Warning: R-15. Makes you feel warm and fuzzy inside.
STOP!
Part kali ini adalah sequel dari part, [7] Fearthainn. Kalau kalian belum membaca part sebelumnya, lebih baik jangan mampir dulu agar kalian mengerti jalan ceritanya.
(Sekuelnya lunas ya hoho)
Untuk yang lain, silakan menikmati!
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Bakugo melirik ke luar jendela. Langit menghitam dan bulir-bulir air mulai turun secara bertahap.
Ah ... Hujan lagi.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
#BK
"Selesai. Oh ya, Bakugo-kun, jangan lupa bawa inhaler-mu setiap sa--"
"Aku tahu." potongku sambil merebut inhaler baruku dari tangan gadis penjaga ruang kesehatan. Aku lupa namanya.
Ia tersenyum. Hampir meremehkan, dan itu membuatku kesal. Mungkin dia puas karena mengetahui sisi lemahku.
"Baiklah. Jika terjadi sesuatu, jangan sungkan meminta bantuanku, Bakugo-kun. Aku ada di kelas C." ucapnya sambil membereskan kotak peralatan.
"Aku permisi."
GRAK
Pintu ruang kesehatan tertutup rapat.
Aku mengutuk dalam hati.
Kenapa aku harus mempunyai penyakit seperti ini?!
Sialan.
Semua ini membuatku lelah.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.