5. Bingung

2.6K 264 37
                                        


Seminggu telah berlalu..

Dan semenjak kejadian itu Sana merasa terheran dengan sikap Jeongyeon, tidak ada kemesraan di antara mereka sama sekali.

Jalankan bermesraan, saling menyentuh pun.. tidak.

SANA POV

"Kau mau kemana?" Tanyaku melihat Jeongyeon yang turun dari anak tangga sudah bersiap.

Padahal ini hari minggu, sangat jarang Jeongyeon di apartement karena ia selalu pulang jam 5 sore setiap harinya.

"Aku mau ke kampus sebentar, ada pembahasan seminar di club ku" jawab Jeongyeon sembari memakai sepatunya bersiap.

"Uh.. mm boleh aku ikut?" Tanyaku ragu-ragu. Sebenarnya aku sudah menebak apa jawabannya.

"Tidak.. kau hamil muda, aku tidak mau kau kelelahan" cerca Jeongyeon.

"Hmm.. hati-hati di jalan" ucapku sambil berbalik arah menuju ruang tengah.

*KLIK

Terdengar suara kunci apartement tertutup.

Seperti itulah hari-hariku seminggu terakhir ini, Jeongyeon kembali cuek dan mengacuhkanku seperti pertama kali pertemuan kami, bahkan sepertinya lebih parah.

Aku merindukan aroma mint tubuhnya yang memelukku semalaman waktu itu.

Sungguh.. aku ingin sikap manisnya terulang lagi, memeluk dan menciumku, mengantarku ke mimpi indah di tidurku.

Aku begitu bosan, mengutak-atik ponsel yang ia belikan dengan malas.

Sampai ada notif sepupuku yang ada di Jepang mengupload foto di instagram baru tiba di Korea beberapa jam lalu.

Sampai ada notif sepupuku yang ada di Jepang mengupload foto di instagram baru tiba di Korea beberapa jam lalu

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


"Mwoya?"..

Buru-buru aku meninggalkan DM dan memberitahu nomor ponsel baruku ini, untung saja dia masih online.

Tidak menunggu lama panggilan nomor aku dapatkan.

"Yobosheyo Minaya??" Semangatku.

"Sana-chan katakan kau dimana sekarang?!"

Tanyanya to the point.

"Uh.. aku menumpang di rumah temanku"

"Katakan alamatnya, aku akan kesana"

Setelah memberitau jalan alamat apartement ini, Mina mengakhiri panggilannya sebelum aku mengucapkan sepata katapun.

Tidak menunggu waktu lama, mungkin sekitaran 1 jam. Bel apaterment berbunyi.

Segera aku membuka pintu setelah tau itu Mina di baliknya.

The Greatest LoveCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang