2. Jeongyeon yg rapuh

2.9K 273 53
                                        


Hari Senin, 07.00 KST

TIDAK ADA POV

Sana membuat sarapan untuk Jeongyeon sebelum berangkat ke kampus.

Terlihat Jeongyeon sudah bersiap dan turun dari tangga lantai atas.

"Sarapan sudah siap~" senyum Sana menatap Jeongyeon yang duduk di salah satu kursi meja makan.

"Kumawo" jawab Jeongyeon dan memakan sarapannya dengan lahap.

tak di pungkiri, masakkan Sana benar-benar sangat enak.

"Aku merasa kita seperti pasangan suami-istri" celetuk Sana.

*ukhuk *uhuk

Jeongyeon sempat tersedak mendengar itu, dengan sigap Sana mengambilkan minuman dan membantu Jeongyeon meminumnya.

Ya.. tangan mereka tanpa sengaja bersentuhan di balik gelas.

Buru-buru Jeongyeon menyahutnya dan melanjutkan minum sendiri.

"Maaf.. aku hanya bercanda" sesal Sana.

"Gwencana unnie.. maksudku Sana-shi" jawab Jeongyeon.

"Oh iya nanti ada ajhuma yang biasa membersihkan apartement ku, dia datang seminggu tiga kali di hari Senin, Rabu, dan Jum'at, namanya bibi choi, bilang saja kau temanku" jelas Jeongyeon.

"Nee.. apa ada lagi?" Tanya Sana.

"Kurasa tidak, dan ada nomor ponselku aku selipkan di bawah telefon di meja tengah, jika ada apa-apa telfon saja aku" jelas Jeongyeon.

Sana hanya mengangguk-angguk mengerti.

Setelah menghabiskan sarapannya Jeongyeon pergi berlalu untuk berangkat kuliah.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Pukul 10.00 KST

SANA POV

Sana sedang menikmati menonton drama di tv, tiba-tiba saja ada yang masuk ke dalam apartement.

"Pasti itu ajhuma yang bernama bibi choi" ucap Sana dan buru-buru menghampiri ke arah pintu.

"Anyeonghaseyo" sapa Sana ke arah bibi choi.

"Nuguseyo?" Tanya bibi itu.

"Saya teman Jeongyeon, nama saya Sana.. salam kenal" sapa Sana ramah.

"Nee.. aghassi tidak perlu se formal itu pada saya, saya hanya petugas yang membersihkan di rumah ini" jawab bibi choi sungkan.

Sana hanya tersenyum dan mempersilahkan bibi choi masuk.

Ia kembali menonton tv sedangkan bibi choi melakukan pekerjaannya.

Karena sangat penasaran Sana mendekat, sedikit mengganggu aktifitas bersih-bersih bibi choi.

"Boleh aku bertanya bibi choi?"..

"Nee.. silahkan aghassi"..

"Berapa lama bibi bekerja disini?"..

Terlihat bibi choi terhenti sesaat dan seperti mengingat-ingat.

"Semenjak aghassi Jeongyeon tinggal sendirian, kurasa sekitar 3-4 tahun belakangan ini, saya adalah pekerja di rumah tuan Yoo, dan beliau menyuruh saya membersihkan apaterment ini seminggu 3x " jelas bibi choi.

"Apa bibi tau seperti apa sifat Jeongyeon itu?" Tanya Sana lagi.

Bibi choi terlihat mengerutkan alisnya, "bukankah aghassi temannya?"..

The Greatest LoveCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang