Three Days with Papa
Jimin x Yoongi
With their son, Jiyoon
Pagi ini Yoongi terlihat sibuk mondar mandir dapur-kamar-studio mininya di samping ruang tamu. Di tangannya penuh membawa beberapa berkas dan peralatan sekolah anak laki-lakinya. Gerakannya terlihat sangat terburu-buru.
“Mama mau kemana?” tanya sang anak ketika melihat Mamanya menyiapkan sarapan di meja makan dengan terburu-buru.
Yoongi menoleh, melihat anak menggemaskannya sedang menatapnya dengan binar mata menggemaskan. Senyumnya merekah, lalu tangannya terulur untuk mengusap pipi gembil anaknya.
“Jiyoonie sama Papa ya nanti berangkat sekolahnya. Mama sedang buru-buru nih.” Kata Yoongi lembut. Kemudian ia kembali bergegas ke dapur untuk mengambil kotak bekal Jiyoon.
Jimin baru saja turun ke lantai satu menuju ruang makan. Dia langsung disuguhkan pemandangan istrinya yang sedang menyiapkan makanan dengan tergesa-gesa.
“Loh, sayang? Kenapa buru-buru sekali?” tanya Jimin. Lalu pandangannya teralih ke tas koper mini di dekat pintu. “Kau mau pergi kemana?”
Yoongi menatap Jimin dengan raut bersalah. “Maafkan aku, Jiminie. Kantorku tiba-tiba memberiku kabar bahwa hari ini akan ada proyek kolaborasi sesama produser di Jepang selama tiga hari. Mereka baru mengabariku tengah malam tadi, jadinya aku terburu-buru sekali.”
Jimin memandang Yoongi yang terlihat memelas itu. Ia tidak tega, tapi dalam hatinya juga kesal karena bosnya Yoongi yang seenaknya memberi jadwal dadakan begini. Lalu pandangannya teralih kepada Jiyoon yang berdiri di dekat meja makan dengan pandangan bingung.
“Jadi selama tiga hari ke depan hanya ada kau dan Jiyoon di rumah.” Kata Yoongi sambil memasukkan beberapa makanan ke tas ranselnya dan ke tas sekolah Jiyoon. “Kau... tidak apa-apa kan aku tinggal bersama Jiyoon?”
Jimin menatap Jiyoon yang kini juga menatapnya. Wajah Jiyoon terlihat bingung namun ada guratan sedih juga di sana karena akan ditinggal Mamanya selama tiga hari. Padahal selama ini Jiyoon lebih sering menghabiskan waktu bersama Yoongi ketimbang Jimin, karena Jimin sering berada di kantor.
“Jiyoonie, Mama tinggal bersama Papa nggak apa-apa kan?” tanya Yoongi lembut sambil berjongkok di hadapan Jiyoon. Tangannya mengusap wajah Jiyoon dengan lembut.
Jiyoon mengangguk lesu. “Tapi Mama cepat balik ya.”
Yoongi mengangguk cepat. “Kamu bisa minta aaaaapa saja sama Papa!”
Mata Jiyoon berbinar cerah. Lalu ia mendongak, menatap Jimin penuh harap. “Benarkah, Pa?”
Jimin tersenyum. “Boleh.”
Lalu Jiyoon berteriak senang. Dia langsung menubruk kaki Jimin dan memeluknya dengan sangat erat.
“Pa, Jiyoon mau mainan yang baaaanyak!”
Yoongi bangkit untuk segera meraih tas ranselnya dan kopernya. “Sayang, aku berangkat ya.”
Jimin meraih tubuh Yoongi dan langsung mencium bibir Yoongi dalam. Menghiraukan tatapan bingung Jiyoon yang sedang memeluk kakinya.
“Aiish... ada Jiyoon di sini!” bisik Yoongi kepada Jimin dengan muka merah.
“Hei, dia bahkan pernah memergoki kita sedang bercinta.” Kata Jimin menggoda. “Hati-hati ya, sayang.”
Yoongi mengangguk. Dia membungkuk, mencium kening anak laki-lakinya itu. “Mama pergi dulu ya. Baik-baik di rumah sama Papa.”
Setelah itu Yoongi berderap menuju keluar, ke arah mobil yang sudah menunggunya sejak beberapa menit yang lalu.
KAMU SEDANG MEMBACA
MINYOON'S STORY
FanfictionKumpulan FF tentang pasangan fenomenal Bangtan. MINYOON! Team MINYOON Top Jimin & Bottom Yoongi MINYOON shipper mari rapatkan barisan! Baca saja siapa tau belok ke Minyoon kan? wkwkwk Vomment juseyong~ •Slow Update•
