Bismillaahh..
****
"Haduuhh! lo bujuk nih Angkasa biar mau jadi ketua kelas"
"Angkasa?"
Di sisi lain Angkasa tengah menahan gejolak aneh di dadanya. Entah mengapa jantungnya kerap berdetak lebih kencang setiap bertemu dengan Kejora. Hal apa ini entah dia belum bisa menyimpulkannya.
"Emmm, Ka lo mau kan jadi ketua kelas kita, gantiin Ferdi?" Tanya Kejora sedikit ragu. Meskipun Kejora termasuk orang yang sangat ramah, namun dia juga paham akan sifat dingin Angkasa, sehingga dia kadang ragu untuk berinteraksi dengan Angkasa.
Angkasa terdiam menyelami tatapan gadis dihadapannya ini sambil menikmati irama jantungnya yang meledak-ledak. "Oke" jawabnya tanpa pikir panjang.
Lidya terbelalak bersamaan dengan mulutnya yang terbuka lebar. "What!?" Pekiknya.
"Beneran ka beneran! Ya ampun makasih banget Ka!!" Ucap Kejora senang sambil menggoyang-goyangkan tubuh Angkasa.
Jantung Angkasa rasanya ingin melompat dari tempat sekarang. Kenapa dia harus sakit jantung dadakan, bagaimana jika gadis di sampingnya ini mendengar detak jantungnya. Mau ditaruh mana muka tampannya ini!.
"Ga usah pegang -pegang" Ucapnya ketus, berbanding terbalik dengan jantungnya yang sedang sirkus.
"Wahh, temen lo minta dirukyah ni ndre. Masak gue mohon-mohon kayak orang ngemis dari tadi jawabnya tetep nggak mau. Giliran Rara sekali nego langsung dapet".
"Bau-baunya ada udang dibalik rempeyek nih, ya nggak ndre!" Timpal Gilang sambil menaik-naikkan alisnya.
"Ihhh, kalian ini. Udah bagus Angkasanya mau!"
"Krriiiiinggggg"
"Akhirnya pulang juga, bosen gue dengerin lo semua ngoceh!"Ucap Anin yang dari tadi hanya duduk sebagai penyimak.
Sedangkan Fitri hanya senyum-senyum lalu membisikkan sesuatu ke seseorang disebelahnya.
"Tuh kan lan apa gue bilang, si Angkasa tuh suka sama Rara, Rara nya aja yang gak peka"Wulan yang sedari tadi sibuk dengan soal-soal latihannya pun bergeming menyahuti ucapan sahabatnya.
"Hmmm, tapi masak sih Angkasa yang kayak patung itu bisa jatuh cinta?""Gitu-gitu juga Angka tuh cowok kalik"
"Eh guys gue duluan ya, ayang nya aku udah jemput, dadaah!!" Ucap Anin berlari ke arah pintu.
Anin memang seperti itu, dia tak pernah ragu memamerkan kekasihnya itu pada siapapun. Ia dan Daniar yang merupakan tetangga rumah sekaligus tetangga kelas itu sudah berhubungan sejak masih kelas 2 SMP sampai sekarang kelas 2 SMA. Tapi bukan berarti tidak pernah ada rintangan yang menghadang hubungan mereka. Saling mencintai dan menjaga, selagi itu masih ada, tidak ada alasan yang bisa memisahkan mereka."Yuk pulang lan!" Ajak Fitri yang kini sudah siap sedia bersama ransel pink kesayangannya.
Wulan mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru kelas. Ternyata sudah cukup sepi. Hanya tinggal 5 gelintir orang saja.
"Lo gak pulang ra?"Kejora yang sibuk dengang hp nya pun mendongak.
"Gue masih ada ekskul habis ini, lo berdua duluan aja""Ohh, ya udah deh. Kita duluan ya Ra!" Pamit Fitri pergi menggandeng lengan Wulan.
Kini hanya tersisa Kejora, Angkasa, dan sang sekertaris kelas Lidya. Sepertinya Lidya tengah menunggu pacarnya yang merupakan kakak kelas datang. Sedangkan Angkasa, ia tengah mengecek data-data anggota baru ekskulnya. Kejora? Gadis itu masih saja sibuk chattingnya entah dengan siapa.
***
Lima menit kemudian keadaan masih sama heningnya, hingga seseorang masuk menuju bangku depan paling ujung "Sayang"
"Kok lama sih kak!"
Tangan Arkan mengulur mengelus puncak kepala lawan bicaranya "Maaf ya sayang, tadi ada urusan bentar, ayo!" tuturnya manis.
"Ya udah deh nggak papa" Ujar Lidya tulus, ia berdiri dan menggandeng tangan kekasihnya itu lalu melenggang pergi meninggalkan dua nyamuk yang sedari tadi menjadi pemirsa.
Angkasa yang melihat adegan drama itu bergidik ngeri membayangkan jika dirinya melakukan hal yang sama, sungguh tidak sanggup rasanya. Lain halnya dengan Kejora, dia malah menopang dagu dan senyum-senyum sendiri seakan takjub akan yang baru saja ia lihat.
Keadaan kembali hening, hingga Kejora memutuskan membuka percakapan. "Angka" pamlnggilnya lembut.
"-" Tidak ada sahutan
"Kata Anang lo ya yang bawa data pendaftaran ekskul fotografi".
"Iya"
Kejora mengeluarkan secarik kertas dari tas nya, lalu menyodorkannya. "Ya udah nih formulir gue"
Sebenarnnya Angkasa sangat kaget, setelah ini dia akan sangat kerap bertemu dengan Kejora karena sudah satu kelas, satu ekskul lagi."Lo Daftar?"
"Iya, kemarin udah ngomong ke Anang kok, tapi lupa ngasih formulirnya. Emm, kumpulannya hari ini kan? Gue bareng lo ya kesananya. Biar ada temennya hehe"
"Hm" Gumannya singkat, sebari menetralkan degup jantungnya.
*****
"Coba lo fotoin bunga itu deh ka!"
"Ogah"
"Ihh.. lo fotoin dong ka, gue tu pengen lihat hasil potretan lo. Katanya Angkasa fotografer andalan sekolah, juara fotografi tingkat provinsi, juara dua event fotografi nasional. Eh, bener gak sih? satu atau dua ka?" Ucap Kejora dengan menolehkan kepala pada sang objek.
"Nih!" Angkasa menyerahkan kamera yang menampilkan hasil gambar yang dipotretnya tanpa disadari Kejora.
"Eh, kapan lo motonya ini?" Tanyanya linglung
"Eh eh, ya ampun ya ampun! Ini beneran bagus banget ka! Sumpah lo bisa moto segini bagusnya. Oke ini fixs lo harus ajarin gue, titik!"
"Kapan gue bilang mau?"
"Nggak nggak, lo harus mau ka! Ya ya ya!! Lo tuh punya ilmu harus dibagi bagi ka, ga boleh pelit. Gue pengen banget bisa moto begini" Rayunya sambil menampilkan wajah puppy eyes. Melas lebih tepatnya.
"Bodo" Jawabnya langsung berlalu meninggalkan Kejora.
"Iihh kok ditinggal sih" Kejora berlari mengejar dan berusaha menyejajarkan langkahnya dengan Angkasa.
"Lo mau pulang ya ka?"
"Gak, gue nginep sini"
"Hehe.. gue tau lo mau pulang kok ka" Ucap Kejora dilengkapi dengan cengirannya.
"Lo naik motor ya ka?"
"Hm"
"Yah gue gak ada barengan naik angkot dong"
"Kode biar dianter pulang?"
"Eh, nggak kok ka. Tapi kalo lo mau boleh sih, hehe"
"Ayo" Angkasa lantas berjalan mendahului Kejora.
"Beneran nih ka, lo baik banget sih" Balas Kejora sedikit berteriak mengingat Angkasa berada lumayan jauh di depan.
" Cepet "
"Nanti jalannya pelan aja ya ka, ga usah ngebut, oh iya nanti anterin gue beli martabak dulu ya"
"Naik atau gue tinggal"
"Iya iya, galak banget sih"
****

KAMU SEDANG MEMBACA
Antara Kejora dan Angkasa
Ficção Adolescente*** Cerita antara Angkasa dan Kejora Di saat seorang gadis manis yang ceria jatuh cinta dengan pria yang dijodohkan dengannya. Di saat seorang lelaki tau gadis yang dicintainya adalah kesalahan masalalu dari orang terdekatnya. Di saat masalalu terun...