°• [06] Thankfully, Haru!

12.8K 2.2K 212
                                        


Dear Haruto

"Kakak! Bangun, kak! Bangun! Bangun, kak! Kakak! Kakak!"

Aku melenguh kencang, kemudian memiringkan tubuhku ke arah kiri, membelakangi Junghwan yang sibuk membangunkanku.

Terus terang, hingga hampir pukul tiga malam aku belum dapat tertidur. Ya, karena Haruto. Bukan masalah Haruto yang dirawat, sebenarnya. Namun masalah siluet mengerikan yang tampak seperti Haruto.

"KAKAK BANGUN!"

Aku terperanjat tatkala Junghwan tepat meneriakiku di telinga kananku. Huh, adik tidak waras!

"Apa sih, dek? APA SIH?!" Bentakku dengan mata yang masih tertutup. Kini, aku menegakkan punggungku di pagar kasur sambil mengucek-ngucek mataku. Hingga pada akhirnya Junghwan menepis cepat tanganku.

"Jangan dikucek! Nanti buta!"

Ya, Tuhan. Adikku ini kenapa bisa sebegininya...

"Itu ada yang nungguin di bawah" Entah aku sedang mengalami masa paranoid atau tidak, jujur aku merasa horor dengan omongan Junghwan barusan.

Itu ada yang nungguin di bawah. Semacam, sejak tadi malam Haruto menungguku di bawah kasurku bersiap untuk menggentayangiku?

Wah, gila.

"Kak Junkyu, kak" Aku mendengus sekaligus merasa lega. Ya, Junghwan dan Junkyu saling kenal karena mereka memiliki satu hobi yang sama yaitu futsal.

"Ya udah sana pergi!" Usirku ketus. Junghwan memanyunkan bibirnya dan segera pergi meninggalkanku setelah sebelumnya menutup pintuku kencang.

Mataku bergerak ke arah jam dinding, sudah menunjukkan pukul sepuluh pagi. Gorden kamarku sudah terbuka penuh. Ya, pasti Junghwan yang melakukannya.

Seketika aku terkaku. Pikiranku tiba-tiba mengarah pada Haruto dan omongan Junghwan barusan. Di atas kasurku, aku pun menengokkan kepalaku ke bawah kasur. Aku menghembuskan napas lega ketika tidak melihat apapun di bawah sana.

"Eh!"

Dugh!

Aku terperanjat hingga tersalto ke depan. Kini aku merasa tulang-tulangku sedang mengalami masa peretakan.

"Eh, Han maaf Han maaf!" Aku meringis kesakitan ketika mendengar suara panik Junkyu. Ia membantuku untuk berdiri dan mendudukkan diriku di atas kasur.

"Kalo mau masuk kamar tuh ngetuk dulu, bego!" Ketusku sambil mengusap punggungku yang rasanya benar-benar sakit. Junkyu mengambil freshcare di atas nakas dan mengoleskan benda itu ke bagian leherku. Karena overdosis, leherku terasa terbakar.

"Junkyu gila! Panas banget ini!!" Rutukku. Aku bergerak kesana kemari sambil mengusap-usap leherku yang lembab dan panas. Ku lihat Junkyu tampak panik dan kemudian menyeretku ke arah kamar mandi bawah.

"Mau kemana, Junkyu anjir?!" panikku ketika Junkyu membantuku berdiri di bath up dan memutar keran shower.

Kini aku basah kuyup dengan leher yang ku yakin sangat memerah dan sialnya semakin terkena air semakin panas.

"JUNKYU ANJIR"

•••

"Ini teh nya, kak" Junghwan menaruh secangkir teh panas di atas meja dihadapanku. Kini aku sedang menggunakan selimut tebal karena menggigil kedinginan.

"Maaf, ya" ucap Junkyu yang berada di seberangku dengan wajah menyesal. Aku membalasnya dengan tatapan marah.

"Tadinya gue mau ngajakin lo buat jenguk Haruto" lirih Junkyu. Aku yang awalnya hendak mengambil secangkir teh mengurungkan niat ketika mendengar omongan Junkyu barusan.

Dear Haruto ✔Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang