"Aku adalah futa"..
Sana terdiam, tatapan Jeongyeon terlihat begitu serius.. tetapi dia tidak tau apakah itu jujur atau tidak.
Secara Sana tidak pernah melihat dengan mata kepalanya sendiri ada 'double gender' seumur hidupnya.
"Hanya bercanda, aku mau tidur, tolong matikan lampu sebelum keluar" ucap Jeongyeon berbalik dan menuju kasurnya.
SANA POV
Dengan pasrah Sana mematikan lampu kamar Jeongyeon dan keluar dari kamar itu untuk turun ke lantai bawah.
Memiliki sifat dengan rasa penasaran yang sangat tinggi (kepo) adalah hal yang paling di benci Sana.
Dan kini ia merasa ingin menjawab rasa penasarannya.
(Bibi itu bilang Jeongyeon bisa 'iya bisa tidak' , apakah yang di maksud bibi choi adalah jeongyeon yang futa?) Batin Sana.
Sana merasa sangat jengkel, karena kepo nya yang berlebihan ia sampai tidak bisa tidur sama sekali.
Jam menunjukkan waktu tengah malam, tetapi Sana benar-benar tidak bisa tidur sekarang.
Pagi hari telah tiba..
Dan ya..
Sana sama sekali tidak tidur sangking penasarannya.
Saat mencuci muka di kamar mandi, ia menatap pantulan dirinya di cermin.. kantung mata terlihat jelas sudah melingkar seperti panda.
(Aigoo)..
Seperti biasa setelah mandi Sana menuju ke dapur untuk membuat sarapan.
Terlihat Jeongyeon turun dari tangga dan sudah bersiap untuk pergi kuliah.
"Good morning~" sapa Sana sambil sesekali menguap.
"Morning too~" jawab Jeongyeon sambil mencomot sandwich buatan Sana.
"Mmm jeong, apa kau sungguh-sungguh dengan ucapanmu semalam?" tanya Sana membuka suara pada saat sarapan.
"Yang mana? Aku mengadopsi anakmu? Atau yang aku menikahimu?" Tanya balik Jeongyeon.
(Kau adalah futa) batin Sana.
"Y- ya.. kau bersedia bertanggung jawab untuk anak yang ku kandung saat ini, apa alasannu?"..
"Karena aku tidak mau kau menggugurkannya, dia layak untuk hidup dan melihat lika-liku kehidupan dunia ini"..
"Jika hanya itu alasanmu, aku sudah memutuskan untuk tidak menggugurkan, kau tidak perlu khawatir"..
Jeongyeon meneguk air mineralnya sebagai penutupan sarapan.
Ia berdiri dan memutari meja makan mendekat ke arah Sana.
Wajah Jeongyeon condong ke depan tepat persis berhadapan dengan Sana.
"Gimana ya? Aku tetap khawatir.. jadi pilihlah, aku mengadopsi anakmu, atau kau menjadi pasanganku?" Tanya Jeongyeon seduktif.
Sana menatap balik sekalipun pipinya bersemu mendengar kata-kata 2thepoint itu.
"Tapi kita belum saling menyukai" ucap Sana ragu.
"Kalau begitu mari kita lakukan, saling menyukai mulai hari ini" balas Jeongyeon.
"Be- benarkah? Apa kau yakin?"..
"Aku berangkat"..
Jeongyeon berbalik dan pergi, meninggalkan Sana di apartement sendirian untuk berangkat kuliah.
KAMU SEDANG MEMBACA
The Greatest Love
RandomFF ini aku bikin sesuai judulnya.. terinspirasa dari film thailand yg aku tonton dan sedikit aku ubah jalan ceritannya. Di mana seorang gadis bernama Minatozaki Sana yang tidak sengaja hamil oleh pria yang tak ia kenal di club. Seorang pria brengsek...
