuk menebus air mata yang pernah kau keluar untukku" ucap cheni sambil membelai lembut pipi xiumin.

***

"kau semakin cantik" ucap seorang lelaki kepada seorang lelaki kecil yang berada di koridor asrama.

Dia mencium lelaki kecil itu dengan lembut lalu berubah menjadi kasar dan terlepas.

"kau bukan eva..maaf" ucap lelaki tinggi itu dan meninggalkan lelaki kecil itu.

Lelaki kecil itu menyadari lelaki tinggi itu sedang mabuk dan dia hanya menangisi kebodohannya yang hanya tetap dia meski itu bukan pertama kalinya dia diperlakukan seperti itu.

"benar kak aku bukan kak eva..aku hanya seorang lelaki yang tidak tau diri mencintaimu cukup lama dan menikmati setiap ciuman mu saat masuk..meski aku tau itu bukan untukku" ucap lelaki kecil itu sambil memegang ujung bajunya sendiri dan terduduk di lantai dengan tangis yang terisak.

#ffheismine2

Bagaimana menurutmu part ini? Berikan kesan ya :)


He is Mine series 2Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang