*flashback
SANA POV
"Apa maksudnya ini?!" Pekik ku.
Aku dan Mark berada di kantor milik Daddy, dan entah kenapa Daddy tersenyum pada Mark dan seorang ajushi yang aku yakini itu adalah appanya.
"Sana.. aku tidak tau jika kekasihmu ada patner kerja Daddy, kurasa ini adalah takdir" kata Daddy bangga.
"Ya.. kita akan menjadi besan dan membangun perusahan kita lebih besar" tambah ajushi itu.
Sedangkan namja bernama Mark itu hanya terdiam dan sesekali tersenyum.
"Cih.. aku tidak sudi menikah dengan anak anda" ucapku.
"Sana?! Dimana sopan santun mu pada mertuamu sendiri??" Marah Daddy.
"Mertua apa huh?! Daddy tau ?! Dia namja yang tidak mau bertanggung jawab ke aku!! Dan saat tiba di rumahnya aku di usir seolah aku ini adalah pengemis" kataku tidak terima.
"Ma- maafkan aku Sana, aku berjanji akan memperbaiki semuanya. Aku akan bertanggung jawab, aku akan menikahimu dan bertanggung jawab dengan anakku" ucap Mark memelas.
"Tolong maafkan kenakalan anakku, dia pasti akan memperbaiki semuanya" kata ajushi itu juga ikut membujuk.
Aku menoleh ke arah Daddy yang justru mengangguk seolah memberi syarat agar aku menerima perminta maaf an mereka.
"Aku bukanlah barang investasi yang bisa di permainkan Daddy.. seumur hidup aku tidak akan mau menerimanya!! Dan satu hal lagi.. Jeongyeon lebih baik dari namja manapun!!" Ucapku lalu bergegas keluar dari kantor Daddy.
Beberapa langkah aku berjalan menuju lift, 2 bodyguard mengikutiku.
Aku tau itu adalah utusan Daddy, dengan terburu aku berlari, mencoba menekan tombol lift menutup sebelum bodyguard itu datang.
Beruntung pintu lift tertutup, aku dengan cemas menelfon Mina untuk meminta bantuan.
*klik
"Yobosheyo.. Mina tolong aku, aku akan menuju bandara dimana tempat menjemput Momo, tolong datanglah sebelum terlambat"
"Maksudmu? Aku bingung dengan ucapanmu"
*klik
Aku menutup panggilan ketika pintu lift terbuka.
Dengan langkah cepat aku berlari keluar gedung, memanggil taxi dan bergegas menuju bandara.
Aku sedikit bernafas lega mengetahui tidak ada mobil atau apapun yang mengikutiku.
Setiba di bandara aku merasa mulai tenang.
16.45 kst
Sebentar lagi Momo pasti datang dan kami bisa bersama menuju ke rumah.
Akan aku pastikan menceritakan pada Mommy apa yang terjadi nanti di rumah.
Kakaotalk :
Aku tersenyum mengetahui Jeongyeon mengirimku pesan.
*grab
Mark..
Entah muncul dari mana dia menyahut ponselku dengan paksa.
"Apa yang kau lakukan?" Marahku mencoba menarik ponsel yang ia jauhkan dariku.
Ia mengetik pesan balasan yang pasti buat Jeongyeon.
"Berikan ponselku?!" Amukku.
"Gara-gara kau, Appaku memarahiku dan membatalkan memberikan saham perusahaan padaku, sebagai balasan kau tidak boleh bahagia" tekan Mark menarikku paksa.
KAMU SEDANG MEMBACA
The Greatest Love
RandomFF ini aku bikin sesuai judulnya.. terinspirasa dari film thailand yg aku tonton dan sedikit aku ubah jalan ceritannya. Di mana seorang gadis bernama Minatozaki Sana yang tidak sengaja hamil oleh pria yang tak ia kenal di club. Seorang pria brengsek...
