Chapter 4

15 5 0
                                    

Aku mendengar sesuatu ...

Dari kejauhan , terdengar suara derasnya air dari dalam kamar mandi yang remang-remang

Kuberanikan diri untuk mendekatinya dan membuka pintu kamar mandi

Kurasakan beberapa area yang sedikit becek pada lantai yang licin . Beberapa area dari lantai keramik telah beralaskan air yang menggenang

Bak didekatku pun telah penuh dengan air . Air tersebut berasal dari keran yang terbuka lebar dan menyemburkan air dengan sangat kuat

Aku tak pernah ingat bahwa aku pernah meninggalkan keran tersebut terbuka sebelumnya

Aneh

< Time Lapse >

Setelah kupastikan masing masing inci dari rumah ini telah terselidiki , aku dengan pikiran positif ku kembali ke depan televisi

Tak sampai 5 menit setelah kejadian berlangsung , pintu depan rumahku kembali diketuk

Aku segera membuka pintu dan berteriak " Berhenti menggangguku dasar laknat !! "

Tak kusangka yang menunggu di luar adalah tukang delivery Pizzu Hat

" Eh , apaan sih mas . Bener kan ini kediaman orang yang memesan pizza setengah jam lalu ? "

" Ehhhhhh....? Oh ! Iya mas . Tunggu sebentar , saya ambil uangnya dulu , maaf ya "

Aku pergi mengambil dompet dan mengambil uang 270 ribu dan memberikannya pada tukang delivery

" Ini mas , kembaliannya diambil saja "

" Iya , makasih mas "

Kumakan pizza tersebut dan menyisakan pizza Tuna Moit untuk besok pagi

--------------------------------------------------------------
Makasi guys vote sama viewsnya
Walaupun ceritanya tetep gaje sii ..
See you on the next chapter !!

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Jan 25, 2019 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Grade WarTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang