pertemuan

17 4 1
                                        

Pagi seperti biasa Lisa berjalan sendiri dengan tas yang ada dipundaknya. Cukup pagi ia berangkat sekolah biasanya ia sering terlambat karena menghabiskan waktu untuk menonton drakor(drama korea).

Ceklek

Bunyi pintu kelas terbuka dan Lisa melihat sekeliling dan tidak ada satu orang pun dikelas yaa dia melihat jam ditangannya masih pukul 06:15 lisa berjalan menuju mejanya

"Hufft anjir bosen banget gue mana sekar belom dateng lagi" keluh Lisa yang dilanda kebosenan karena sejak tadi hanya beberapa siswa yang datang dan itu pun bisa dihitung dengan jari

"Hosh hossh Lisaa keluar buruann" teriak satu siswi yang berasal dari luar
Lisa yang mendengar itu hanya mengernyit heran
"Udahh buruann kelapangan basket" jelas siswi tadi

Lisa pun hanya menuruti mungkin hal yang serius

Lisa terus melihat suasana sekolah yang masih sedikit orang yang datang dan dia sampai di lapangan basket

Ia melihat seorang cowok yang berada disebrang tempat lisa berdiri lalu lisa berjalan mendekati sangat terkejut ia melihat dia sedang tersenyum yang sangat manis. Senyuman itu mampu membuat orang meleleh dalam sekejap tapi itu membuat Lisa mual.

Lisa hanya menggeleng dan pergi berlari sambil menahan air mata yang ada di pelupuk matanya agar tidak terjun tapi

Brukk

"Awwwss" ringis Lisa yang melihat kakinya merah dan berdarah
"What??!! Lo lagi lo lagi emang kerjaan lo itu ganggu hidup gue apa!!" Teriak siswi yang ditabrak Lisa tadi

Lisa melihat ke atas dan ia terkejut saat ia melihat kakak kelasnya yang pernah ia tabrak ya itu vanny

"M-maaf kak" cicit lisa karena air matanya sudah meluncur bebas dipipi nya yang putih itu
"Lo gak pantes minta maaf" sahut satu cowok dan lisa merasa familiar saat lisa melihat siapa cowok tersebut ia sedikit terkejut

"Lisaa lo gak pa pa???" Cowok yang lisa temuin di lapangan bola basket itu mulai jongkok dan mengangkat tubuh lisa dengan perlahan iya dia adalah Renaldo Biantara mantan Lisa semasa SMP dan juga cinta pertamanya.

Rafael yang melihat lisa menangis itu langsung mengambil alih tubuh lisa dari Renaldo

"Eh apaan sih lo main nyolong aja" sahut tak terima dari Aldo
Rafael hanya melihat sekilas dengan muka superr duper datarnya ke arah renaldo lalu membopong tubuh lisa ke uks

"Woi lisa punya gue" teriak aldo tak terima tapi rafael tidak mengubris hal tersebut

"Cih cewek kek gitu diperebutin lebih enak rebutin gue kale" sahut vanny yang tadi hanya melihat drama nya saja

"Apaan lo ketek kebo" sahut Renaldo
"Whatt thee fu*k lo bilang apaa tadi?!" Kata vanny marah
"Ketek kebo emang napa?" Jawab aldo enteng

"Anzing lo" marah vanny
Aldo yang melihat tersebut langsung lari dan menuju kantor guru.

***
Uks

Rafael masih senantiasa berada di samping Lisa ia tak menghiraukan bel yang sudah 10 menit tadi berbunyi karena rasa khawatirnya terhadap lisa sangat tinggi.

Saat tim pmr sudah mengobati kaki lisa yang berdarah itu lisa diperbolehkan kembali kekelas

"Bisa jalan?" Tanya rafael yang melihat lisa kesulitan melangkah
"Mmm b-bisaa kok" jawab lisa
" ck udah gak bisa dibilang bisa patah kaki baru tau rasa lo" kata rafael
Lisa yang mendengar rafael berbicara panjang itu cukup terkejut
"Woi malah benggong lagi" kata rafael yang melihat lisa cengo begitu

Dan rafael pun menggendong lisa secara tiba tiba dengan gaya bridal style lisa yang digendong tiba tiba itu terkejut dan refleks mengalungkan tangannya ke leher rafael

"Ee-ee lo mau bawa gue kemana" tanya lisa gugup karena ia merasakan jantungnya itu sehabis lati marathon
"Ke kelas" jawab rafael datar

Di sepanjang lorong itu mereka berdua mendengar teriakan histeriss dari dalam kelas tapi mereka hiraukan waktu sampai di depan kelas rafael langsung masuk dan tidak mendapati guru

Sontak seluruh penghuni kelas melihat lisa yang digendong rafa itu seakan tidak percaya ada yang mengucek matanya ada yang melongo dan ada yang tak bisa dijelaskan

"Ngapain lo pada liattin gue hah!?" Teriak rafa yang sudah mulai kesal karena ditatap seperti itu
"Khemm" sahut salah satu cowok dan

"Aciee ciee kapan nii jadiann" sahut mereka bersamaan
"Wkwkwkw borong kantin aja nii pajaknya" teriak sekar yang paling heboh dan mendapat anggukan dari penghuni dikelas

"Sapa juga yang jadian kaki gue sakit peak" teriak lisa yang panas mendengar mereka berasumsi seperti itu padahal jantungnya itu berdetak cepat

Tapi waktu itu pintu seolah dibuka dan...

.
.
.

Up up up up
Duhh kok bisa yaa renaldo ada di smanya lisa
Dan apa yang terjadi lagi
Jangan lupa vommentnya
Ok:*

Segitiga BiruTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang