Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Kukira, takdir-takdir manusia itu seperti benang warna-warni yang jumlahnya ratusan dirajut menjadi satu menjadi bola benang yang sering ditendang kucing. Masuk ke dalam, dijalin keluar, ikat, diputus. Lipat-lipat, masuk lagi sampai berlapis-lapis terus besar dan besar dan besar sekali, mengingat makin banyaknya manusia yang lahir akhir-akhir ini.
Dan benang-benang itu adalah garis-garis kuantum dari peleburan beberapa rasi bintang menjadi satu, yang terserak di langit dan dipandang mata anak-anak dari atas gunung.
Dan benang-benang itu adalah gumpalan wol kusut, di mata manusia dewasa.
Tapi benang-benang itu teratur dan menjadi lebihcantik, dalam genggaman Tuhan.